Januari 2016
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Apa yang harus dilakukan setelah menerbitkan artikel? - Tidak Peduli seberapa buruk tulisan yang sudah anda buat, yang pastinya semua/segala tulisan punya daya tarik tersendiri. Baik itu menulis dengan kepentingan SEO atau menulis hanya sekedar Hobi. Yang namun, apabila anda mengharapkan pembaca blog anda yang berasal dari Search Engine, saya punya beberapa hal yang mungkin harus anda pertimbangkan/lakukan.

"lakukan setelah menerbitkan artikel?"

Semua anjuran ini hanyalah beberapa hal yang berdasarkan menurut saya, anda harus mempertimbangkan untuk benar-benar mempercayainya. Dan sebelum memulai tulisan ini, ada baiknya anda mempelajari dahulu beberapa hal tentang cara menulis artikel yang baik.

Berikut beberapa hal penting yang harus anda lakukan sebelum/setelah menerbitkan Artikel:

#1. Periksa kualitas Seo Artikel.
Sebelum menerbitkan Artikel, ada baiknya anda sekalian melihat kembali setiap rangkai kata yang anda gunakan. Harapan terbaiknya adalah agar anda mengetahui mana kata yang tidak dibutuhkan dan kemudian bisa langsung menggantinya dengan kata yang lebih dibutuhkan.

Cara anda di dalam hal menulis artikel bisa saja sanggup mengalahkan semua cara yang akan saya urutkan di bawah ini. Pada dasarnya semua kata memang merupakan Keyword, namun keberadaannya terkadang membuat setiap kata menjadi berbeda fungsi. Jadi cobalah sebijak dan sejenius mungkin dalam hal mengatur Keyword. Dan tentunya, anda juga harus menganalisa saingan terhadap tulisan anda (saya yakin setiap blogger punya cara tersendiri).
#2. Lakukan Submit tulisan ke Webmaster.
Kegunaan submit itu sendiri adalah untuk memaksa google melakukan indeks terhadap tulisan yang baru kita buat (secara secepatnya). Meskipun dahulu anda sudah melakukan Submit Blog Ke Webmaster Google (seperti halnya sitemap, dll). Namun bukan berarti masalah anda dengan indeks Google sudah selesai. Google hanya siap/menjanjikan untuk kembali ke dalam Blog anda secara berkala (alias tidak setiap hari). Namun jangan salah, tidak semua tulisan yang belum di indeks akan di indeks selama tenggang waktu tersebut (hal ini bergantung kepada bagaimana dan berapa banyak tulisan yang baru anda buat).

Jadi kesimpulannya, memaksakan indeks adalah cara terbaik untuk terjadinya indeks dengan cepat (selama anda tidak melakukannya dengan/secara berlebihan). Satu hal lagi yang membuat anda harus melakukan Submit ke Webmaster adalah agar anda langsung mengetahui kualitas/urutan tulisan anda di Search Engine. Dan sekarang... "Urutan ke berapakah tulisan anda di Google?".

Semakin besar angka untuk jawaban anda, maka semakin harus anda melakukan segala macam anjuran pada nomor selanjutnya; dengan lebih giat.


#3. Mendapatkan Backlink untuk menjaga/meningkatkan urutan.
Dalam pembahasan yang mudah anda pahami, "backlink adalah rujukan". Jadi sudah seharusnya kita memahami kepentingan dari pada backlink/rujukan itu sendiri. Dalam kenyataan lain yang sangat bisa kita maklumi, setiap tulisan yang memiliki backlink/rujukan yang semakin baik setiap harinya. Maka tentunya membuat kita/Google semakin percaya dengan tulisan kita. Percaya dalam artian yang saya maksudkan adalah seberapa layakkah tulisan kita untuk dibaca? atau seberapa dibutuhkan tulisan kita untuk dibaca? Dan atau segala macam kepentingan lain...

Jadi, sudah sepantasnya kita mencuri waktu luang untuk menunggu/menemukan Backlink. Namun sangat perlu sama-sama kita mengingat, usahakan untuk tidak menyalahi aturan backlink yang mungkin ada.


#4. Rendahkan Baunce Rate anda.
Jika backlink yang anda miliki sudah lebih banyak dari saingan anda, namun tetap tidak membantu dalam hal persaingan anda. Itu berarti anda masih harus memperbaiki kualitas Bounce Rate tulisan anda. Sebenarnya, Bounce Rate itu sangat tergantung pada bagaimana cara anda menulis artikel, dan juga tergantung pada pembaca anda. Jadi, ada baiknya anda mengedit kembali/secara berkala tulisan yang anda yakini tidak memenuhi kata menarik untuk dibaca.

Dalam hal ini Bounce Rate, anda sangat harus untuk mencari target pembaca yang sesuai untuk membaca tulisan anda. Dengan harapan, agar pembaca tidak meninggalkan tulisan anda sebelum habis membacanya.

Dan jika tulisan yang anda buat memiliki terlalu banyak saingan, maka anda harus dengan sangat menjaga Bounce rate anda. Hal ini untuk membuktikan kualitas seberapa menarik tulisan anda. Untuk desas-desis yang menyebar, Bounce Rate sekarang sudah menjadi pandangan lebih penting di mata Google; didalam hal mengurutkan hasil SERP secara bertahap.

Rumor: Mungkin untuk Niche Download, Bounce Rate tidak begitu diperhitungkan.

#5. Optimalkan Deskripsi Tulisan.
Dalam hal ini anda tidak begitu perlu untuk khawatir, karena kebanyakan Search Engine sudah bisa menampilkan deskripsi berdasarkan setiap tulisan yang anda terbitkan; yang diambil dari beberapa kata yang dianggap penting dari setiap tulisan anda.

Namun jika anda ingin menargetkan Deskripsi untuk tulisan anda, anda bisa melakukannya secara manual. Hal ini perlu untuk anda lakukan hanya untuk tulisan yang memang hanya menarget satu keyword atau prase keyword yang hampir sama.
#6. Pengaruh Umur URL Blog
Jika tulisan anda memenuhi semua Kriteria di atas, namun masih kalah dalam persaingan. Hal Itu bisa saja berarti umur URL anda dikalahkan oleh umur URL tulisan lain yang memiliki keyword yang sama dengan keyword anda.

