Airmataku Lilin

Airmataku lilin
Setelah khusyuk berdoa
Lebur menjadi puisi. Ingin melintasi gurun
Atau mendirikan kemah di ujung bumi
Tapi cahayaku tinggal lentik sepi
Tak terdengar oleh musim mana pun
Dan waktu tak mau mencatatnya

Airmataku lilin yang menulis
Pada lembar-lembar angin
Di udara kunang-kunang bertaburan
Bintang-bintang menyapaku dengan kerlipnya
Tapi aku bukan penyair yang ingin dipahami
Biarlah bahasaku menjadi ketiadaan
Dan matiku bukanlah bunuh diri.


"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Airmataku Lilin
Karya: Acep Zamzam Noor

Post a Comment

loading...
 
Top