Februari 2017
Requim

Tangan siapa memetik bunga itu. sampai
dipeluk dingin tanah yang fana 
atau mengabur dalam kalender yang mencatat
panjang usia.

perjalanan dalam pigura: senantiasa lukisan kita 
di pojok ruangan. sendiri. namun masih tercium 
bau nafasmu: mengekalkan nisan-nisan.

1987
"Puisi: Requim (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Requim
Karya: Dorothea Rosa Herliany
Improvisasi Bunga-bunga

Rumahku yang jauh masih menyimpankan
taman-taman yang cantik buatmu. embun,
matahari, dan bunga-bunga rumput yang
menabik -pagi hari.

Pada embun pertama kauselipkan racun.
tapi menjelma ribuan bunga juga.

Kaukirim telegram: aku segera datang!
kaubuat aku senantiasa menunggu.

Kereta terakhir pun, masih mengirimkan
kekosongan padaku. sedang si penunggu
telah jemu pada janji: jutaan embun dan
racun menciptakan taman-taman baru.

1994
"Puisi: Improvisasi Bunga-bunga (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Improvisasi Bunga-bunga
Karya: Dorothea Rosa Herliany
Lagu Batin

Inilah lagu batinku, suara-suara angin di antara musim
salju, daun-daun membeku, ranting-ranting tak bergoyang,
dan burung-burung yang mati kedinginan.

Biarlah akhirnya hanyut oleh suara-suara sungai mengalir,
dari negeri mimpi, biarlah akhirnya cuma bergumam
dalam pukulan batu batu karang, biarlah akhirnya pulas
oleh alunan riak-riak, takkan diam hatiku memetikkan
dawai dawai gitar menghiburmu!

"Puisi: Lagu Batin (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Lagu Batin
Karya: Dorothea Rosa Herliany
Tidur Berdiri Di Sebuah Plaza

Bunga yang kutanam dalam tidurku, tumbuh
dalam pot-pot yang tak-jadi kulukis. Daun-daunan
mengembang. Halaman semak-semak telah berubah
taman. Rumahku dalam etalase.

Berpasang-mata mengancamku! Kemudian seseorang
mengguyurkan hujan dari sebotol vodka. Mabukmu
mendidih. Mengucapkan kata-kata sampah, dan berubah
peradaban!

1993
"Puisi: Tidur Berdiri Di Sebuah Plaza (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Tidur Berdiri Di Sebuah Plaza
Karya: Dorothea Rosa Herliany
Rembulan Kalangan di Tanah Pucung

Di antara peristiwa besar
reformasi yang selalu hingar-bingar
misteri selalu ada
pertanda alam selalu hadir
tak tersimak oleh semua.

Rembulan kalangan itu
pertanda apa Kau beri
kueja malam ini

Sinar yang takkan hilang
walau tiada terang
hanya yang arif akan makna
tetap menjaga kalangannya
dalam Kasih-Nya
mengeja.

Anak waktu
anak zaman
tetaplah menyatu
sampai embun membatu.

Agustus, 1998
"Puisi: Rembulan Kalangan di Tanah Pucung (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Rembulan Kalangan di Tanah Pucung
Karya: Diah Hadaning
Pada Sebuah Tifa

Langkah-langkah bergegas
di antara geriap cemas
sebuah tifa sembunyikan rasa
tertinggal di dilli tua
kenangan berbaringlah.

Manusia bertumpuk
senyum dan nyanyi lama telah remuk
sapa dan tari t'lah pula ditekuk
mimpi anak-anak membubuk.

Langkah-langkah berpacu
udara berdebu
sebuah tifa diraih sepi
menangisi si tua dilli
Komoro tinggalah luka diri.

Bogor
Oktober, 1999
"Puisi: Pada Sebuah Tifa (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Pada Sebuah Tifa
Karya: Diah Hadaning
Cara membuka Control Panel - Cara yang satu ini bisa anda gunakan untuk membantu anda agar cepat menuju Control Panel jika anda sedang berada di File Explorer. Pembahasan kali ini berlaku untuk semua Versi Windows (baik Windows 7, Windows 8, Windows 8.1 atau juga Windows 10), hanya saja mungkin letak/tampilannya saja yang sedikit membedakan.