Jadi, harap maklum dan mencoba kiat Backlink dan Bounce Rate dengan/secara lebih baik lagi, karena hal itu bisa saja sanggup mengalahkan kepentingan dari pada umur itu sendiri.

#7. Memulai dari Awal.
Jika semua anjuran dalam tulisan ini sudah anda praktekkan dan masih tidak cukup mampu membuat persaingan. Sebaiknya anda mengikuti langkah ini; yaitu ubah pola/cara anda dalam hal menulis artikel dan memulai lagi anjuran saya ini dari awal.

Desis-desis Seo baru selalu menyebar setiap harinya. Anda memang harus/perlu mencoba setiapnya, tapi jangan pernah lupa; Lakukan sewajarnya, bertahap, dan kemudian silahkan menyimpulkan; mana yang harus anda pertahankan? dan mana yang harus anda tinggalkan?
Penutup:
Saya jarang melakukan Optimasi Off Page terhadap tulisan SEO saya. Kenapa? Karena kebanyakan tulisan SEO saya itu hanyalah untuk menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya (melalui akun Facebook saya). Dan lagi pula, blogger itu tidak suka mencari trik di Pencarian Google; karena mereka lebih suka bertanya pada orang yang dia anggap lebih tau (sekali lagi, saya bicara persentase lebih).

Sampailah kita pada kesimpulan: Setiap apa yang anda anggap tidak penting silahkan untuk tidak anda pikirkan, dan silahkan pertimbangkan beberapa hal yang perlu saja. Terimakasih sudah membaca, dan sampai jumpa pada tulisan saya yang lainnya. Salam #BloggerAceh.

Saya sudah cukup jujur dengan apa yang saya lakukan. Sekarang, maukah anda memberitahukan saya, Apa anda lakukan setelah menerbitkan artikel ? ? ?
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Sajak Orang Kepanasan


Karena kami makan akar
dan terigu menumpuk di gudangmu.
Karena kami hidup berhimpitan
dan ruangmu berlebihan
maka kita bukan sekutu.

Karena kami kucel
dan kamu gemerlapan.
Karena kami sumpek
dan kamu mengunci pintu
maka kami mencurigaimu.

Karena kami terlantar di jalan
dan kamu memiliki semua keteduhan.
Karena kami kebanjiran
dan kamu berpesta di kapal pesiar
maka kami tidak menyukaimu.

Karena kami dibungkam
dan kamu nyerocos bicara.
Karena kami diancam
dan kamu memaksakan kekuasaan
maka kami bilang tidak kepadamu.

Karena kami tidak boleh memilih
dan kamu bebas berencana.
Karena kami cuma bersandal
dan kamu bebas memakai senapan.
Karena kami harus sopan
dan kamu punya penjara
maka tidak dan tidak kepadamu.

Karena kami arus kali
dan kamu batu tanpa hati
maka air akan mengikis batu.


 
Grogol
13 Mei 1998
"Puisi: Sajak Orang Kepanasan (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Sajak Orang Kepanasan
Karya: W.S. Rendra
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Apa itu Jingling?
Dalam arti menurut bahasa, kata jingling berasal dari Bahasa China yang memiliki arti "gemerincing". Kata gemerincing itu sendiri sering digunakan dalam istilah untuk menyebut suara uang logam yang berjatuhan. Namun dalam arti yang harus dipahami oleh blogger, arti jingling adalah salah satu cara untuk mendatangkan visitor yang banyak dalam jangka waktu tertentu (visitor bot; alias bukan human).

Visitor = Traffik = Pengunjung

Kenapa Jingling berasal dari bahasa China?
Hal itu karena pada dasarnya, jingling adalah nama dari sebuah software yang berasal dari China. software tersebut berfungsi untuk memanipulasi visitor. Diciptakan dengan cara mengumpulkan IP (Internet Protocol) dari negara yang berbeda-beda, kemudian (IP tersebut) dijadikan sebagai visitor (anggap saja sudah paham). Sedikit lagi, IP yang dikumpulkan kebanyakan berasal dari wilayah luar Indonesia.

Saya anggap anda sudah paham dengan pengertian jingling

Bagaimana pengaruh Jingling terhadap Blog?
  • Blog akan mendapat banyak visitor. Sayangnya visitor yang anda dapatkan itu hanyalah Bot (bukan manusia), dan juga hanya didapatkan dalam konteks waktu saat melakukan jingling itu sendiri (alias tidak bertahan lama). Sebenarnya masalah ini tidak besar bagi yang cuma ingin pamer visitor, tapi hal ini masalah besar bagi yang menggunakan layanan Adsense (karena seratus persen menyalahi aturan).
  • Alexa Rank Local akan membengkak. Hal ini akibat dari pada IP visitor yang memang berasal dari wilayah yang bukan negara kita. Kabar baiknya, Alexa Rank Global anda akan semakin baik/mengecil (sayangnya, ini adalah cara curang).
  • Blog anda akan mendekati Banned Google. Hal ini memang tidak memiliki keabsahan secara seratus persen, karena inti yang ingin saya sampaikan adalah jingling itu layaknya mengundang Banned dari google.
Bagaimana pengaruh Jingling terhadap SEO?
Salah satu cara Mesin Pencarian (sebut saja Google) menghitung peringkat SERP adalah dengan cara memperhatikan Bounce Rate suatu URL. Jika semakin kecil Bounce Rate setiap harinya, berarti posisi artikel anda akan semakin naik setiap harinya (bukan bicara pasti, tapi bicara kebiasaan). Desas-desis ini semakin marak dibicarakan dalam Forum Seo Luar Negeri.

Bounce Rate adalah perhitungan menit kunjungan visitor blog.

Jadi pengaruh jingling terhadap SEO adalah IP/visitor yang berputar pada situs anda beralih setiap menit/detiknya. Hal itu akan mengakibatkan perhitungan Bounce Rate semakin (cepat) besar. Sekedar Informasi: semakin besar angka Bounce Rate, maka semakin tidak bermutu tulisan anda di mata Mesin Pencarian (kecuali mungkin perhitungan untuk Blog Download). Dan walaupun anda bisa mengolah menit perputaran IP/visitor dalam hal jingling itu sendiri, tetap saja ini curang (ingat! segala kecurangan itu bukan hal yang baik untuk anda).

