Juni 2014
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Dari Nami Island ke Everland
(: Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Sindorim Station menyapaku, Annyonghaseyo
bersama papan wisata, bertuliskan Sharanghaeyo
kepala mengangguk dengan senyum tertunduk
musim gugur pulau Nami, yang nyaris mengetuk

Daun-daun di tanganku berubah berwarna pirang
berguguran di pulau kecil berbatas ribuan karang
kakiku bersilang di bawah ranting bersalju senja
sembari memakan Talkkalbi di pinggir dermaga

Inilah pasir yang merebut warna salem mutiara
milik satwa endemik, bergaya artis Seoul Korea
dengan ranjang langit yang menyamar biru samudra
tempat adegan penting, serial drama Winter Sonata

Akhirnya, Everland bertelur delapan belas celcius
ditemani racikan teh hijau dengan gula pasir digerus
terminum oleh genangan mata yang teramat haus
pada romantisnya picisan, tempat cinta berhumus.


Magetan
11 Februari 2014

Catatan:
Sindorim Station = nama terminal bus di Korea Selatan
Talkkalbi 
makanan khas Pulau Nami
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiDari Nami Island ke Everland
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kesungguhan

Aku melihat kesungguhan pohon menjaga air
mengikat dengan akarnya,
lalu menyimpan dalam tanah
Aku melihat kesungguhan sungai
yang mengantarkan setiap tetes air ke muara
melewati lekuk-likunya
Aku melihat kesungguhan samudera
menerima air segala muara
mengajak angin
menari-nari di atasnya
hingga membentuk serupa ombak
yang menderu.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Kesungguhan
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Haiku Rindu

(1)
Sudut matamu
menikam menyayatku
setajam rindu

(2)
Tak mungkin aku
hanya cumbui rindu
tanpa hadirmu

(3)
Senja merambat
mengantarkan kenangan
tinggallah rindu

(4)
Telaga ini
menggenang kenanganmu
menjelma rindu

(5)
Kutunggu engkau
melabuhkan rindumu
di dermagaku

(6)
Langit malamku
bertabur rindu-rindu
dan senyumanmu

(7)
Berbekal rindu
kutempuh jalan terjal
nuju hatimu

(8)
Selepas malam,
sebilah rindu
menancap di dadaku.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Haiku Rindu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Alamat Ibu Pertiwi

(1)
Ayah, di manakah alamat ibu pertiwi
aku ingin menyembah-sujud padanya
kata orang, ibu pertiwi itu cantik
memberikan nusantara pada kita.

(2)
Nak, jangan tanyakan ibu pertiwi
saat ini dia tengah hamil tua
diperkosa oleh para koruptor

(3)
Ayah, aku ingin mencari ibu pertiwi
sekalipun harus menyeberang samudera
aku ingin hapus air matanya
agar nusantara kembali menyambutnya

(4)
Nak, kau takkan mampu mencarinya
karena koruptor ada di mana-mana
engkau akan dihadang
dan disuruh pulang.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Alamat Ibu Pertiwi
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Pintu Bidadari

Bersandar di pintu ini
aku sering menghabiskan waktu
sembari menenggak berbotol minuman
hanya untuk menunggumu, lelakiku

Di daun pintu ini
kutuliskan seluruh perjalanan
yang pernah kita lewati
di antara semak dan duri

Setiap derit pintu ini
adalah kerinduan paling dalam
yang selalu menjadi pergulatan
batinku, lelakiku

Aku ingin pintu ini
selalu terbuka untukmu
kapanpun engkau datang
lalu membawaku pergi
melintasi galaksi

Aku ingin namakan pintu ini
pintu bidadari penunggu lelaki

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Pintu Bidadari
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kepergian
(: Erwindho Hascaryo)

Maaf aku diam-diam pergi
ketika engkau tengah merajut mimpi
sebab aku tak ingin, pagi mendahului
engkau sungguh telah memberi arti
dalam pergulatan hidup yang kukalani

Mungkin suatu saat nanti
kita bersama kembali
mereguk sunyi
dalam wangi kopi.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Kepergian
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Episode Sunyi
(: Ririn Riantini)

Puisi adalah jalan sunyi
menuju hatimu.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Episode Sunyi
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Percakapan Musim

Aku dengar percakapan
antara oktober dan november
mereka berebut tahta musim
november merasa,
tahtanya sudah tiba
ingin meraja
menebar hujan
menebar angin.

Tapi oktober berat hati
melepaskan tahtanya
ia peluk erat kemarau
sembari membuka tingkap langit
agar matahari membakar bumi

Ini pergantian musim paling seru
hiruk-pikuknya serupa suksesi
sebuah negeri
aku sedang mencari cara
melerai pertengkaran mereka.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Percakapan Musim
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Bunga Rumput

Semua yang hidup seperti rumput
mahkotanya hancur oleh terik siang
tak ada kumbang datang,
akarnya mengalirkan asap

Bunga rumput gugur semurung senja
warnanya pudar seiring malam
bau tanah menebar gelisah
gagal menjaga bunga rumput
bagi tuan pemilik taman

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Bunga Rumput
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Di Makam

Di makam puncak gunung tidar
wirid melangit
serupa parang celurit
setan terbirit-birit
dan aku,
menahan rasa sakit usai membukit.

