loading...

Ballada Gadisnya Jamil, Si Jagoan


Begitu ia masuk ke dalam kali
perawan dengan dada-dada pepaya.
Sebab kedua matanya
telah ia tatapkan pada bulan
dan terkaca pada segala
hidup bukan lagi miliknya.

- Jamil! Jamil!
Bahkan pandang terakhir
tiada aku diberinya.
Punahlah sudah punah
lelaki yang hidup dari luka.
Kerbau jantan paling liar
memberi gila di dada berbunga.

Begitu ia masuk ke dalam kali
ikan larikan kail di rabunya
di pusaran putih
segala tuba.

- Jamil! Jamil!
Amis darah di mulutnya
kukulum keraknya kini.
Jamil! Jamil!
Bersuluh obor mereka mengejarnya
setelah ia bunuh anak lurah di pesta.
Dan tikaman paling dendam
melepas dahaga hitam
pada tubuhnya yang capai.

Si dara menatap bulan di air
didengarnya bisik arus gaib.
Begitu ia masuk ke dalam kali.

Tiada kemboja di sini
dan gagak-gagak dilekati timah
pada mata-matanya.

Lala! Nana!
Tembang malam dan duka cita!
Angin di pucuk-pucuk mangga.
Tapi siapa 'kan nyanyi untuknya?
 
 
"Puisi: Ballada Gadisnya Jamil, Si Jagoan (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Ballada Gadisnya Jamil, Si Jagoan
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top