Pengalaman Jingling dan Manfaatnya terhadap Alexa Rank.
Pada satu kesempatan, sebenarnya jingling itu ada manfaatnya. Seperti dahulu ketika saya baru membangun Blog ariefsigli.blogspot.com. Saya heran, "kenapa blog saya tidak pernah ada perhitungan  Alexa Rank? Padahal menurut saya sudah harus diperhitungkan".

Lalu saya bertanya kepada seorang master (sebut saja Bang RDK). Untuk menjawab pertanyaan saya, beliau memberikan saya sebuah link/situs (untuk beberapa alasan, saya merahasiakan situs tersebut). Nah, situs tersebut berfungsi sebagai Pemalsu Visitor; alias jingling. Hari itulah pertama kalinya saya kenalan dengan yang namanya jingling; dan pada saat yang sama pula saya melakukan jingling terhadap blog saya sendiri. Dan esoknya, Alexa Rank blog saya sudah mempunyai angka. Cara ini sangat efektif (hingga saat ini, saya selalu melakukan cara ini untuk blog yang baru saya daftarkan).

Kenapa Jingling berpengaruh terhadap Alexa Rank?
Perhitungan angka yang dilakukan oleh Alexa Rank adalah berdasarkan visitor situs (sayangnya mereka tidak peduli dengan visitor yang bagaimana). Jadi untuk yang belum memiliki angka Alexa, anda bisa mencoba trik ini. Tapi usahakan hanya untuk konteks blog baru; yang tidak ada Adsensenya (karena bisa saja hal ini menimbulkan bermasalah). Dan jika Alexa Rank sudah dihitung, sebaiknya jauhi trik ini. Salah satu alasannya adalah hal ini akan mengakibatkan Alexa Rank Indonesia situs anda membengkak.

Pengalaman serangan Jingling.
Hampir semua blog yang saya kelola selalu menerima kehormatan kena serangan jingling. Bisa dikatakan, saya memang sudah berteman baik dengan jingling. Saya malahan sudah tidak tau lagi bagaimana cara menceritakan semua pengalaman tersebut.

Dan berdasarkan pengalaman saya; ketika sebuah blog pertama kali mendapatkan serangan jingling, maka visitor di keesokan harinya akan menurun sebanyak 1/3 dari angka biasanya (bahkan semakin hari semakin ke bawah). Kita persempit saja pembahasan dengan hanya membahas pengalaman terhadap blog ini.

Seminggu setelah memasang domain, blog ini langsung mendapat serangan jingling. Sungguh sambutan yang sangat bagus. Saya merasa sedikit senang; setidaknya ada yang merasa tersaingi dengan keberadaan blog ini (aneh ???). Pada saat itu, visitor blog ini memang sedang menurun (akibat pergantian domain). Dan karena ditambah dengan serangan jingling tersebut, lengkap sudah penderitaan visitor.

Rangkaian visitor minggu pertama, awalnya berada pada angka 700/Day (dalam angka rata-rata). Serangan jingling membuatnya berada pada angka 200-an (untuk hari pertama setelahnya). Kemudian pada hari selanjutnya, saya memaksakan diri untuk menerbitkan 2 artikel (padahal sedang malas nulis). Setelah itu, saya melakukan ping terhadap segala macam Search Engine agar melakukan reviews terhadap blog ini. Hari selanjutnya juga saya menerbitkan artikel lagi. Hingga kemudian (dalam waktu 5 hari), visitor kembali menjadi normal. Begitulah kira-kira cerita pertengahan tahun 2015 lalu. Seterusnya, dan seterusnya...

Kenapa Jingling berefek kepada Visitor?
Ya, kenapa jingling selalu membuat blog yang terkena serangan akan menurun visitornya? Itu adalah pertanyaan yang masih saya terka jawabannya. Mari menyimak bagaimana terkaan saya...

Orang melakukan jingling terhadap blog kita dengan bermacam cara, ada yang dengan cara serangan backlink terlarang (pembahasan ini masih menjadi masalah saya), ada yang memang dengan cara membawa visitor semata (Not Human). Kemudian segala macam data jenis visitor blog kita tersebut sampai kepada google (baik karena dipanggil oleh si pelaku serangan atau ping, atau memang google yang mengetahui dengan sendirinya).

Kemudian google (Mesin Perayapan) masuk ke dalam blog kita untuk menyelidiki sumber visitor, dan ketika google sudah menyimpulkan, akhirnya google mencabut beberapa indeks untuk blog kita (atau disebut de-indeks). Sebuah blog hanya akan mengalami hal ini, apabila blog tersebut memang memiliki tulisan yang bermasalah atau juga memiliki backlink yang bermasalah. Namun jika sebuah blog tidak bermasalah,  anda tidak perlu khawatir.

Hal itulah yang membuat blog besar tidak/jarang mengalami efek ketika mendapat serangan jingling. Namun yang pastinya, anda harus belajar cara mengelola webmaster dahulu agar sedikit memahami keberadaan indeks blog anda.

Apakah Google mengetahui keberadaan Jingling?
Saya tidak menjawab iya, tapi mari pahami sendiri... Google itu juga merupakan pemilik dari pada "Google Analytic" dan juga pemilik "Google Adsense"; yang dimana kedua situs tersebut memiliki cara berbeda dalam hal menghitung visitor. Selain itu, google juga pemilik "Google Webmaster"; yang ikut bertugas memperhatikan Visitor blog. Jadi (sekali lagi), ketiga situs tersebut memiliki cara yang berbeda-beda dalam hal menghitung visitor. Jadi menurut anda, Apakah Google mengetahui keberadaan jingling? Apakah Google mengetahui sumber Visitor anda?

"Jingling adalah"


Penyelesaian masalah Jingling
Pada pengalaman saya (dalam beberapa blog), hanya serangan jingling pertama saja yang berdampak pada visitor, serangan kedua dan selanjutnya itu tidak lagi menjadi masalah (jika kita mampu mengatasi permasalahan serangan pertama). Alasannya simple: pada saat sebuah blog mendapat serangan jingling, maka google akan heran, "loh, kok blog ini banyak banget visitor hari ini? Padahal kemarin biasa saja?".