Magelang, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Di Makam
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Aneka Surga

Surga adalah selembar kain satin
berwarna biru laut
menyerap cahaya matahari
lalu memantulkan di gelap malam

Surga adalah seekor ikan fatin
di tangan juru masak kapal pesiar
berlumur rempah dari negeri entah

Surga adalah sepetak kandang
penuh rumput hijau
yang siap menyambut
datangnya kawanan domba

Surga adalah alunan musik
dari arah perbukitan
yang terbawa embusan angin
memabukkan para pejalan kaki

Surga adalah panggung sunyi
yang dibiasi temaram cahaya
panggung bagi penyair
yang tampil dengan baju basah kuyup
setelah kehujanan, mengantar kekasihnya

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Aneka Surga
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Surga dalam Lingkaran Pena
(: Ni Luh Erin)

Lingkaran itu telah menguasai pikiran
memenjarakan kemerdekaan
garis pembatas menghalangi nilai-nilai
siapa pun yang masuk
tak mungkin dapat keluar
kecuali pemberontak
yang siap tertembak

Pena adalah jalan surga
warnanya keemasan silaukan mata
surga mereka masih cerita
sebatas lingkaran itu

Mungkin saja kelak
akan lahir para pemberontak
lingkaran terkoyak
pena berteriak
untuk nilai yang tak terbatas.

Magelang, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Surga dalam Lingkaran Pena
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Makan Malam

Makan malamku terasa hambar
ketika kauhidangkan berita politik
bagi-bagi kue koalisi, komisi
jualan sapi, dan cetakan kitab suci
lauk-pauk dari koran kemarin pagi
dingin tak berasa lagi

Aku melihat raut mukamu
memancar rasa bersalah
telah memilih menu yang memualkan perutku
maafkanlah aku, kekasihku
rupanya perutku tengah siaga satu
bagi nutrisi tak bergizi

Baiklah, aku menonton televisi saja
meskipun harus kecewa oleh berita olahraga
yang tak pernah kunjung berjaya.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Makan Malam
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Ingatan

Ingatan, kita perlu ingatan
untuk mengikat cuaca yang tak menentu
ingatan bahwa kita adalah ibu
bagi pohon yang semakin piatu
ingatan untuk memanggil pulang para nelayan
membawa hasil tangkapan
ingatan untuk ikut membantu petani
membesarkan bulir padi

Siapa merampas ingatan?
Apakah sekawanan penjarah
yang mengendap di pagi buta
atau keserakahan ibukota
yang ingin menjadikan hutan
tempat tinggalnya

Badan meteorologi hanya merekam cuaca
bukan menyimpan ingatan yang telah pergi
kita di sini, berdiri di gelap kabut
menanti keajaiban
datangnya ingatan.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Ingatan
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Isyarat Hati

Puisi itu isyarat hati
biar saja huruf berguguran dari kata
atau kalimat bukan lagi ibu kata
dan paragraf bukan lagi rumah
bagi puisi
karena puisi hanya isyarat hati.

Magelang, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Isyarat Hati
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Percintaan Rahasia
(: Ririn Riantini)

Sunyi yang menyembul dari gelap
telah menyeret kita
masuk ke dalam percintaan
paling memabukkan
malam yang basah oleh gairah
membenamkan semua ingatan
bahwa kita tengah berada
dalam percintaan paling rahasia

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Percintaan Rahasia
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Balada Semar dan Waska

Semar meletih dalam tubuh waska
matanya dalam, nyaris terpejam
tapi waska terus saja bicara
menguras isi kepala yang penuh retorika
lupa semua rencana

ranggong dan borok berbisik di pojok
siapa yang membunuh engkos?
semar!
waska!
semar!
bukan, semar telah pergi dari tubuh waska
lihat, dia masih mengelindan di matanya
tidak! waska telah mengusir semar
lantas, bagaimana rencana kita merampok kota?
batal! lebih baik kita memulangkan semar
ke tubuh waska saja.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Balada Semar dan Waska
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Nihil

Akulah nihil
yang mengisi ruang-ruang
berdiri di simpang jalan
berjalan ke sepi
menyepi dalam pagutan rindu
merindu yang telah berlalu

Lalu, akulah nihil
yang menisbikan nama-nama
menyimpan segala tanda
tanda segala zaman
zaman yang menangis
menggigil beku

Lalu, akulah nihil
dalam bentuk
dalam rupa
dalam makna.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Nihil
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Rahim Malam

Harum aroma sunyi
melekukliku tubuhmu,
kekasih
kusemat puisi di dadamu
bersama hangat kecupku
bagi cinta yang ranum
di rahim malam.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Rahim Malam
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Lelaki di Perut Bukit
(: Nurhidayat Poso)

Ia terus menggumam
sembari mendaki bukit kenangan
kepalanya dongak menantang langit
seluruh bajunya terkoyak
tanpa alas kaki, ia terus mendaki
setiap jengkalnya adalah duri.

