Ulang Tahun bersama Wianta

Kami selalu membuat pesta bersama dewa-dewa di sini. Berenang dalam bahasa yang selalu mengucapkan selamat pagi kepada kamar mandi. Dewa kami terbuat dari enzym dan vitamin C. Bau kopi ketika mayat ayah kami mulai dibakar. Doa kami bukanlah hujatan kepada orang lain. Kepada kolam renang yang berbahagia, kepada tiang listrik yang terhormat, hari ini kami membacakan UUD. 1945 dengan KTP dan kartu kredit di tangan kami. Bunyi mata uang dari berbagai bangsa, devisa dan devisa menggetarkan tanah kami. Kami membuat ukiran dari naik turunnya harga saham. Kami menari bersama dewa-dewa di sini, bernyanyi bersama pohon-pohon yang akarnya menembus hingga kenangan-kenangan tentang waktu dan setiap perpisahan.

Kepada enzim dan vitamin C yang budiman, kepada kamar tidur yang melarikan diri dari listrik yang mati, hari ini kami ulang tahun bersama masa kanak-kanak kami. Besok menjemput tamu dari Rusia, memeriksa vibrasi otak dan tarian topeng. Ekonomi berjalan seperti sepatu yang tertukar dengan bahasa Jepang di sebuah restoran. Besok, kami ulang tahun lagi, seperti anak-anak yang merayakan ... negeri kami telah merdeka. Merdeka untuk berlibur dari sejarah dan memasang tiang listrik hingga ke dasar laut.

"Afrizal Malna"
Puisi: Ulang Tahun bersama Wianta
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top