Kemudian google menyelidiki asal visitor tersebut (menyelidiki/merayapi lebih dalam). Jadi selama google menetap di dalam blog anda, silahkan buatlah beberapa artikel untuk anda terbitkan pada hari tersebut. Hal itu akan membuat Google memberi sebuah Label/Cap terhadap Blog anda (sebut saja Cap Aman).

Dan ketika serangan jingling kedua datang, google akan heran (lagi), "loh, kok blog ini banyak banget visitor hari ini ya?".

Kemudian Google membuka daftar Label/Cap, dan ternyata blog tersebut sudah mendapatkan Cap Aman. Jadi google tidak akan mempermasalahkan lagi blog anda, "semenurut saya sih gitu, hehe".


Penutup masalah Jingling
Jadi saat blog anda terkena serangan jingling, silahkan berpura tidak tau apa-apa dan langsung menyiapkan beberapa artikel untuk anda terbitkan; agar anda mendapat Cap Aman. (Sekedar Informasi) Pelaku serangan jingling biasanya adalah saingan anda atau orang yang benci dengan keberadaan blog anda atau memang orang yang hanya iseng. Saya tidak tau siapa yang merasa tersaingi dengan blog saya; yang pastinya pelakunya adalah blogger yang mengenal saya (saya tau itu). Nah, begitulah prinsip Blogger Indonesia (sungguh disayangkan), Blog Bodoh seperti yang saya punya saja dianggap saingan.

Jadi jika blog anda sudah mendapat serangan jingling; maka selamat! Karena blog anda sudah naik kelas! Dan selamat juga, tulisan saya sudah di akhir kalimat; salam dari #BloggerAceh!

Tulisan jingling adalah... teman ini membutuhkan sedikit pengalaman untuk anda memahami. Harap Kritikan bila saya salah dalam menjelaskan. Terimakasih sudah menjadi bagian dari kami.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
"Ujong Pancu, Pulau Bunta, Peukan Bada"
Wisata Ujong Pancu - Mungkin jaraknya hanya sekitar 7-8 Kilo Meter dari Pusat Kota Banda Aceh, tapi tidak semua orang mengetahui keberadaan tempat ini. Kami masih termasuk beberapa orang yang beruntung, sehingga sempat menjadi Wisatawan untuk tempat ini. Perjalanan ini pun bukan akhir; karena setelah hari ini, kami akan kembali lagi ke tempat ini, Ujong Pancu, Peukan Bada, Aceh besar.

Satu-satunya alasan kami harus kembali adalah kami belum sempat menjelajah ke seluruh tempat bersejarah yang berada di sana. Salah satu maksud saya adalah Makam Ulama Besar Aceh yang bernama Hamzah Al-Fansyuri (Panggilan: Tengku. Ujung Pancu). Beliau adalah Ulama Sufi dan Sastrawan yang memiliki sejarah pada Abad 16-17.

Perjalanan ini berakhir tepat di ujung jalan (maksud saya: benar-benar di ujung jalan). Di sana terdapat sebuah Warung kecil yang disebut Warung Jajakan makanan. Tiba di sana, kami langsung di buat heran dengan sajian pertama, Telur Penyu Rebus (Bahasa Acehnya: Boh Punyie).
"Telur Penyu Rebus atau Boh Punyie"
Di tempat ini anda akan menjumpai banyak pemancing, karena memang tempat ini adalah tempat yang paling cocok untuk Hobby tersebut. Selain itu, anda juga bisa menghabiskan waktu untuk menunggu Sunset yang akan sangat memukau dari tempat ini.
"Pulau Bunta"
Arief dan Pulau Bunta.
Lihatlah sebuah pulau yang saya tunjukkan itu, sungguh amazing bukan? Tenang, pulau ini tidak ada penghuninya. Satu-satunya cara termudah untuk tiba di sana adalah dengan menyewa perahu kecil milik nelayan di sekitar sana. Tenang, saya belum melakukannya, karena ketika kami berada di sana, tidak ada layanan untuk hal tersebut, sungguh menyedihkan. Untuk menghilangkan sedikit sesal itu, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk ber-selfie ria.
"Agus dan Ujung Pancu"
"Arief dan Ujung Pancu"
"Arief dan Ujung Pancu"
"Pulau Bunta"
Bagaimana? Penasaran dengan bagaimana suasana tempat ini? Jangan terlalu, karena dalam waktu beberapa hari lagi, saya akan menulis lagi lebih lengkap untuk anda, jadi silahkan menunggu dengan sabar, hehe. Sebagai penutup untuk tulisan Wisata AcehUjong Pancu ini saya berikan kepada anda sebuah Foto hasil edit saya.
"Ariefsigli dan Wisata Aceh"
"Ariefsigli dan Wisata Aceh"





Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Bila Kutitipkan


Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung.

Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai.

Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang.

Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Pastilah gunung meluapkan api.

Tapi...

Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku.

Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku.

Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut pahamku.

Kusimpan sendiri.
 
 
"Puisi: Bila Kutitipkan (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Bila Kutitipkan
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat


Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori?

Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?

Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?

Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?

Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?

Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?

Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?

Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri?

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?

Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?

Kalau kau sibuk merenung arti cinta saja
Kapan kau bercinta?

Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau sempat menyadari kebijakan khutbah?

Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri?

Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja
Kapan kau 'kan mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?

Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?

Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau akan memuisi?

Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?

Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja
Kapan kau sampai intinya?

Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifatinya?

Kalau kau sibuk memakrifatinya saja
Kapan kau bersatu dengan-Nya?

"Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengar jawaban!"
 
  
"Puisi: Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Doa
Kami tak berani menatap langit
bumi yang terbaring
terus mengerang
menghisap air mata kami.

(Tapi tak menghilangkan, sayang
bahkan menambah dahaga)
   
"Puisi: Doa (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Doa
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Batu Karang
Kerdipan suar itu mengisyaratkan
awas di depanmu ada karang.

Juru mudi menangkap isyarat itu
lalu memutar haluan.

(Isyarat demi isyarat 'ku lontarkan mengapa selalu kau abaikan?)
  
Tanjung Balai Karimun 1977
"Puisi: Batu Karang (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Batu Karang
Karya: Aldian Aripin
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Akulah Tanah Air

Akulah tanah air
ibu tua dengan jutaan anak
yang mengeluh dan meratap
berjalan dengan kepala tertunduk
dan langkah yang tersaruk

Akulah itu
yang menyaksikan anak-anakku
merengkuh dayung nestapa
berkayuh tengah malam gelita
sendu tangisnya: mama, mama!

