Terlahir Kembali

Aku pematung kehilangan pethel
tak bisa lagi membuat keindahan
awali pengembaraan panjang
mencari kayu buat hulu
mencari baja buat mata.

Menyusuri abad-abad
bertanya kepada orang-orang
yang masih menyimpan kesucian
dalam rongga kehidupan
mereka selalu garis lingkaran
di udara yang bertuba.

Abad-abad mengajari dengan sabar
aku mulai mengeja makna-makna
telah kutemukan ujung kidung
satukan bumi dan langit
dalam putik kalbu yang hanya satu.

Menyusuri windu-windu 
bertanya kepada para wiku
yang simpan kebeningan
harapan ada dalam dadamu sendiri
kenapa kaki henti mencari
Sang Penentu hanya Gusti.

Kintamani
1998
"Puisi: Terlahir Kembali (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Terlahir Kembali
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top