loading...

Tumbal

Anak manusia mencoba beri makna
peristiwa di zamannya
ekspresi pinggir telaga
dalam sisa hujan malam
di matanya
rakyat hanyalah korban kegilaan
rakyat hanyalah korban keganasan.

Agustus telah mengental
dalam darah sendiri
di matanya
semua harus diberi arti
kesadaran
kegalauan
kebijakan
semua bagian jati-diri
yang tak bisa dipungkiri.

Siapa mencari tumbal
apa yang dibuat tumbal
ternyata
sesiapa yang pantas jadi tumbal.

Malam hanyut 
angin susut
sesosok bayang menyusur malam.

Agustus, 1998
"Puisi: Tumbal (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Tumbal
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top