Sebuah Istana

Tepi jalan antara sorga dan neraka
Kumasuki sebuah istana
Tempat sejarah diperam
Menjadi darah dan gelombang.

Lewat jendela sebelah kiri
Kulihat matahari menjulurkan lidah
Seperti anjing lapar
Aku makin tak 'ngerti.

Mengapa orang-orang memukul-mukul perutnya
Jauh di batas gaib dan nyata
Kabut harimau menyembah cahaya.

Kutarik napas dalam-dalam
Dan kupejamkan mata
Alangkah kecil dunia!

"Puisi: Sebuah Istana  (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Sebuah Istana
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top