Cara membuka Control Panel melalui File Explorer
  • Jika anda belum berada di File Explorer, silahkan buka File Explorer terlebih dahulu.
  • Setelah berada di File Explorer, pada bagian menu atas silahkan pilih Computer, lalu lanjutkan pilih Control Panel.
"Cara buka Control Panel"
  • Maka Control Panel pun akan terbuka.
"Cara membuka Control Panel"
  • Selesai.
Nah begitulah Cara membuka Control Panel melalui File Explorer. Mudah bukan? Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!
Mencari Musim

Seorang petani muda runtuh dunia
kehilangan mimpi pengantin
sawah raib menjelang panen
sudah dihitung hari di peta waktu
tapi musim bicara lain
tegur sapa nafas Pantura
yang dulu dikirimkan
lewat angin pesisir
hari ini jejak di pasir
ombak laut pun hilang desir
laut tidur, tanya bocah di pinggir tanggul
laut kirim gemuruh ombak, nang
bocah tak ingin jadi petani muda
tak ingin hilang mimpi pengantin.

Bogor
Februari, 2002
"Puisi: Mencari Musim (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Mencari Musim
Karya: Diah Hadaning
Catatan Orang-Orang tanpa Rumah

I
Jika kata-kata tak lagi mampu
menjadi jembatan bagi hati meniti
jika keangkuhan membuat mati
segala pemahaman dan bunga nurani
orang-orang membuat batu ganti bicara
di tanah merdeka
rumah hanya kata-kata.

II
Orang-orang tanpa rumah menatap pohon-pohon
akarnya batu dahanya batu daunnya batu
bunganya batu buahnya batu
malam rembulannya batu
jejak langkahnya mozaik batu.

Juli, 2002
"Puisi: Catatan Orang-Orang tanpa Rumah (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Orang-Orang tanpa Rumah
Karya: Diah Hadaning
Jakarta Pada Suatu Hari

I
Tergurat merah hitam
di dinding-dinding jembatan laying
perjuangan itu
telah jadi mozaik jaman.

Siapa masih mencari makna
di antara selaksa pesona
yang ditemui bukan lagi
raut perempuan Hindun natap Ciliwung
simpan senyuman Harmoni
tak juga jejak purba
prajurit Mataram tua
istirah renungi senungi sejarah
di kawasan Kesatriyan Condet Selatan
dan Mataraman kini Matraman 
serat kabut dalam ontran-ontran.

Mencoba urai sejarah
sisa kebanggaan lama
yang ditemui hiruk-pikuk sengketa
dalam rumah agung bermahkota.

II
Seorang lelaki rapuh sisa peradaban
mengeluh di tikungan jaman
denting siter ungkap gumam
karena tak lagi jadi bagian
dari yang diperjuangkan
gumam diulang saat angin bersarang
di pohonan Jakarta yang daunnya berubah warna.

Siapa bisa mengirimku kembali dalam rahim sejarah
di kota merdeka
aku begini lelah.

Ketika kukabarkan pada mereka
pesan-pesan sisa peradaban
mereka tengah sibuk luar biasa
hitung angka-angka baru
kemas strategi terkini
sementara dalam dada dan kepala
berkilatan mata belati.

Bogor
September, 2003
"Puisi: Jakarta Pada Suatu Hari (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Jakarta Pada Suatu Hari
Karya: Diah Hadaning
Bendera-Bendera Saling Berbicara

Bendera-bendera saling berbicara
seorang bocah mendengarnya.

Enak jadi bendera, kata yang satu
enak jadi yang 'masang bendera, kata yang lain
bendera tak perlu 'mikir segala
yang 'masang tak perlu 'mikir neraka
semua dusta, kau percaya?
Mereka bicara janji di mana-mana
kau pikir itu janji suci?
Siapa peduli?
Dasar kau tak berpikir
dasar tuanmu busuk pikir
tiba-tiba angin menerpa
bendera saling serang saling libas
saling renggut saling babat
si bocah terperangah
lari ke seberang sambil seru lantang
hentikan, kalian harus jadi teladan
orang-orang memekik, darah memercik.

Bocah terhempas di aspal
dalam gelap pekat bocah lihat bendera bersalam.


