loading...

Syair Malang Sumirang

Malang Sumirang wus prapti...
Babad Jaka Tingkir, 1820

Syahdan, murtad itu pun diikat
di atas unggun, dan api naik menggeram,
dan penonton terdiam
di seluruh alun-alun.

Seekor anjing menyalak
ke cuaca Demak, menyeru hujan,
dan hujan tak turun,
dan langit kering,

mendung tak menyahut,
juga ketika seorang anak bertanya,
"Aku tak mengerti,
ke mana orang itu harus mati."

Seorang orang tua, yang pernah
melihat semuanya, pun berkata,
"Ia akan selalu bersama kita,
dalam abu dahan cendana."

"Anjingnya yang setia
akan mendatangkannya lagi
dari api - dari kepastian
yang membunuhnya."

Maka para wali pun terkejut
dan orang-orang suci merunduk,
ketika anjing itu meloncat
ke tengah nyala, dan lidah api meliuk,

dan si murtad terlihat, dari pekat asap:
ia menuliskan sajaknya.
Dan anak itu pun bertanya,
"Katakan, Eyang, apa yang ditulisnya."

"Sebuah nyanyian, nak,
seperti hutan Kalampisan
yang tak ingin
punya makna."

2015
"Puisi: Syair Malang Sumirang (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Syair Malang Sumirang
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top