loading...

Bubu

Ship, sayap, dan tangan
tak pernah tersesat ke hulu.
Paru-paru, mata, dan insang
adalah buah hati batu.
Duri, sisik, dan bayang-bayang
mencuri anyaman dari tepi.
Ekor adalah layang-layang
mengulur benang ke arah api.
Karena lebih besar mulutmu
daripada lambungmu.
(Lebih melimpah peziarah
daripada mata-mata
memasuki lambungmu.)
Rotan, rambut, atau bambu
menutup jalanku ke hut.
Kau berpaut ke langit lumut
tak percaya bahwa mulutmu
bisa menjadi harimaumu.
Aku pemburu (namaku sungai)
betapa lelah oleh jejak darah.
Jadikan aku hanya bunga rampai
sebab tubuhku telanjur terurai.

2007
"Puisi Nirwan Dewanto"
PuisiBubu
Karya: Nirwan Dewanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top