loading...
Pulanglah...
=================================

Satu hal yang tak bisa aku jelaskan,
Rindu ini bagaikan gulungan ombak;
Terkadang tenang, terkadang begitu menggebu,
Namun tetap tak rela ia berhenti.

Satu hal yang tak bisa aku mengerti,
Kota ini selalu mengingatkan aku akan kisah singkat bersamamu.

Dalam jerih yang tak bisa aku tebus,
Hanya doa yang mampu aku hibah.
Mungkin sejarah tak akan sudi ia kembali,
Tapi kita punya pilihan untuk merajut kisah lain.

Kita hanya harus memulai,
Atau melanjutkan kisah-kisah yang sedikit terhenti;
Terhenti karena kita harus memilih,
Atau mengakhiri cita yang terlanjur kita pilih.

Wahai engkau gulungan fiksi, pulanglah...
Pulanglah...

Bagai kias bungkusan ombak;
Setiap saat mengikis pantai.
Menyita tanda sebuah tanya,
"Pernahkah pantai meninggalkan laut?"

Begitulah hatiku;
Remuk menyimpan ikhlas,
Dan masih tak sudi ia mengeluh.

Menunggu, hanya menunggu...
Berharap, hanya berharap...

Wahai engkau gulungan fiksi, pulanglah...
Pulanglah...

Bawakan aku senyuman penebus dosa itu lagi...

=================================
Puisi: Pulanglah...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Pulanglah"

Post a Comment

  1. Masih bingung mas... Kemanakah gulungan itu pergi.. Aaah ha-ha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tunggu episode berikutnya :D mungkin gulungan itu akan saya temukan :D

      Delete
  2. hmmm pulang, pulang adalah suatu kata menguarkan 1001 makna dan warna bagiku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin dalam pembahasan ini kita terlihat sama mbak :)

      Delete

loading...
 
Top