Salman Pengelu-elu

Salman terbungkuk pada punggung
Lelaki nanar yang kehilangan diri
Usia disandarkan di lingir kemah
Menudungkan tangan pada mata tua.

Di kantong Salman nujum bahari
Begitu rindu, rindu Kitab Suci.

Salman tendanya di ujung gurun
Gembala biri-biri berdinding bukit karang
Jangat pun kerut-merut demi tahun-tahun bertaut
Menudungkan tangan di pelupuk tua
Mata air yang tak kunjung biru.

Menudungkan jari pada mata tua
Nanap dan berlutut
Dua lengan meregang
Ketika Muhammad datang.

Wahai dikau mata air kami!
Wahai dikau anyaman zaitun!
Duhai dikau zamrud suarga!
Rasul! Rasul gurun terakhir!

1960
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Salman Pengelu-elu
Karya: Taufiq Ismail

Post a Comment

loading...
 
Top