Kota Sunyi

Kota tua, sunyi tak berpenghuni
sepenuh hari adalah temaram
sesekali tampak sekelebat bayangan
di bawah pendar cahaya
lalu menghilang di simpang jalan
sesekali terdengar suara-suara aneh
dari gudang samping kedai kopi
serupa tarikan nafas orang sekarat

dari kejauhan muncul kuda jantan
perempuan muda penunggangnya
berhenti di depan kedai kopi
perempuan itu masuk
tak lama kemudian
terdengar suara jeritan, lalu sunyi

teropongku masih tertuju ke arah itu
tiga pria bertubuh besar
datang berjaga di depan kedai kopi
dua orang bersenjata lengkap
berdiri tegap
seorang lagi hanya mondar-mandir
setiap orang yang datang
langsung diseret ke dalam
lalu terdengar jeritan, lalu sunyi

aku semakin gemetar memegang teropongku
nafasku melaju, seperti hendak menarik
sepenuh ragaku
tapi tiba-tiba lengan kiriku ada yang menarik
tubuhku terpental ke belakang
pria bertubuh besar itu menyeretku
turun, lalu masuk ke kedai kopi itu
kulihat puluhan mayat beku berserakan
darah berceceran di mana-mana
"jangan.. jangan bunuh aku" rontaku
pria itu mencambukku, dan terus mencambukku
"jangan.. jangan bunuh aku" pintaku
"tidak, karena sesungguhnya kau telah mati" katanya

2014
"Puisi Joshua Igho"
PuisiKota Sunyi
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top