loading...
Entah...


Kutanya pada jejak-jejak jawaban tanah,
Mengelak dari suara jiwa yang dirundung gelisah...
Raut muka merah menahan letupan-letupan amarah,
Rapatkan gigi graham dalam mengendali rentetan-rentetan rasa resah...

Entah apa dan siapa  yang menjadi tempat singgah dari kejiwaan insan yang tak lumrah,
Dengan mengatasnamakan kepedulian rasa yang tertumpah di sisa-sisa onggokkan sampah...
Hadirkan kepalsuan harum taman bunga surga yang begitu megah,
Mengoyak kepedulian hati dan rasa yang begitu tulus dan fitrah.

Kering kerontang raga ini terkulai lemas di peraduan sejuk nan teduh,
Tak berdaya untuk kembali bangkit dari keterpurukan sandiwara air keruh...
Dari pilihan keliru terbawa suasana cerita yang akhirnya hati ini pun ter-enyuh,
Lupa akan kata hati yang semestinya didengar dan diikuti dengan sungguh-sungguh...

Tapi apa pun itu tak ada kata yang mesti disesal ketika semuanya sudah dipilih,
Karena hal itu adalah ujung tombak untuk masa depan yang akan diraih...
Menjadikannya semua itu adalah hikmah untuk bangkit dan kembali pulih,
Dari keheningan jiwa yang begitu dipenuhi buih-buih mengiriris perih...

Kini aku kembali dengan wajah cerah nan gagah,
Karena toh rasa itu tak sepenuhnya tertumpah.
Hanya karena rasa simpati yang akhirnya jiwa ini terpanah,
Lumrah tak lumrah semuanya kuserahkan kepada Tuhan Yang Maha dari segala Maha dengan rasa pasrah.

================================= 
Puisi: Entah...
Oleh: Ajie
=================================
"Puisi Entah"

Post a Comment

loading...
 
Top