loading...

Di batas Renville

Batang Tapakih mengalir membelah kampungku,
airnya kuning sejak dari hulu sejak dulu dulu.

Ketika Belanda melancarkan agresinya yang kedua ditahan,
di sinilah tapal batas agresor dengan republiken angkat senapan.

Di ujung sebuah jembatan dua pejuang telah gugur bertempur,
dan di sinilah mereka oleh Rakyat telah dikubur.

Aku masih di bawah umur ketika belajar apa arti kata berjuang,
ketika negeri sedang menghadapi diserang perang.

Di atas pisang di  bawah jantung, di tengah tengah pohon kelapa,
biar dipasang biar digantung, asal kita tetap merdeka.

Amsterdam, 14 Februari 2008
"Puisi Mawie Ananta Jonie"
PuisiDi batas Renville
Karya: Mawie Ananta Jonie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top