loading...

Hanya Seutas Pamor Badik

Dalam tubuhku kau nyalakan dahaga hijau
Darah terbakar nyaris ke nyawa
Kucari hutan
Sambil berdayung di hati malam.

Bintang-bintang mengantuk
Menunggu giliran matahari
Ketika kau tegak merintis pagi.

Selaku musafir kucoba mengerti:
Ternyata aku bukan pengembara
Kata-kata dan peristiwa
Telah lebur pada makna.

Dalam aroma rimba dan waktu
Hanya seutas pamor badik, tapi
Tak kunjung selesai dilayari.

"Puisi: Hanya Seutas Pamor Badik (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Hanya Seutas Pamor Badik
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top