Bogor
Maret, 2004
"Puisi: Bendera-Bendera Saling Berbicara (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Bendera-Bendera Saling Berbicara
Karya: Diah Hadaning
Pesan Seekor Induk Burung kepada Anaknya

Kemerdekaan yang tumbuh di sayapmu
Adalah jantung kehidupan
Terbanglah jauh
Bukit-bukit dan lazuardi
Adalah kekasih dalam hidup mati.

Kau lihat jua
Hijau lumut padang rumput
Telah melekat di kanvas para pelukis
Harum aroma mata air
Kini menetes di kalam penyair
Kilauan mutiara manusia
Telah disumbat dalam botol-botol aqua.

Kau terbanglah jauh-jauh
Sebelum musim berbunga pestisida
Kau ngembaralah jauh-jauh
Sebelum pemburu menyalamimu dengan peluru
O, jaga sayapmu yang merdeka
Setialah berkisah tentang kehijauan
Saat manusia kehilangan pohon-pohon kecintaan
Dan menggantinya dengan plastik-plastik
Tanpa urat kehidupan.

Jakarta
Agustus, 1986
"Puisi: Pesan Seekor Induk Burung kepada Anaknya (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Pesan Seekor Induk Burung kepada Anaknya
Karya: Diah Hadaning
Dongeng di antara Dongeng

Orang-orang yang telah bosan air mata
orang-orang yang telah bosan terluka
merindukan dongeng masa kecilnya
merindukan kata-kata menari
sambil mengusung makna
dan semua harap tak ada yang abu
dan semua mimpi tak ada yang duri
lamanya memintal nadi sendiri
sementara kerakusan dituankan.

Telah dibiarkan berwindu-windu
susuri siang rayapi malam
dongeng angka-angka
dongeng cara-cara
menuai gerimis mencari padi
menuai dusta mencari doa
tak pernah lagi dinikmati
dongeng masa kecil itu
orang-orang membatukan hati.

Bogor
September, 2000
"Puisi: Dongeng di antara Dongeng (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Dongeng di antara Dongeng
Karya: Diah Hadaning
Terlahir Kembali

Aku pematung kehilangan pethel
tak bisa lagi membuat keindahan
awali pengembaraan panjang
mencari kayu buat hulu
mencari baja buat mata.

Menyusuri abad-abad
bertanya kepada orang-orang
yang masih menyimpan kesucian
dalam rongga kehidupan
mereka selalu garis lingkaran
di udara yang bertuba.

Abad-abad mengajari dengan sabar
aku mulai mengeja makna-makna
telah kutemukan ujung kidung
satukan bumi dan langit
dalam putik kalbu yang hanya satu.

Menyusuri windu-windu 
bertanya kepada para wiku
yang simpan kebeningan
harapan ada dalam dadamu sendiri
kenapa kaki henti mencari
Sang Penentu hanya Gusti.

Kintamani
1998
"Puisi: Terlahir Kembali (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Terlahir Kembali
Karya: Diah Hadaning
Antara Dia dan Aku
Warna tulip ini seperti menyayat
Paling tidak bagiku
Tapi si empunya alamat
sangat bahagia menerimanya.

Ada persamaan
ada perbedaan
antara dia dan aku
Awan perak dan mendung kelabu itu
selalu mengaku berlangit satu.

"Puisi: Antara Dia dan Aku (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Antara Dia dan Aku
Karya: D. Zawawi Imron
Dalam Kereta

Dalam kereta.
Hujan menebal jendela.

Semarang, Solo..., makin dekat saja
Menangkup senja.

Menguak purnama.
Caya menyayat mulut dan mata.
Menjengking kereta. Menjengking jiwa,

Sayatan terus ke dada.

15 Maret 1944
"Puisi: Dalam Kereta (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Dalam Kereta
Karya: Chairil Anwar
Mulutmu Mencubit Di Mulutku


Mulutmu mencubit di mulutku
Menggelegak benci sejenak itu
Mengapa merihmu tak kucekik pula
Ketika halus-pedih kau meluka?
 


12 Juli 1943
"Puisi: Mulutmu Mencubit Di Mulutku (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Mulutmu Mencubit Di Mulutku
Karya: Chairil Anwar
"Fakta Tentang Cicak"
Fakta Unik Tentang Cicak

1. Tidak Ada Cicak yang Berwarna Putih
Pada dasarnya, warna cicak adalah cenderung ke arah warna coklat, rata-rata berwarna abu-abu, hitam dan coklat (atau transparan). Dan jika anda pernah melihat cicak yang berwarna putih? Hal tersebut biasanya terjadi karena pantulan dari sinar matahari.