Akulah itu
si tua bangka
yang terbaring lesu
baru bangkit dari sakit yang lama.
  
1966
"Puisi: Akulah Tanah Air (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Akulah Tanah Air
Karya: Aldian Aripin
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Syair Perahu

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i'tikat diperbetuli sudah.

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.

Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.

Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.

Muaranya dalam, ikan pun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.

Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikan pun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.

Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba'id.

Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.

Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.

Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.

La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.

Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguh pun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.

Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar.

Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.

Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu 'azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.

Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na'am, siang dan malam.

Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras, ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.

Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.

Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.

Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]
iman Allah nama kemudinya,
"yakin akan Allah" nama pawangnya.

"Taharat dan istinja'" nama lantainya,
"kufur dan masiat" air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.

Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
"Allahu Akbar" nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.

"Wallahu a'lam" nama rantaunya,
"iradat Allah" nama bandarnya,
"kudrat Allah" nama labuhannya,
"surga jannat an naim nama negerinya.

Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam'ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.

Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.

Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.

Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.

Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
***

Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.

Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?

La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.

La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma'rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.

La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da'im dan ka'im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.

La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,
siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.

La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.

La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma'rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.

La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.

La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.
 

"Puisi: Syair Perahu (Karya Hamzah al-Fansuri)"
Puisi: Syair Perahu
Karya: Hamzah al-Fansuri
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Penerimaan

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi...
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.


Maret, 1943
"Puisi: Penerimaan (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Penerimaan
Karya: Chairil Anwar
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Surat-surat tentang Lapar


untuk Atiek,
di Gunung Kidul.

Tandus kapur mengepung
Cinta pedih rembulan gunung
Kesetiaan penghuni malam-malam hari
Mendesak lapar dan erang sunyi

Dan membisu mati ini
Di punggung kapur tanah putih
Menangkis seribu musim paceklik
Menanti kembali setiap detik


untuk Mardi,
di kota kelahiran.

Di seluruh tanah, di seluruh kemarau
Bayangan tangan rebah menjangkau
Menghempas tinju ke sepi segala
Antara malam dan dengkur lupa

Dan tentang esok
Di pagi putih kemuning rontok
Kembali lagi senyum abadi
senyum yang lapar, yang bersendiri


untuk Don,
dan untuk Basuki.

Lapar berada di senja begini: yang berdalih
Dari segala jemari letih
Yang terangguk dalam gemetar malam buta
Yang tersisih jauh dari kata.


1961
"Puisi: Surat-surat tentang Lapar (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Surat-surat tentang Lapar
Karya: Goenawan Mohamad
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Suksesi


Jangan ngomong kalau tadi kau pilih partai
lain demi menghindari calon wakil rakyat atau
pemimpin yang tak berpihak pada rakyat jangan takut
dimusuhi diancam apalagi dipukuli karena kau telah
menerima kaos sabun mandi beras gula dan kopi
jangan cemas sebab memilih adalah hak kamu untuk
menentukan yang terbaik dari yang terburuk.

Yakinlah roda becak roda angkot dan roda glodok
mulungmu lebih berharga dari kursi yang mereka
perebutkan hari ini yakinlah kursi reot di rumahmu
atau kursi kering di kantormu lebih berharga dari
kursi yang mereka perebutkan hari ini jadi jangan
lagi kompromi dengan mereka yang pura-pura bijaksana
kalau akhirnya akan mencabik-cabik dan membunuh
aspirasi kita.

Sekarang buka mata buka telinga membaca yang bijak
pilih yang berakhlaqul qarimah dan ingat kalau
kau memilih warna jangan lupa keberanian kalau
kau memilih angka jangan lupa kepribadian sebab
antara warna dan angka tersembunyi watak negarawan
dan bajingan juga pahamilah bahwa kehancuran
republik ini karena kemarin kita telah salah
memilih mereka yang diyakini mampu memimpin
diam-diam telah bersekutu dengan pengkhianat dan jin.

Antara koruptor maling penipu dan pembunuh kerjasama
dengan para penegak hukum antara perampok pemerkosa
dan pecundang kongkalikong dengan wakil-wakil rakyat
akhirnya kita jadi keledai tersaruk-saruk di bawah
kekuasaan yang tergadai sekali lagi pahamilah
bahwa kekayaan kesederhanaan kemiskinan dan
ketertindasan sementara menjadi nasib kita
sedangkan partai jabatan dan kekuasaan adalah milik
mereka jadi kita harus mengerti siapa jembatan yang
merakyat dan siapa jembatan yang melaknat dan kita
juga harus mampu membaca mana simbol rakyat dan
mana simbol laknat sebab perjalanan indonesia lalu
adalah guru penguasa yang tidak punya malu.



Pringkasap, Indramayu

"Puisi: Suksesi (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Suksesi
Karya: Acep Syahril
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Sekolah merupakan tempat belajar anak anak kita guna menuntut ilmu supaya bisa menjadi penerus bangsa di kemudian hari. Untuk itu perlu semangat yang tidak pernah selesai oleh si anak untuk pergi sekolah. Salah satu moodbooster yang bisa membuat seorang anak semangat terus pergi ke sekolah adalah jarak yang dekat antara rumah dan sekolahan-nya.

Jarak yang dekat membuat si anak tidak kehabisan tenaga di jalan sehingga dirinya bisa aktif di sekolahan. Untuk itu, buat yang tengah mencari orang yang menjual rumah cobalah cari rumah yang dekat dengan sekolahan supaya anak-anak kalian nantinya bisa happy semangat terus sekolahnya. Rumah yang lokasinya dekat sekolah merupakan rumah yang bagus karena daerahnya sangat ramai lalu lalang anak-anak dan orang tuanya, sehingga bisa juga dijadikan tempat jualan misalnya karena daerahnya merupakan daerah yang hidup.

Membeli rumah yang dekat sekolah dibutuhkan semangat ekstra karena akan banyak pesaing yang juga ingin membeli rumah di dekat sekolah itu. Dan pada ujung-ujungnya adalah tinggi-tinggian harga lah yang terjadi.