Dia hanya ingin segera sampai ke puncak
mengibarkan bendera keangkuhan
lalu mengubur hidupnya
di perut bukit itu.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Lelaki di Perut Bukit
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Antologi Gerilyawan
(: Ayahanda)

Nyanyian requiem mengalun sepanjang sunyi
mengantarkannya ke negeri tak terjangkau
dan aku, masih menyimpan
setumpuk kisah yang pernah dia ceritakan
tentang desing peluru yang lalu-lalang
di kiri-kanan kepalanya
ia telah menutup antologi kehidupannya
setelah menorehkan tinta
selama sembilan dasawarsa.

Magelang, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Antologi Gerilyawan
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Rumah dalam Laut
(: Nana Riskhi Susanti)

Aku ingin membangun rumah dalam laut
bersama kekasihku
rumah yang kaya cinta
jauh dari kebisingan kota,
stasiun televisi, dan berita politik.

Aku ingin mendirikan tiang bendera
setiap hari memberi hormat,
dan menyanyikan lagu kebangsaan
bersama plankton-plankton
lalu menggelar pesta perayaan
dengan alunan musik
dari suara kecipak tarian lumba-lumba.

Rumahku, istana kedamaian sejatinya
tempat aku beranak-pinak bersama kekasihku.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Rumah dalam Laut
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Mesin Waktu

Aku temukan mesin waktu
kucoba menuju kehidupan adam dan Eva
di taman eden
tentu saja tak kusia-siakan kesempatan
mencuri pandang wajah cantik Eva
kuraih selembar daun, dan kutulis
selarik kalimat pujian padanya
tapi urung kuberikan
kerna pesona Adam selalu
melingkupi wanita itu, serupa
lingkaran cahaya keemasan

Malam, ketika mereka tertidur
aku mengendap, mendekat
membisikkan kata di telinga Eva
“aku ingin menjadi ular, sebelum
ular sesungguhnya datang padamu”

Selepas itu aku pergi, kerna tak tahan
terlalu lama menatap belahan dadanya
yang tentu saja: menggoda!

Dan, mesin waktu kembali melontarkanku
ke abad gelap ini.

Tegal, 2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Mesin Waktu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Selintas Layar

Kita terjatuh, mengaduh
tanpa tetesan airmata
lalu bangkit semangat
kembali mengayuh
dengan segenap peluh

Mata kita selalu terjaga
meniti kesetiaan di terjal hidup
banyak kelokan terlewati
tanpa rasa takut
karena sesungguhnya
hidup hanyalah selintas layar
terkembang lalu surut

Kekasihku,
kemana perjalananku berlabuh
jika bukan ke pintu
yang kaubuka setiap waktu
untukku.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Selintas Layar
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Episode Hidup

Hidup adalah bangun pagi
kematian hanyalah tidur siang
dan malam
membentang lautan waktu.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Episode Hidup
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kristal Rindu

Senja mengkristal menjelma rindu
dermaga tua dan genangan peristiwa
adalah sisa puisi
saat terakhir kali kita bersua.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Kristal Rindu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Hujan

Angin, antarkan hujan ini sebagai
pertanda rinduku padanya.
Jatuhkan saja dekat jendela
tempat ia biasa menghabiskan senja
agar ia dapat merasakan
setiap getarnya.

Aku masih menyimpan luka
yang menganga, di sela bahagia
bersamanya.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Hujan
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Meramu Rayu

Setiap jengkal tubuhmu
adalah aroma rindu
yang memutar waktu
ke saat kita meramu rayu.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Meramu Rayu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Membaca Indonesia

Membaca lagi Indonesia
serupa arah angin yang berbalik
di antara dua musim
hanya berpusar di titik yang sama
menyeret semua peristiwa
pada lorong waktu nan gelap

Menyanyikan lagu Indonesia Raya
kami tak punya sisa suara
sebab telah dirampas
oleh para durjana
yang berpesta di singgasana

Mengeja lagi Pancasila
kami telah kehilangan urutannya
sebab ingatan kami telah beku
oleh kegaduhan demokrasi semu

Kami memang masih Indonesia
tapi telah kehilangan bhineka
yang ditanggalkan oleh angkara

Kami tak tahu lagi
dimana alamat hati nurani

yang ada hanya koalisi.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Membaca Indonesia
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Puisi yang Mencari Alamat
(: Nurhidayat Poso)

(1)
Engkau, puisi yang tergelincir dari langit
bergulung-gulung di dinding tebing
lalu jatuh di rumput lembah
ingin aku menyeka wajah letihmu
wajah pencarian.

(2)
Engkau, puisi yang mati suri
terbaring di ruang perawatan
tak ada dokter jaga yang menunggui
ingin aku memanggil kereta
dan mengantarmu ke negeri sunyi.

(3)
Engkau, puisi yang mencari alamat
di abad yang telah pengap
aku ingin membuka tabirnya
mengirim cahaya dari masa lalumu
yang kau tinggalkan di tengah perjalanan.

2014
"Puisi Joshua Igho"
PuisiPuisi yang Mencari Alamat
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||