2. Cicak adalah Hewan yang Bisa Berenang
Hal yang sama-sama kita ketahui adalah cicak sangat pandai dalam hal merayap, hal tersebut didukung oleh kakinya yang memiliki cairan lengket. Namun di luar dari pada itu, tahukah anda ternyata cicak juga memiliki selaput di kaki yang membuat cicak bisa berenang? Memang jarang kita melihat cicak berenang, hal tersebut karena (kebanyakan) cicak menjalani hidup di darat. Namun fakta ini adalah benar adanya.

3. Jika Terlalu Lama Disentuh, Cicak akan Melemah.
Cicak adalah hewan yang tidak bisa disentuh oleh tangan manusia dalam jangka waktu yang lama. Dan jika hal tersebut terjadi, tubuh cicak akan melemah (penurunan kinerja organ vital).

4. Fakta tentang Cicak yang Memutuskan Ekor.
Cicak adalah hewan yang memiliki Modulla Spinalis, yakni bagian utama saraf pusat cicak memanjang dari kepalanya hingga ke ekornya. Itu adalah alasan mengapa cicak bisa memutuskan ekor. Dan disaat ekor cicak tersebut lepas/putus, Modulla Spinalis cicak akan mengalami sedikit kerusakan, tapi hal ini tidak sampai mempengaruhi saraf pusat cicak.

Terlebih lagi, pada bagian ekor cicak terdapat juga saraf tidak sadar yang membuat cicak tetap bisa dan mampu bergerak walaupun ekornya telah terlepas/putus dari tubuhnya. Fakta Unik lainnya adalah, ekor cicak yang putus tersebut memang akan tumbuh kembali, namun panjangnya tidaklah sama dengan ekor sebelumnya, ekor baru cenderung lebih pendek.

5. Pembentukan Sel Cicak Kurang Sempurna
Pembahasan ini dapat kita lihat dari ekor cicak yang terkadang ditemukan bercabang. Hal tersebut adalah sebab dari perilaku autotomi (pemutusan ekor) pada cicak yang mempengaruhi pembentukan sel pada pertumbuhan ekor baru.

6. Cicak adalah Hewan Insectivora
Mengapa Cicak adalah Hewan Insectivora? Iya, karena cicak adalah pemangsa serangga.

7. Cicak adalah Hewan yang Memiliki Tulang Belakang
Meskipun bagian belakang cicak terasa lunak saat kita menyentuhnya; seakan tidak memiliki tulang belakang. Namun demikian, cicak ternyata adalah hewan yang memiliki tulang belakang.

8. Fakta tentang Kotoran Cicak
Cicak adalah hewan yang mengolah terlebih dulu makanan yang ia makan sebelum menjadi kotoran. Olahan tersebut terjadi sebanyak 4 sampai 5 kali. Dan setelah diolah, kotoran tersebut akan mengandung tambahan sisa urin (garam amoniak). Hal tersebutlah yang membuat kotoran cicak berbentuk padat dan memiliki bau yang menyengat.

9. Fakta tentang Cicak dan Obat Asma
Beberapa daerah tertentu dari cicak ternyata bisa digunakan untuk membuat obat terhadap penyakit asma (gangguan paru-paru). Spesies atau jenis ciak yang sering digunakan adalah cicak tembok dan cicak gula.

10. Fakta tentang Suara Cicak
Cicak adalah hewan yang memiliki suara yang termasuk nyaring; terkadang bisa terdengar di telinga manusia. Suara tersebut terdengar seperti dengusan, dan memiliki banyak tujuan.

11. Cicak adalah Hewan Nokturnal
Karena cicak cenderung melakukan aktivitas di malam hari, maka cicak adalah termasuk hewan nokturnal. Memang terkadang kita menjumpai cicak di siang hari. Tapi fakta lain membuktikan bahwa indera penglihatan cicak tidak berfungsi dengan baik di siang hari.
Cicak (Cecak) adalah jenis Reptil yang biasa merayap di pohon-pohon atau juga di dinding-dinding bangunan. Biasanya memiliki warna abu-abu, dan ada pula yang memiliki warna coklat kehitam-hitaman. Biasanya memiliki ukuran sekitar 10 cm. Cicak adalah hewan yang tergolong ke dalam suku Gekkonidae. Nah, berikut adalah Jenis-Jenis Cicak yang mungkin ingin anda ketahui.