Bagi mereka yang menjadi penjual rumah dengan jeli, ini tentunya tergolong ke dalam orang-orang yang beruntung karena rumahnya itu diperebutkan oleh banyak orang seperti rumah dijual di jakarta

Harga jual dari rumah dekat sekolah merupakan salah satu yang cukup mahal di Indonesia. Karena selain bisa memberikan keuntungan bagi si anaknya, nanti ketika sekolah juga bisa dijadikan tempat jualan atau usaha yang dijamin ramai. Selain itu, kawasan rumah yang dekat dengan sekolah itu biasanya merupakan kawasan yang kondusif karena merupakan kawasan pendidikan. Rumah yang dijual dekat dengan sekolahan pun sangat cocok sekali dijadikan tempat usaha fotokopian misalnya atau dibangun perpustakaan supaya anak-anak sekolah pulang sekolah bisa berkunjung ke perpustakaan yang kita bangun, agar gemar membaca sejak dini bisa ditanamkan.

Dengan demikian rumah yang kita miliki tidak hanya bermanfaat sebagai tempat berteduh, akan tetapi jauh dari itu juga turut mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia ini. Dan kami pun hanya memberi pilihan, urusan anda memilih tidaknya, sangat bergantung kepada diri anda sendiri. Mari berubah bersama kami.

urbanindo

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Jika rumah yang ada di perumahan elit hanya bisa dimiliki oleh masyarakat kalangan menengah ke atas. Maka rumah yang lokasinya masuk gang (seperti rumah dijual di jakarta) merupakan jenis rumah sejuta umat yang bisa dimiliki oleh siapa saja.

Perkotaan di Indonesia ini tidak bisa terlepas dari yang namanya pemukiman yang bentuknya gang ke gang karena kepadatan penduduk yang sangat jenuh di wilayah perkotaan tersebut. Hal ini membuat terbentuknya kantung-kantung pemukiman yang sangat besar, sehingga jalan-jalan pun menjadi kecil. Untuk memiliki rumah yang masuk gang pun masih banyak yang diperjualbelikan. Hanya saja kebanyakan transaksi jual beli rumah yang masuk gang dilakukan secara konvensional.

Masih jarang sekali orang memanfaatkan jasa online untuk menjual rumah yang berada di dalam gang tersebut. Harga rumah masuk gang pun variatif tergantung seberapa dalam rumahnya masuk ke gang. Semakin dekat dengan jalan, maka semakin mahal harga rumahnya dan begitu pula sebaliknya, semakin dalam masuk ke gang maka semakin murah harga rumah tersebut.

Harga jual rumah yang masuk ke gang berkisar di angka seratus jutaan sampai dua ratus jutaan saja dan itu masih bisa nego tergantung kondisi bangunan rumah yang dijualnya tersebut. Jika bangunannya masih bagus meskipun ada di dalam gang yang jauh ke jalan maka harganya masih bisa bersaing di pasaran jual beli property rumah tersebut.

Buat kalian yang hendak menjual rumah masuk gang sekalipun sebaiknya segera coba mengiklankan lewat online karena peluangnya masih sangat besar mengingat minimnya orang yang melakukannya, sehingga kalian bisa dapat konsumen lebih banyak. Jual rumah masuk gang via online ini pun bisa menjadi suatu terobosan baru; dimana membuat jual beli online menjadi tradisi atau kebiasaan di zaman sekarang karena sifatnya yang mudah dan juga praktis sehingga memanjakan dari sisi si penjual maupun di pembeli rumah, termasuk rumah yang masuk gang itu sekalipun. Yuk segera ngiklan di internet tentang jual beli rumah masuk gang untuk keuntungan nyata di depan mata.
"Jual Rumah Masuk Gang"
URBAN INDO . COM
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Cara Blokir Situs -  Terkadang kita merasa jengkel; dimana kita sedang mencari informasi di Mesin Pencarian, namun kita malah menemukan informasi yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Secara pribadi, saya sering mengalami hal ini. Dan setelah sekian lama berteman dengan Google, akhirnya saya menemukan cara untuk mengatasi masalah ini. Dan kabar baiknya untuk anda, saya akan membagikan cara tersebut kepada anda sekalian.

Cara Blokir Situs Di Komputer menggunakan Google Chrome yang menjadi pembahasan kita kali ini adalah sebuah Ekstensi milik dari pada Google Chrome. Jadi, untuk anda yang menggunakan Browser selain Google Chrome, silahkan untuk menggunakan cara yang lain (menyesuaikan). Mari kita berkenalan dulu dengan inti pembasahan.

Nama Ekstensi yang mampu untuk memblokir Situs di Browser anda adalah Personal Blocklist. Tugasnya adalah menghentikan tayang terhadap Situs yang tidak ingin anda lihat di Mesin pencaraian Google (alias memblokirnya). Namun Ekstensi ini tidak bekerja secara menyeluruh, ekstensi ini hanya akan bekerja untuk memblokir situs yang ada di SERP atau Hasil pencarian Google.

Saya sudah coba mempraktekkannya pada Mesin Pencarian lain, namun tidak bekerja. Anda boleh mempraktekkannya sendiri (karena siapa tau saya salah). Mari kita masuk ke dalam tahap pembelajarannya.

Cara Install Personal Blocklist
  • Silahkan Buka atau klik Personal Blocklist (hanya jika anda memakai Browser Chrome).
  • Kemudian Silahkan melakukan Klik pada tulisan Tambahkan Ke Chrome.
"Cara Blokir Situs Di Komputer"
  • Tunggu beberapa saat, sampai proses install berhasil (biasanya tidak lebih dari 1 menit). Jika sudah berhasil, maka anda akan melihat tampilan seperti gambar di bawah ini :
"Cara Blokir Situs Di Komputer"
  • Proses Install Berhasil.

