loading...

Yang Terampas dan Yang Putus

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu,

Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin.

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang.

Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.
 
1949
"Puisi: Yang Terampas dan Yang Putus (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Yang Terampas dan Yang Putus
Karya: Chairil Anwar
=================================

Post a Comment

loading...
 
Top