Cicak Tembok (Cosymbotus Platyurus)
Cicak Tembok sering disebut Cicak Dinding atau Cicak Rumah. Cicak ini memangsa berbagai jenis serangga kecil yang menyinggahi dinding sekitar tempat mereka berada. Dan terkadang, juga memangsa serangga yang berada di dekat lampu. Cicak ini sering dijumpai di sela-sela atap rumah dan juga dinding-dinding rumah atau bangunan lainnya.

"Cicak Tembok"

Ciri-Ciri Cicak Tembok:
  • Panjang total bisa mencapai hingga 135 mm (hampir separuh panjangnya adalah ekor).
  • Cicak ini memiliki ekor memipih lebar dan meruncing di ujungnya.
  • Memiliki warna abu-abu sampai kecoklatan,
  • Lebih bersih jika dibandingkan dengan Cicak Kayu.
  • Jika diamati dari dekat, cicak ini memiliki jumbai kulit sempit di sisi sepanjang tubuhnya, tepi belakang kaki dan tangan, dan juga di sisi ekor.
  • Jumbai di ekor cicak ini berupa tonjolan lunak mirip duri yang berderet hingga ke ujung ekor.
  • Sisi Perut (Ventral) memiliki warna keputihan atau kuning.

Cicak kayu (Hemidactylus frenatus)
Cicak Kayu juga sering disebut Cicak Pohon. Dan meskipun habitat utama cicak ini adalah di hutan dan di kayu-kayu, namun kenyataannya cicak ini juga sering dijumpai di dinding-dinding rumah dan juga di pepohonan di halaman rumah, juga di bagian rumah yang berkayu (misal: atap rumah). Namun jika keberadaannya bersamaan dengan Cicak Tembok, biasanya cicak ini akan kalah bersaing dalam hal memperoleh mangsa.

"Cicak kayu"

Ciri-ciri Cicak Kayu:
  • Panjang total cicak kayu bisa mencapai hingga 120 mm.
  • Moncong cicak ini relatif pendek.
  • Punggung (dorsal) memiliki warna abu-abu keputihan, berbintik-bintik atau kehitaman.
  • Perut (ventral) Cicak Kayu adalah putih atau agak kekuningan.
  • Cicak Kayu tidak memiliki jumbai kulit di sisi tubuh maupun di bagian tungkai.
  • Cicak Kayu memiliki ekor yang membulat, dengan 6 deret duri kulit yang lunak.
  • Sisik-sisik cicak kayu berbentuk serupa bintik bulat halus di sisi punggung (dorsal), besarnya tidak seragam.
  • Terdapat bintil-bintil yang tersusun dengan deretan agak jarang.
  • Terdapat 2 baris di tiap sisi tubuh, dari pinggang hingga ke bagian pinggul, dan 1 deret di atas pinggul. Berlanjut dengan 3 deret bintil mirip duri yang lunak di tiap sisi ekor.
  • Terdapat sepasang pori anal di bagian pangkal ekor di belakang anus.
  • Ekor memiliki warna agak jingga kemerahan di sisi bawah ke arah ujung.

Cicak Gula (Gehyra mutilata)
Cicak Gula adalah jenis cicak yang menyukai gula dan juga menyukai sumber karbohidrat lainnya seperti nasi. Hal itulah yang mungkin menjadi alasan cicak ini disebut Cicak Gula. Dan itu juga yang membuat cicak ini sering ditemukan tenggelam di dalam gelas kopi. Namun demikian cicak ini juga masih merupakan cicak yang memangsa serangga kecil seperti kebiasaan cicak lainnya. Cicak Jantan mengeluarkan suara halus yang mirip dengungan atau desisan, yang dipergunakan disaat memikat Cicak Betinanya.