Tata Cara Memblokir Situs dengan Personal Blocklist
Saya menyarankan anda untuk memblokir situs yang memang benar-benar pantas untuk di blokir. Jangan sampai anda memblokir situs yang salah. Karena hal ini nantinya akan berpengaruh pada Informasi yang akan anda dapatkan dari Mesin Pencarian Google, setelahnya. Saya membagikan cara ini hanya dengan tujuan untuk membantu google menampilkan informasi yang ramah dan layak untuk di lihat baik oleh anak kecil dan orang dewasa. Untuk tata caranya, silahkan anda melakukan seperti tahap berikut ini :
  • Oleh karena Ekstensi ini hanya bekerja pada Mesin Pencarian Google. Maka silahkan buka Google.com.
  • (Hanya) ketika ada informasi yang salah tempat, silahkan anda mempraktekkan cara ini. Sebagai Contoh, saya akan memperlihatkan kepada anda situs yang memang sangat ingin saya blokir.
"Cara Blokir Situs Di Komputer"
  • Jika anda melakukan Klik pada tulisan dari setiap Kolom Merah yang saya berikan dalam gambar di atas. Maka hasil tersebut akan dihilangkan (alias terblokir). Ingat, jika anda melakukan Klik itu artinya anda selamanya tidak akan pernah lagi melihat hasil untuk domain yang sudah anda Blokir tersebut (hal ini bekerja secara menyeluruh untuk hasil selanjutnya di Mesin Pencarian Google).
Nah, Begitulah Tutorial Singkat Cara Memblokir Situs di Komputer menggunakan Google Chrome. Semoga Tulisan ini dapat membantu anda untuk menemukan Informasi yang anda inginkan. Selamat Mencoba!
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
PASIR PUTIH -  Saya akan bercerita lagi tentang Keindahan Bumi Aceh. Kali ini saya akan membahas tentang Pantai Lhok Mee atau lebih dikenal dengan nama Pantai Pasir Putih. Perjalanan ini saya tempuh bersama sahabat saya : Hidayat Arsala.
"Hidayat arsala di pantai pasir putih aceh besar"
Beranjak dari Kota Banda Aceh, kami berencana untuk melakukan perjalanan menuju Sigli (alias pulang ke kampung halaman). Dan yang menjadi cerita kali ini, kami tidak memilih jalur yang biasanya digunakan untuk arah jalur Mudik Banda Aceh-Sigli. Kami memilih jalur yang rumit, alias jalur yang masih jarang (dan sangat jarang) digunakan untuk perjalanan panjang tersebut.

Perjalanan ini memang tidak sepenuhnya tentang cerita Mudik. Karena kami ingin merasakan yang namanya Pantai Pasir Putih-nya Kota Aceh Besar. Dalam perjalanan ini, anda akan terlebih dulu menjumpai sebuah Pabrik Semen yang bernama Pabrik Semen Padang. Pabrik tersebut memang bukan pemandangan yang indah, tapi laut yang tepat berada di belakangnya adalah hal yang akan sangat jarang anda jumpai di Kota Aceh. Jika anda berdiri di atas bukit yang berada di sekitar Pabrik Padang Semen tersebut, anda akan menikmati laut yang penuh dengan perahu kecil. Sepintas akan terlihat seperti Jalur Perdagangan Laut.
"Hidayat arsala di semen padang, aceh"
"Arief Munandar di semen padang, aceh"
Lanjut dari sana, kita akan menjumpai lagi sebuah tempat menarik, yaitu Bukit Suharto. Sempat kami menyinggahi, tapi tidak sempat mengabadikannya. Karena pun, kami datang pada hari yang salah (alias hari sepi). Hanya ada beberapa pemuda yang duduk manis di sana, dan hanya beberapa saat pula kami berdiri di sana, kemudian melanjutkan perjalanan, lagi.

Tibalah kami di Desa Lamreh, tempat yang dimana yang sudah saya sebutkan di dalam judul tulisan ini. Yang awalnya kita jumpai bukanlah Pasir Putih, melainkan Tebing Lamreh. Tapi kami tidak menyinggahinya, karena tujuan utama kami memang ke Pasir Putih (alias untuk menikmati Pasir, bukan Tebing-nya, haha).

Dan tidak berjarak jauh dari Tebing Lamreh tersebut, tibalah kita di Pasir Putih yang akan kita bicarakan. Ini adalah kali ketiganya saya berada di sini, sungguh luar biasa! (Sekedar info: angka tiga adalah angka favorit saya).
"Arief Munandar di pasir putih"
"Hidayat Arsala di pasir putih"
Salah satu yang membuat Laut ini berbeda dengan laut kebanyakan adalah, laut ini dihiasi oleh tanaman laut yang tumbuh langsung di bibir laut, saya tidak tau harus menyebut nama untuk tumbuhan itu (Silahkan menebak sendiri, karena saya tidak tau). Terlihat aneh jika kita pertama kali melihat tumbuhan ini (mungkin, hanya perasaan saya), tapi begitulah kenyataannya.
"pantai pasir putih aceh besar"
"pantai pasir putih aceh besar"
"pantai lhok mee aceh"
Yang terlihat pada gambar di atas adalah Tebing Lamreh (yang saya sebutkan di atas). Benar kan apa kata saya? Tebing Lamreh dan Pasir Putih itu dekatnya pakai banget (alias bisa di pandang mata). Wisatawan disini biasanya akan menyibukkan dirinya dengan aktivitas Snorkeling atau sekedar menyelam tanpa alat bantu. Ada juga yang menyewa perahu bebek, karena di sana sarananya memang sudah termasuk lengkap. Dan untuk anda yang tidak bisa berenang jangan terlalu khawatir, tempat ini sudah di batasi area untuk anda berenang bebas. Dan asalkan anda tidak keluar dari jalur tersebut, itu artinya anda aman.

Mohon maaf, saya tidak berhenti di antara orang banyak tersebut, tapi saya dan kawan saya pergi ke tempat paling ujung dari Pasir Putih tersebut. Saya hidupkan lagi Sekuter saya, menyisiri Pantai yang indahnya pakai aduhai. Dan tentunya, tidak ada satupun orang yang mengganggu kami (alias tidak ada yang bersama kami). Foto di bawah ini, akan membuktikan bahwa kiri kanan laut tempat kami berada adalah Kosong.

"arief di pantai lhok mee aceh"
"Hidayat di pantai lhok mee aceh"
Benarkan? Jiwa petualang yang kami miliki memang aneh, kami kurang suka diganggu ketika kami tidak ingin mengganggu orang lain, haha. Sebenarnya kalimat ini tidak nyambung, hanya tertulis akibat sedang ingin curhat, haha.

