loading...

Dostoyevsky

Orang sakit, judes, pendengki, menyebalkan
dan jujur, telah menulis catatan-catatan bawah tanah
dari lumpur kelam jiwa dalam coreng-moreng grafiti
di baju moral dan kesadaran kita. Sejak itu
tak lagi kita bisa tenteram berpakaian suci.

Pada tiap hari dan baris-baris Dostoyevsky
ada ruang berbayang tempat bersemayam naluri
dan hasrat keji: terbungkus rapi seperti kado nikah
orang-orang sopan yang tak bahagia. Siapa

yang diduga membunuh ayah untuk cinta?
Yang ingin lari demi perempuan dan hasrat?
Yang memasang Tuhan, pikiran, dan kebebasan
di meja debat dalam kalimat-kalimat gagap
dan berat? Hari-hari pun berkabut
bagai hari-hari kejahatan, hari-hari hukuman
tempat cahaya berkutat mencari udara
dari pengap jiwa yang kusut.

Di kota-kota moral yang necis dan benderang
oleh wejangan-wejangan usang, kebenaran
tersaruk-saruk mencari genangan lumpur
yang kotor dan tulus biar selalu ada
ingatan tentang noda yang harus dicuci
tiap hari dalam lungkrah dan girang
tak sudah-sudah merindu terang
untuk menjemur jiwa yang gamang.


"Agus R. Sarjono"
Puisi: Dostoyevsky
Karya: Agus R. Sarjono

Post a Comment

loading...
 
Top