Cicak Gula sering dijumpai di lemari makan, dapur, meja makan dan terkadang juga di dekat meja kerja. Jika dibanding dengan jenis cicak rumah lain, cicak ini lebih sering menghabiskan waktu dengan bersembunyi atau menyendiri. Cicak ini cenderung memiliki sifat nokturnal (aktif di waktu malam hari), namun demikian sering juga berkeliaran di waktu siang hari. Dan di alam liar, cicak ini hidup di bukit batu dan celah pepohonan.

"Cicak Gula"

Ciri-Ciri Cicak Gula:
  • Cicak ini memiliki tingkatan ukuran kecil hingga sedang, panjang total bisa mencapai 120 mm, namun biasanya cicak ini hanya memiliki ukuran kurang dari 10 cm.
  • Ciri-ciri tubuhnya adalah gemuk, pendek, berkulit transparan; memiliki bintik-bintik.
  • Tidak memiliki cakar di jari pertama atau tidak memiliki ruas jari terakhir (ruas jari bebas).
  • Kepala Cicak Gula adalah moncong, pendek, dengan mata yang menonjol.
  • Memiliki sederet bercak atau bintik kecil keputihan di belakang bola matanya, di bagian atas lubang telinga hingga ke bagian tengkuk.
  • Punggung (dorsal) memiliki warna abu-abu kemerahan atau kekuningan, terlihat agak transparan; memiliki bintik-bintik halus pucat kekuningan dan hitam kebiruan.
  • Jalur tulang tengkorak dan tulang punggung sering nampak samar-samar.
  • Perut (ventral) memiliki warna keputihan dan terlihat agak transparan.
  • Memiliki ekor gemuk, bulat gepeng, tidak ada duri atau jumbai kulit; palingan hanya tonjolan-tonjolan yang mirip duri pendek.
  • Pangkal ekor menyempit mirip gagang.

Cicak Batu (Cyrtodactylus Marmoratus).

"Cicak Batu"

Ciri-Ciri Cicak Batu:
  • Cicak Batu adalah jenis cicak yang memiliki ukuran paling besar (dibading jenis cicak di atas).
  • Memiliki panjang yang bisa mencapai 340 mm (hampir setengah ukurannya adalah ekor).
  • Memiliki kepala yang besar.
  • Memiliki sisi punggung (dorsal) yang kasar dan banyak bintil besar.
  • Cicak ini sering disebut Tokek.

Cicak Terbang/Cekibar (Draco Volans)
Walaupun bernama cicak, sebenarnya cicak terbang bukanlah tergolong kepada golongan cicak, melainkan golongan kadal. Cicak ini sering terlihat di perkebunan dan di hutan. Cicak terbang sering berpindah tempat dengan cara terbang dan berburu serangga kecil di cabang-cabang pepohonan.

Saat musim kawin, sering terlihat jantan berkejar-kejaran dengan betinanya di pepohonan yang sama. Cicak ini menyimpan telur di dalam tanah yang gembur di dekat pangkal pohon; betinanya yang menggali tanah menggunakan moncongnya.

"Cicak Terbang"

Ciri-Ciri Cicak Terbang:
  • Panjang total bisa mencapai hingga 200 mm.
  • Sayap (patagium) adalah berupa perpanjangan dari 6 pasang tulang rusuk yang diliputi kulit.
  • Sisi atas sayap berwarna kuning hingga jingga; berbercak hitam.
  • Sisi bawah sayap berwarna abu-abu kekuningan; bertotol-totol hitam.
  • Kepala berbingkul-bingkul, dengan segi-segi dan kerinyut seperti kakek-kakek; dengan kantung dagu yang memiliki warna kuning (jantan), biru cerah (betina), dan juga sepasang sibir kulit di bagian kiri kanan leher.
  • Memiliki rigi mahkota kecil, terletak di sisi belakang kepala.
  • Memiliki mata khas kadal agamid, dengan pelupuk tebal yang menonjol.
  • Punggung (dorsal) memiliki warna coklat sampai kehitaman atau keabu-abuan, warna tersebut bisa berubah menjadi lebih terang atau lebih gelap bila cicak tersebut merasa terganggu.
  • Di sepanjang tulang belakang (vertebra) terdapat pola bercak-bercak hitam yang letaknya teratur; yang dimulai dari ubun-ubun, belakang kepala, tengkuk, kemudian membesar dan berubah menjadi pola hitam kecoklatan setengah lingkaran pada 3 titik di bagian punggung (dorsum) dan 1 di pangkal ekor.
  • Perut (ventral) abu-abu keputihan, agak kehijauan di bagian sisi garis tengah tubuh (medial); dengan titik-titik kecoklatan di bagian arah lateral (di sebelah pinggir tubuh).
  • Memiliki ekor yang sekitar satu setengah kali panjang tubuhnya; juga belang-belang di ujung, dengan sisik-sisik yang berlunas kuat menjadikannya nampak bersegi-segi.
Bayangan
Ah, kaulah itu yang menunggui aku
Bila di sampingku masih menyala lampu
Kawan setia, tapi sia-sia tiada daya
bila lampu padam ia pun sirna.
  