Biasanya saya langsung menyebur, kalau melihat air laut. Namun berhubung kami hanya singgah sebagai Acara Pengindah Perjalanan Balik Kampung, ya main basah-basahan celana saja. Semoga masih ada lain hari untuk cerita mandi laut-nya.
"Hidayat di pantai lhok mee aceh"
Tempat ini biasanya disinggahi oleh keluarga besar yang ingin mendapat jatah libur akhir pekan. Nasib baik, kami tiba di Pasir Putih pada hari yang bukan disebut hari minggu. Jadi, kami hanya menjumpai beberapa keluarga saja, dan juga hanya rombongan pramuka yang datang menggunakan 3 Bus (penumpangnya memang termasuk kategori penuh, ketat, arat, dan padat). Kisaran ratusan orang sajalah kala itu. Hal itulah yang membuat kami tidak merasa terlalu dipedulikan di tempat ini.

Pada hari itu, kami juga mendapati anak muda sedang bermain bola di Bibir Pantai. Tidak berjarak jauh dari sana, ada juga anak-anak kecil yang sedang membangun Istana Pasir, ada juga yang main lempar-lempar Frisbee bersama keluarganya, pokoknya ada-ada saja yang bisa dilakukan di laut. Sungguh syahdu sekali pemandangannya. Dan sayang beribu sayang, tidak sempat kami abadikan.
"bukit lamreh"
Tempat indah ini adalah tempat bebas (Free Zona), tapi anda akan dikenakan biaya masuk per/orang Rp.5000 (Biaya Pada Akhir Desember 2015). Bukan main, bukan? Uang tersebut kami sebut dengan Tiket Masuk. Murah banget lah itu? Anda harus merasa rugi kalau tidak sempat kemari :D

Secara Pemetaan, kawasan ini (Pasir Putih) terletak di Dusun Lhok Mee, Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Seperti yang saya katakan di atas, jika kita memulai jalur ini dari Kota Banda Aceh, selanjutnya Aceh Besar (Krueng Raya). Maka kita akan bisa mengakhiri jalur ini di Laweung, Kabupaten Pidie (dan memang begitulah tujuan perjalanan ini). Seperti kata pepatah, sambil menyelam, minum air, pakai kuku bima, ditambah susu. Yang artinya, sambil melakukan perjalanan ke Sigli, minum air di Pantai Pasir Putih, ditambah minum pasirnya sekalian, haha.

Nah, jika anda berada di kawasan Banda Aceh, maka anda hanya membutuhkan waktu barang 1 jam untuk sampai di Pasir Putih (kategori kurang lebih). Dalam Cerita Saya, waktu tempuh-nya adalah 1 jam setengah, itu karena kami berhenti di sebuah tempat; untuk makan siang dan (Sorry Privasi, haha). Dan seperti biasa juga, Dua Sijoli yang sudah lama tidak bersua ini, pastinya menghabiskan setiap waktu untuk berbicara sesuatu yang sudah dianggap sejarah oleh orang lain. Hal itulah yang menghambat kami sedikit terlambat sampai ke Lokasi Pasir Putih.

Sebenarnya, anda bisa saja lebih cepat untuk sampai di sana. Hanya saja, saya tidak menyarankan anda untuk ngebut. Karena kata nenek saya, ngebut itu berbahaya. Mari lanjut cerita lagi...

Makanan khas di tempat ini adalah ikan bakar, kelapa muda, dan Mie Rebus/Goreng. Tenang, berhubung ini adalah Aceh, anda juga bisa memesan Kopi Hitam. Jika anda alergi dengan kopi, sebaiknya anda jangan ke Aceh, karena anda tidak akan menemukan tempat yang tidak ada kopi-nya  di sini (sebenarnya ngak separah itu, saya cuma menakut-nakuti saja).

Nah, di Pinggir pantai Pasir Putih ini, sekarang ini sudah dipenuhi dengan Warung Jajakan makanan; bahkan hampir seluruh pandangan anda adalah Warung (jika anda membalikkan badan berlawanan arah laut). Jadi, anda tidak akan mati kelaparan kalau ke sini.

Segala macam gambar/Foto di dalam tulisan ini, kami abadikan di bagian paling ujung dari Pasir Putih, yang memang tidak ada (jarang) yang datang. Jadi, di sini adalah pengecualian untuk Letak Warung yang saya bicarakan di atas.

Menurut tanya jawab singkat bersama Si Mbak Penjual Jajanan salah satu warung di sana (yang tidak sempat saya foto). Pantai Pasir Putih ini baru di buka menjadi Tempat Rekreasi adalah pada tahun 2006, alias 2 tahun setelah Tsunami melanda Kota Banda Aceh (dan juga Aceh secara keseluruhan). Saya mulai berasumsi bahwa Pasir Putih baru ditemukan setelah Tsunami 2004 silam, haha.
"Arief di pantai pasir putih aceh besar"
Berjalan di Bibir Pantai adalah hal yang selalu saya senangi, bahkan saya sempat bermimpi; suatu hari nanti, saya akan berjalan setiap pagi menyisiri pantai bersama istri dan anak perempuan saya (Sorry saya belum kawin, jadi saya belum punya anak perempuan, haha).

Soal Hobby, memang sukar di takar. Jadi, anda boleh memilih untuk tidak menyisiri Pantai di suatu hari nanti, karena menikmatinya saja sudah merupakan anugerah tersendiri. Lanjut cerita, kita tinggalkan Pasir Putih... Dan melanjutkan perjalanan...

Di sela-sela perjalanan ini, kami menemukan sebuah ladang rumput yang indah sekali. Kawan yang sama gilanya dengan saya menyuruh saya untuk berhenti dan mengabadikan sejarah itu. Oleh karena sama-sama gila, berhentilah kami untuk mengambil beberapa gambar.
"lamreh aceh besar"
"lamreh aceh besar"
Tutup cerita, itulah foto yang terakhir kali kami abadikan dalam perjalanan ini. Kisah Perjalanan Menikmati Pasir Putih ini, tidak akan pernah kami lupakan (kecuali hilang ingatan, haha). Sampai jumpa lagi pada Tulisan Wisata Aceh yang lainnya.  Harap ditunggu ya, setelah hari ini, akan ada lagi tempat yang akan membuat anda berkata "Wow".