loading...

Jalan-jalan Berteriak

Jam dada!

Jalan-jalan berteriak: dada
leher putaran ke waktu dada: nol-nol
membangunkan beribu dunia.

Leher berputar melilit tangan-kaki-kepala ke jam dada-
dada
mengukur semua. mengucur segala.
di jalan-jalan raya kehidupan.
dada hidup dalam seribu matahari
membangun manusia pecah di dada.

Jam waktu dada-dada.
tak habis dalam jalan-jalan berteriak
menyeru hidup: dada, dada

Aku hidup tak habis seribu dunia.

1983
"Afrizal Malna"
Puisi: Jalan-jalan Berteriak
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top