1956
"Puisi: Bayangan (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Bayangan
Karya: Aldian Aripin
Jendela
Dunia yang menjenguk ke dalam kamar
Tersenyum ia bertelekan di bingkai jendela
Memandang kepadaku kawannya dalam nanar
Terlalu lama baru akan menjadi reda.
  
1956
"Puisi: Jendela (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Jendela
Karya: Aldian Aripin
Charms Bar adalah fitur yang terdapat di Windows 8 dan seterusnya, fitur ini tidak tersedia di Windows 7. Ada banyak kelebihan dengan adanya fitur ini, salah satunya adalah mempercepat kita untuk membuka settingan yang kita inginkan. Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan salah satunya, yaitu Cara membuka Control Panel.

Cara membuka Control Panel melalui Charms Bar



Cara Pertama, menggunakan pilihan Search.
  • Silahkan letakkan kursor (pointer mouse) pada bagian kanan bawah laptop anda. Hal ini diperlukan untuk menampilkan Charms Bar.
"cara membuka control panel pada window 8"
  • Kemudian silahkan pilih bagian Search, lalu ketikkan Control Panel, lalu silahkan pilih Control Panel.
"cara membuka control panel pada window 10"
  • Maka Control Panel akan terbuka.
"cara buka control panel pada window 10"
  • Selesai.

Cara Kedua, menggunakan pilihan Settings.
  • Silahkan letakkan kursor (pointer mouse) pada bagian kanan bawah komputer anda.
"cara buka control panel pada windows 8"
  • Kemudian silahkan pilih bagian Settings, lalu pilih Control Panel.
"cara membuka control panel pada win 8"
  • Maka Control Panel akan terbuka.
"cara buka control panel pada win 8"
  • Selesai.

Nah, begitulah Cara membuka Control Panel melalui Charms Bar. Selamat mencoba!
Sebelum Padi Menguning
Sebelum padi menguning mana burung datang mendekat
atau cinta bisa melekat.

Jika tiada banjir mendatang hama menyerang
harapan panen takkan sia-sia.

Lantas padi menguning cinta pun datang
tinggal aku yang selalu malang.
  

1953
"Puisi: Sebelum Padi Menguning (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Sebelum Padi Menguning
Karya: Ajip Rosidi
Di dalam blog sederhana ini, ada begitu banyak tutorial untuk cara membuka Control Panel, anda bisa menggunakan Pencarian yang kami sediakan untuk mencarinya. Namun dari semua tutorial yang ada, tutorial yang satu inilah yang saya pilih menjadi Cara Membuka Control Panel Dengan Cepat.

Namun tutorial yang saya bahas ini hanya berlaku untuk Windows 8/8.1 dan Windows 10 saja. Hal tersebut karena hanya di Windows 8 dan seterusnya yang terdapat fitur Quick Access Menu. Nah, untuk mempersingkat, mari kita mulai saja.

Cara Membuka Control Panel Dengan Cepat
  • Pertama, silahkan klik kanan pada bagian kiri bawah laptop anda (juga bisa dengan menekan tombol Windows+X di keyboard laptop anda).
"Cara Membuka Control Panel Dengan Cepat"
  • Kemudian silahkan pilih Control Panel.
"cara cepat membuka control panel"
  • Selesai.
Saya tidak yakin anda setuju dengan saya... tapi jujur, menurut saya inilah Cara cepat membuka Control Panel. Semoga banyak yang setuju dan selamat mencoba! Dan semoga bermanfaat!