Bisnis

header ads

Puisi: Catatan Agustus '98 (Karya Diah Hadaning)

Catatan Agustus '98

Bendera pusaka
berada di tangan yang beda
ada yang mencair dalam jiwa
saat menatap peristiwa
bapaku bapa
hasrat kuteriakkan pada dunia
aku tak rela.

Lalu mencoba memberi makna
gejolak dalam jiwa
bermain duo di pinggir telaga
sehabis hujan reda
siapa menyimak
siapa mendengar
yang digelar.

Kurasa getarnya 
hanya sang penunggu
pohon penantian
saat pulang 
hanya bayang
semetara kotaku
mendengus dan mengerang.

Agustus, 1998
"Puisi: Catatan Agustus '98 (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Agustus '98
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar