Maret 2017
Sajak Perkawinan

Cahaya yang ini, Siapakah?
(kelopak-kelopak malam
berguguran) kaki langit yang kabur
dalam kamar, dalam Persetubuhan

butir demi butir
(Kau dan aku, aku
dan serbuk malam) tergelincir
menyatu

Perkawinan tak di mana pun, tak
kapan pun
kelopak demi kelopak terbuka
malam pun sempurna.

1968
"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Sajak Perkawinan
Karya: Sapardi Djoko Damono
Cara Membuat Laptop Menjadi Hotspot Wifi yang saya bagikan ini adalah cara yang menggunakan bantuan sebuah Software. Namun sebelum kita membahas Software tersebut, hal lainnya yang mungkin harus anda ketahui terlebih dulu adalah, tutorial ini bisa anda terapkan pada Windows Vista, Windows XP, Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, dan tentu saja juga pada Windows 10.

Tidak peduli anda menggunakan Laptop atau menggunakan Komputer, tidak peduli merek apapun yang anda gunakan. Saya mencoba cara ini pada beberapa laptop teman saya, dan semuanya berhasil diterapkan dengan baik. Namun di luar lingkup dari pengecualian yang bisa saja terjadi. Anda tetap harus mengikuti cara yang saya bagikan ini dengan teliti (demi menghindari ketidakberhasilan). Baik, sekarang kita masuk ke dalam pembahasan.

Cara Membuat Laptop Menjadi Hotspot Wifi
  • Pertama-tama, download aplikasi OSToto Hotspot (klik di sini).

"Cara Membuat Laptop Menjadi Hotspot Wifi"
  • Setelah itu silahkan buka/install aplikasi tersebut di laptop anda (saya anggap anda bisa melewati langkah ini).
  • Jika anda sudah berhasil menginstall aplikasi OSToto Hotspot, silahkan Restart Laptop anda terlebih dahulu.
  • Sekarang jika Laptop anda sudah menyala kembali, silahkan buka aplikasi OSToto Hotspot tersebut dan sudah siap digunakan.
"Cara Membuat Laptop Menjadi Hotspot Wifi"
Perhatikan gambar di atas:
  • Aplikasi OSToto Hotspot di atas terkoneksi dengan dua Android (milik saya dan milik teman saya).
  • Ariefsigli adalah USER HOTSPOT.
  • fakkwityu adalah PASSWORD HOTSPOT.
  • Anda bisa mengganti User dan Password sesuka hati anda (User dan/atau Password yang anda ubah, baru bisa anda gunakan setelah anda melakukan Restart terhadap Laptop anda).
Dalam praktek yang saya lakukan, tutorial Cara Membuat Laptop Menjadi Hotspot Wifi ini selalu berhasil saya terapkan dengan baik pada beberapa laptop teman saya. Namun sekali lagi, di dalam konsep ilmu teknologi, pengecualian selalu bisa saja terjadi. Dan jika anda tidak berhasil menerapkan tutorial ini, silahkan berkomentar! Terima Kasih!
Itu Adalah Kamu...
=================================

Tersesat di sudut labirin hati ini,
Tiada yang bisa menuntunku kembali ke pemikiran.
Dunia begitu luas untukku,
Dan aku hanya bisa melihat satu...

Dan itu adalah kamu.

Mengambang tanpa bisa mencari langkah,
Tiada yang bisa aku lakukan selain menunggu.
Langit begitu tinggi untukku,
Dan semua hanya gelap kecuali satu...

Dan itu adalah kamu.

Maka sekali ini,
Biarkan aku meleleh di bibirmu,
Relakan aku bersembunyi di perasaanmu.

Biarkan aku satu kalimat,
Relakan aku berlutut di matamu,
Biarkan aku melamarmu.

Nah maukah kau...
Maukah kau menjadi istriku?


=================================
Puisi: Itu Adalah Kamu...
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Itu adalah kamu"

Perahu Kertas

Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali;
alirnya sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan.
"Ia akan singgah di bandar-bandar besar," kata seorang lelaki tua.
Kau sangat gembira, pulang dengan berbagai gambar warna-warni di kepala.
Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindu-mu itu.
Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya,
"Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit."

1982
"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Perahu Kertas
Karya: Sapardi Djoko Damono
Cermin

1
Cermin tak pernah berteriak;
ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,
meski apa pun jadi terbalik di dalamnya;
barangkali ia hanya bisa bertanya:
mengapa kau seperti kehabisan suara?

2
mendadak kau mengabut dalam kamar, mencari dalam cermin;
tapi cermin buram kalau kau entah di mana, kalau kau mengembun dan menempel di kaca, kalau kau mendadak menetes dan tepercik ke mana-mana;
dan cermin menangkapmu sia-sia.

1982
"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Cermin
Karya: Sapardi Djoko Damono
Aku adalah...

Aku adalah ratapan,
Hari-hari yang telah pergi.
Aku adalah keheningan,
Cahaya-cahaya yang tidak bersinar lagi.

Aku adalah suara,
Mimpi-mimpi yang telah sekarat.
Aku adalah nyanyian,
Lagu-lagu yang tidak pernah memiliki nada.

Aku adalah palu yang patah,
Hukum malam yang telah lama hancur.
Aku adalah pesta kematian,
Labirin hampa yang tidak berujung.

Aku adalah bulan,
Yang memuja-muji air pasang.
Aku adalah laut,
Haluan akhir dari janji sang gunung.

Aku adalah gelombang,
Yang mencari bibir-bibir pantai.
Aku adalah detik masa kini,
Mungkin bukan lainnya...

Aku...
 
"Puisi aku adalah"
Puisi: Aku adalah
Oleh: Arief Munandar
arief, nirsita, dayat, hidayat, siti, nisa di Keumala
Ilustrasi Sebuah Kenangan
Man 1 Sigli saat itu dipenuhi manusia-manusia yang tidak tau bahwa dirinya tidak akan selamanya memakai baju sekolah. Suram untuk dikenang, semuanya berwarna cerah. Kami selalu bernegosiasi dengan keadaan, mencari tempat yang pantas untuk menjadi cerita.

Roda pasti berputar, kami bahkan tidak begitu peduli. Lagi pula kami bukan Si Pemutar Roda, kami hanyalah orang-orang yang menunggu roda berputar dengan sendirinya. Sangat mudah ditebak bagaimana jalan cerita yang terpilih.

Saat itu suasana sekolah tidak begitu menarik, dan satu-satunya alasan menarik untuk berada di sana adalah, ada banyak teman yang sebagian kecilnya menjadi sahabat yang memilih untuk tetap bersama. Semua itu bukan pilihan, semua itu hanyalah paksaan waktu. Kami selalu bersama dalam cerita yang berbeda-beda, dan kami selalu menganggap diri: manusia yang tau caranya bersenang-senang. Jadi, kesenangan apalagi yang harus kami ciptakan hari ini? Ya, Keumala adalah tujuan kesenangan itu.

Hidayat Si Pembuat Cerita, Mahfuzh Si Penurut yang kurang sopan, Nisa Si Lemah Lembut yang sok tegar, Siti Si Wanita yang salah memilih kumpulan, Nirsita Si Wanita yang paling tau cara tertawa, dan Arief (kebetulan itu saya) yang selalu dianggap paling malas dalam gerombolan ini. Ups, ada satu orang lagi! Ikbal, orang yang tidak punya cara untuk menetap di tempat yang sama dalam kondisi waktu terlalu lama. Dia selalu punya alasan untuk tidak menetap, karena dia adalah manusia yang paling mudah bosan di antara kami semua. Dan untuk membuatnya agar bisa menetap di tempat yang sama, anda perlu belajar cara merayu dari Si Arief dan Hidayat.

Jika ada yang bertanya, tempat wisata manakah yang paling sering dikunjungi di Kabupaten Pidie? Maka jawaban yang akan sering terpikir adalah Guha Tujoh (Gua Tujuh). Kalau untuk jawaban kedua dan selanjutnya mungkin tidak akan bisa terpikir, karena Kota Sigli bukanlah tempat yang penuh dengan tempat wisata menarik. Namun demikian, sekarang kita tidak sedang membahas tentang Guha Tujoh. Karena ada bab lain yang sedang menjadi sejarah. Kami menuju ke Keumala.

Hari itu Keumala sebenarnya bukan tujuan kami. Tujuan perjalanan kami adalah Tangse. Di sana ada acara Perayaan Maulid Nabi, kami mengundang diri kami sendiri menuju ke sana. Sahabat kami Nirsita Aprilia adalah si tuan rumah untuk acara tersebut.

Kami tiba di sana pada waktu yang salah. Beberapa hari yang lalu, desa itu dihantam Air Bah yang mengangkut beberapa rumah, Alhamdulillah rumah kediaman Nirsita tidak ikut terbawa arus. Rumah tersebut menjadi batas dari rumah-rumah yang diangkut Air Bah tersebut.

Entah berapa lama kami berada di sana, akhirnya kami kembali ke asal dari mana kami memulai langkah. Sampai kami di Keumala, dan di sanalah cerita berjalan lagi. Awalnya kami hanya mencari tempat persinggahan, namun kemudian kami menikmati sapaan aliran air di Sungai Keumala tersebut.
arief, dayat, hidayat, di Keumala
Kika: Hidayat, Arief dan Ikbal
Permulaan memang selalu ada saja yang tidak ingin menyentuh air. Namun bukan Si Arief namanya jika tidak mampu membuat semuanya merasakan yang namanya air. Dan memang, pada akhirnya semua ikut menikmati pesta yang entah siapa tuan rumahnya itu.
arief, dayat, hidayat, ikbal, siti di Keumala
Kika: Siti, Hidayat, Arief dan Ikbal
Kami hanya mencoba menikmati; walau tanpa menyadari bahwa kami sedang menikmati. Terlarut sudah semua kisah, dan pada akhirnya, kami pun harus membelakangi semua keindahan.
siti, nirsita, nurul, di Keumala
Saatnya pulang (time to go).
Berlalu lagi satu indah, dan yang tersisa sekarang adalah serpihan dari kenangan-kenangan indah itu. Tulisan ini saya persembahkan untuk Hidayat Arsala, Siti Shifa, Nurul Nisa, Mahfuzh Hidayat, Ikbal dan Nirsita Aprilia.

Meski beberapa teman telah memilih jalan mereka, dan beberapa terperangkap di Masa Lalu. Tapi majulah teman, karena jika kau terlalu peduli, kau akan kehilangan sebagian besar dari hidupmu. Mereka bilang sulit rasanya untuk tetap menjadi sama saat beberapa teman telah gagal, sedangkan yang lainnya tampak berhasil. Namun teman, apapun itu, aku akan terus bersamamu di sini hingga akhir waktu (terjemahan Until The End By Avenged SevenFold).

Jangan ubah pemikiranmu tentangku, kita berasal dari kisah yang sama. Hidup memang terus berjalan, tidak mungkin terus sama. Memang beberapa dari kita ada yang kuatir. Kau tahu betapa sulit rasanya, saat semua itu telah berlalu. Kenangan-kenangan, datang setiap malam. Mengenang pun tidak akan membawamu kembali. Maka tatap masa depanmu teman, dan bertahanlah di sana, karena aku ada di sini untukmu; saat kau kembali.

arief, hidayat, dayat, mahfuzh di Keumala

Apa itu AlexaRank? AlexaRank adalah sebuah peringkat yang diberikan kepada sebuah situs. Peringkat tersebut dihitung oleh Alexa.com berdasarkan pengunjung sebuah situs. Perlu diketahui, semakin kecil AlexaRank sebuah situs, maka semakin baik pula reputasi (kualitas) situs tersebut (di mata Alexa.com tentunya). Penilaian AlexaRank juga dihitung berdasarkan Links In atau Link Masuk atau BackLink (semakin banyak link yang masuk, maka semakin baik Peringkat Alexa).
"Bahas Lengkap Tentang Alexa Rank"
Bagaimana Cara memperkecil Alexa Rank? Tidak ada kiat khusus yang perlu dilakukan, anda hanya perlu rajin membuat artikel. Saya rasa hal ini tidak perlu saya jelaskan terlalu dalam, karena setiap blogger sudah memang punya kewajiban tersendiri untuk melakukan hal tersebut.

Pentingkah Alexa Rank tersebut? Kita lupakan sedikit tentang penting atau tidaknya, karena semua itu masih tergantung kepada, untuk apa kita menulis blog? Kalau memang menulis untuk mendapatkan uang dari blog, tentu saja AlexaRank bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan sebuah blog. Jadi bukannya saya mementingkan atau tidak, hanya saja untuk sekarang ini para blogger lebih sering menilai kualitas sebuah blog itu dari peringkat Alexa bukan lagi dari PageRank (karena PageRank sudah tidak bisa dilacak lagi). Jadi tentang penting tidaknya, saya rasa teman-teman semua pasti sudah bisa menebak sendiri jawaban terbaiknya.

Lalu, bagaimanakah cara kerja Penilaian Alexa Rank tersebut? Seperti yang sudah saya singgung di atas, apabila jumlah pengunjung blog anda meningkat, maka AlexaRank situs pasti akan semakin baik. Hitungan Alexa dimulai dari yang terkecil. Jadi, semakin kecil AlexaRank sebuah situs, itu artinya semakin baik; berbanding terbalik dengan peringkat yang diberikan oleh Pageank, dimana yang memiliki Rank terbesar adalah yang terbaik (hitungan 0/10).

Apakah PageRank sudah tidak berlaku lagi? Perlu saya jelaskan: apabila PageRank sudah tidak berlaku lagi, tentu saja google sendiri akan mengatakan dengan jelas bahwa PageRank sudah tidak berlaku lagi! Namun kenyataannya google tidak mengatakannya bukan?

Nah, sampai di sini Pembahasan Lengkap Tentang AlexaRank, mohon maaf jika saya menggunakan kata yang sama arti namun berbeda penempatan (misal blog/situs). Untuk memperdalam lagi silahkan ditanyakan di kolom komentar yang sudah saya sediakan, karena pun sebagai seorang penulis tentu saya memiliki banyak kekurangan yang tidak sengaja saya lakukan. Terima Kasih!
Selamat Datang Di Sepenuhnya Dot COM

Di artikel saya yang lain, saya pernah membuat artikel dengan judul: Cara membuat Tulisan berjalan di dalam Artikel. Dan untuk kelanjutan kisah dari artikel sebelumnya tersebut, tidak ada salahnya saya melanjutkan dengan tutorial Cara membuat Nama Blog Berjalan ini.

Mungkin dengan membuat Nama Blog berjalan, itu akan membuat blog anda terlihat profesional. Perlu sedikit di garis bawahi, blog itu sebenarnya akan terlihat profesional di mata apabila loadingnya cepat, artikelnya bermutu, dan tentunya memiliki identitas sendiri. Jika anda memiliki blog dengan 3 kategori tersebut, saya ucapkan selamat kepada anda sekalian, karena mungkin saja saya sudah pernah singgah dan sering singgah ke dalam blog anda tersebut.

Kembali ke pembahasan, untuk membuat Nama Blog berjalan, silahkan anda ikuti tutorial di bawah ini...

Cara Membuat Nama Blog Berjalan
  • Buka akun blogger.com anda.
  • Langsung menuju bagian "Edit Template".
"Cara Membuat Nama Blog Berjalan"
  • Cari Kode  (cara cepat: tekan tombol CTRL+F)
  • Kemudian Paste kode di bawah ini tepat di atas kode

PENTING: tulisan "SepenuhnyaCOM" yang terdapat di dalam script di atas, silahkan anda ganti dengan Nama Blog Anda sendiri (tidak mungkin anda menggunakan nama blog saya, hehe).
  • Jika sudah menempatkan script di atas kode  silahkan anda simpan.
  • Selesai.
Silahkan melakukan pengecekan pada blog anda, apakah Judul Blog anda sudah berjalan? Sekian tutorial singkat hari ini (atau malam ini), apabila terdapat kesalahan yang memungkinkan dalam penerapan artikel ini sehingga menjadi "tidak berjalan" atau "blank", silahkan berkomentar dengan keluhan yang anda alami saat melakukan menerapkannya. Terima Kasih!
Mengapa artikel saya tidak muncul di search Engine? Pertanyaan usang dan masih sangat sering dipertanyakan, semakin bertambahnya tahun, semakin bertambah pula manusia (blogger) yang mempertanyakan masalah ini (sangat tidak bisa dipungkiri).

Bertambah hari tentu saja bertambah juga orang-orang yang berminat untuk mendaftarkan diri di blogger, untuk sekedar hobi atau mungkin tujuan finansial. Dan dengan semakin banyaknya pendaftar baru, tentu saja semakin sengit juga persaingan untuk membuat artikel berada di atas pencarian Mesin Pencarian (SERP), baik itu Google, Bing, dan sebagainya.

Permasalahan dasar yang akan saya terangkan pertama kali adalah, bagaimana caranya agar artikel setidaknya dideteksi oleh mesin pencarian. Mari menyimak...

Cara Agar Tulisan Kita Muncul Di Mesin Pencarian
  1. Hal pertama dan sangat paling utama yang harus anda lakukan adalah mendaftarkan blog anda ke Mesin Pencarian (caranya? Silahkan baca di sini: Cara daftar blog ke semua Search Engine).
  2. Kemudian submit blog anda ke webmaster. (Caranya? Silahkan baca di sini: Cara mendaftar dan Panduan Webmaster).
  3. Langkah selanjutnya adalah lakukan ping untuk setiap artikel yang baru saja anda buat. Perlu diingat!!! Ping memang perlu dilakukan untuk mempercepat indeks, tapi dilarang berlebihan. Sebaiknya lakukan hanya sekali dalam sehari. Saya kasih cara mudah untuk melakukan Ping Otomatis secara bersamaan ke semua Mesin Pencarian). Masuk ke Pingler.com dan isi semua data yang diperlukan (saya rasa semuanya sudah mengerti cara memasukkan data), dan jika sudah diisi, langsung lakukan PING!.
Jika sudah melakukan 3 hal yang saya anjurkan di atas, sekarang masuk ke tahap pembuktian, apakah tulisan saya sudah berada  di pencarian google atau belum? Silahkan ikuti langkah berikut ini berikut...

Cara Melihat Apakah Tulisan Kita Sudah Muncul Di Mesin Pencarian
  • Masuk ke google.
  • Kemudian tulis salah satu judul tulisan anda di Pencarian Google. Contoh lihat gambar:
"Mengapa Artikel Tidak muncul Di Search Engine?"
  • Jika dengan memasukkan judul tulisan, namun tulisan anda tidak muncul? Silahkan cari sampai ke Halaman 2 Google. Dan jika memang tidak muncul juga? Silahkan anda ganti dengan memasukkan Link/URL tulisan anda tersebut. Contoh lihat gambar:
"Mengapa Artikel Tidak muncul Di Search Engine?"
  • Jika anda sudah memasukkan URL tulisan anda? Sudah pasti tulisan anda akan terlihat di Mesin Pencarian. Hal itu sedikit membuktikan bahwa tulisan anda bukan tulisan yang berada di Halaman Atas Mesin Pencarian. Hal yang demikian itu penyebabnya cukup banyak. Hal itu sudah saya bahas di tulisan saya yang lain.
Jika sudah melakukan 3 langkah di atas namun tulisan anda masih tidak terdeteksi? Maka sekarang kita masuk ke judul pembahasan artikel ini.

Mengapa Artikel Saya Tidak muncul Di Search Engine?

1. Blog Anda Mengandung Virus.
Untuk anda yang terlalu sering melakukan otak-atik widget, sebaiknya gunakan widget yang sudah disediakan oleh pihak blogger. Karena widget yang tersebar begitu banyak di internet tidak pernah bisa menutup kemungkinan bahwa tidak disisipkan virus di dalamnya. Jadi, saya sarankan anda untuk lebih berhati-hati dalam hal memilih template anda. Hal ini juga berlaku untuk jalur iklan yang anda pilih.

2. Pengaruh Google Sandbox
Jika anda terkena dampak dari Google Sandbox, maka itu berarti anda sudah melakukan kesalahan fatal. Memang banyak yang melakukan kesalahan fatal, namun tidak terkena dampak (itu hanya masalah waktu saja). Dampak dari Google Sandbox (atau sering disebut Google Penalti) itu sendiri harus anda atasi sedari dini; dimana ketika anda pertama kali mendaftar blog dan sampai seterusnya. Semua itu bisa anda pelajari di dalam ketentuan blogger (tidak mungkin saya bahas di sini).

3. Kalah Bersaing dengan Blog Lain
Kalah Bersaing itu sebenarnya tidak berarti bahwa tulisan anda tidak muncul; hanya saja tulisan anda berada di urutan bawah Mesin Pencarian. Saya tidak memiliki tips jitu untuk urusan ini, karena setiap pakar pun memiliki pendapat yang berbeda-beda. Saya hanya menyarankan untuk setidaknya buatlah tulisan yang benar-benar unik (jadi anda tidak perlu bersaing? ๐Ÿ˜€). Dan kalau pun anda ingin bersaing, maka bersainglah dengan sehat, bidik Kata Kunci (Keyword) yang mampu anda kuasai.

4. Duplikat Konten/Tulisan
Saya sangat tidak suka dengan orang yang suka copy paste (begitu juga google). Saya rasa hal ini tidak perlu kita bahas lagi, lagi pula sudah sangat sering saya ungkit di dalam tulisan saya yang lain. Tulisan semacam ini bisa masuk ke dalam pembahasan Google Penalti yang sudah saya bahas di atas. Hal semacam ini sangat perlu anda hindari.

5. Perubahan Algoritma Mesin Pencarian
Mengapa tidak ada tips jitu untuk membuat artikel selalu berada di Halaman Atas Mesin Pencarian? Ya, salah satu alasannya adalah karena Algoritma Mesin Pencarian selalu berubah-ubah setiap waktu. Jadi, jika bulan ini tulisan anda berada di halaman atas mesin pencarian, belum tentu bulan depan akan berada di sana. Bisa saja tulisan anda di tendang atau dikeluarkan dari Mesin Pencarian. Hal itu karena memang algoritma google selalu berubah-rubah setiap saat.

Nah, sekarang saya serahkan kepada anda untuk menjawab pertanyaan mengapa artikel saya tidak muncul di search engine? Namun sekali lagi, jika ada kesalahan di dalam penulisan saya atau memang ada yang tidak anda mengerti, silahkan anda tanyakan di kolom komentar yang sudah saya sediakan di bawah.
Hari Ulang Tahun Perkawinan

Pada hari ulang tahun perkawinan kita yang kesekian, yang kita sendiri lupa hari bulan apa, kau tidak menyalakan lilin atau mengundang teman makan-makan. Kapan pernah? Pada hari yang sudah kita lupakan itu kita duduk di beranda ngobrol tentang kapan dan di mana kita bertemu pertama kali, cinta pada pandangan pertama, kucing-kucingan di kampus, dan memutuskan untuk kawin entah hari bulan apa. Aduh, kumat!

Kadang-kadang kita mengangguk ketika ada tetangga lewat atau basa-basi bertanya mau ke mana atau berkomentar “kok tumben jalan-jalan sendirian,” atau cengar-cengir saja. Lho, kenapa kau memandangku seperti sudah lama tidak ketemu? Pada hari perkawinan yang sudah terkubur dalam ingatan itu aku seperti mendengarmu bertanya apakah dulu itu aku memang benar-benar menyayangimu atau apa begitu. Gombal!

Pada hari ulang tahun perkawinan kita itu yang mungkin saja kebetulan jatuh hari ini kau tiba-tiba bangkit dari bangku dan masuk rumah meninggalkanku sendirian di beranda memandang pohon mangga yang beberapa buahnya setiap malam berjatuhan dimakan codot.

Kubikinkan teh apa kopi?


"Puisi: Hari Ulang Tahun Perkawinan (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Hari Ulang Tahun Perkawinan
Karya: Sapardi Djoko Damono
Kebetulan waktu itu aku murid kelas 6 SD, dan kebetulan juga aku tidak tau apa itu tanda tangan?! Jadi sepulang sekolah (di rumah) aku bertanya pada ayahku, "Ayah, tanda tangan itu apa?".

"Cerita: Apa itu Tanda Tangan?"

Sepintas aku merasa ayahku menahan tawa, namun seketika itu ayahku mengajakku ke meja tamu. Ayahku mengeluarkan pulpen dan secarik kertas dari saku bajunya. Beliau tidak mengatakan apapun, hanya membuat sebuah ukiran dengan pulpen di atas kertas. Baru setelah itu beliau mengatakan, "Anakku, ini adalah tanda tangan".

Lalu ayahku meninggalkanku bersama pulpen dan kertas itu.

Tidak ada yang bertanya padaku apa aku sudah mengerti?! Jadi aku mengambil pulpen dan mulai meniru hasil coretan ayahku tersebut. Hasilnya tidak begitu bagus memang, tapi setidaknya hampir memiliki kemiripan. Dan sekarang aku sangat senang dan bangga, karena sebagai anak yang tidak tau apa-apa, hari ini aku sudah punya tanda tangan.

Waktu berjalan mengiringi sejarah yang melekat di dalamnya. Hingga kemudian saat SMP akupun menyadari, ternyata semua orang memiliki tanda tangan yang berbeda-beda. Di sini aku menarik kesimpulan, mungkin hanya aku yang tidak memiliki tanda tangan (alias hanya meniru tanda tangan ayahku).

Aku tidak mengatakan pada siapapun tentang hal ini, karena aku tau ini akan terdengar memalukan, dan akupun tau mereka pasti akan menertawakan. Nah, entah kenapa aku menuliskannya di sini, ya sudahlah! ๐Ÿ˜‚
Gelombang Hari Itu
Hari itu,
Gelombang bergerak seperti para pecinta.
Tergesa mencari bibir pantai,
Menjadi yang tercepat.

Gejolak itu,
Berputar dan mengguling.
Dengan irama yang sempurna,
Dalam keramaian yang meriah.

Bersatu dalam tarian yang kusut,
Menangkap satu untuk sama lain.
Menari maju dan mundur,
Entah apa yang mereka lakukan.

Bangkit dan jatuh,
Mereka bersatu untuk hancur.
Entahlah...

Atau mereka jatuh dan bangkit,
Bersatu untuk bahagia.
Entahlah...
  
"Puisi: Gelombang Hari Itu"
Puisi: Gelombang Hari Itu
Oleh: Arief Munandar

Sebuah Kamar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
"Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satu!"

Ibuku tertidur dalam tersedu
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!

Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
di luar hitungan: Kamar begini
3x4 m, terlalu sempit buat meniup nyawa! 


1946
"Puisi: Sebuah Kamar (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Sebuah Kamar
Karya: Chairil Anwar
Tiga Sajak Kecil

I
Pada suatu pagi hari
seorang gadis kecil
mengendarai selembar daun
meniti berkas-berkas cahaya.

“Mau ke mana, Wuk?”
“Ke Selatan situ.”
“Mau apa, Wuk?”
“Menangkap kupu-kupu.”


II
Pada suatu siang hari
seorang gadis kecil
belajar menggunting kertas,
gorden, dan taplak meja;

Guntingan-guntingan ini
indah sekali, akan kujahit
jadi perca merah, hijau, dan biru
bahan baju untuk Ibu.

 
III
Pada suatu malam hari
seorang gadis kecil
menodong ibunya membaca cerita
nina-bobok sebelum tidur;

Malam ini Puteri Salju,
kemarin Bawang Putih,
besok Sinderela, ya Bu
biar Pangeran datang menjemputku.

"Puisi: Tiga Sajak Kecil (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Tiga Sajak Kecil
Karya: Sapardi Djoko Damono
Terbaring

Kalau aku terbaring sakit seperti ini
suka kubayangkan ada selembar daun tua
kena angin dan lepas dari tangkainya
melayang ke sana ke mari tanpa tenaga.

Kalau aku terbaring sakit seperti ini
suka kubayangkan kalian nun di Bukit sana
berebut menangkap daun yang melayang-layang itu
dan penuh rindu menciumnya berulang kali.

"Puisi: Terbaring (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Terbaring
Karya: Sapardi Djoko Damono
Dia mengenali kesalahannya dengan baik, dia juga tau cara mencegahnya. Tapi terkadang, dia malah memilih membiarkannya. Dia hanya khawatir, kalau-kalau dia tidak pernah melakukannya, dia akan menyesali sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.

Dia menghabiskan masa kecilnya sebagai anak kecil yang sangat seperti pemalu, juga sebagai anak kecil yang sering lari dari hal-hal yang dia sukai. Dia juga sering menangisi dirinya sendiri, hanya karena dia tidak ingin selamanya seperti itu.

Dia mengubahnya sedikit demi sedikit, menguji dirinya dari sesuatu yang paling mendasar. Saat kelas 5 SD dia mengacungkan jari telunjuk tangannya untuk menjawab sebuah soal matematika yang ada di papan tulis, padahal dia tidak tau pertanyaan apa yang akan dihadapinya.

Itu adalah hari pertama dia merasa menjadi seperti pemberani. Syukur, Tuhan tidak mempermalukan dia hari itu. Karena itu, dia sangat bangga. Dia... adalah aku, Arief Munandar.

"Arief Munandar"
Kota Yang Tersakiti
=================================

Menarik pandang dari kota yang bersedih
mimpi kosong yang merangkul misteri panjang
menyapa akhir kisah yang telah memburuk.

Menarik pandang dari kota yang terdiam sendiri
haluan jerit yang berpeluk deretan peristiwa
menyapa janji yang mati karena berharap.

Datar...
Pelan...
Dan sesuai rencana.

Karena sebelum mereka menghancurkan
mereka dulu harus mencintai.
Karena sebelum mereka membinasakan
mereka dulu harus menamai.

Hingga semua yang mengenal
perlahan benci dan menghilang.
Menyisakan inti menunggu resapan
kenangan-kenangan yang telah tersakiti.

Tapi mengapa selalu ada sesuatu
yang kita pikir tidak akan pernah terjadi.
Harus datang menghantui
hingga itu benar-benar terjadi.

Hah...

Tempat yang dulunya indah
sebelum mereka mencintai.
Tempat yang dulunya sangat sempurna
sebelum mereka mencintai.

=================================
Puisi: Kota Yang Tersakiti
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Kota Yang Tersakiti"

Langkah-Langkah Menulis Puisi

Langkah pertama:
Duduklah.

Langkah kedua:
Duduklah dengan tenang.

Langkah ketiga:
Duduklah dengan tenang di atas batu.

Langkah keempat:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu.

Langkah kelima:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu sambil membaca.

Langkah keenam:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan menjadi batu nisanmu sambil membaca Pramoedya Ananta Toer: “Hidup sungguh sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.”

Langkah ketujuh dan seterusnya:
Abrakadabra.


2017
Langkah-Langkah Menulis Puisi (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Langkah-Langkah Menulis Puisi
Karya: Joko Pinurbo
Aku pernah bermimpi tentang seorang, seorang yang tidak aku kenal, seorang wanita. Semuanya samar hitam. Yang sangat terlihat hanyalah, dia memberi senyuman padaku, sembari mengulurkan tangan. Aku sangat ingat, itu adalah tangan kanannya.

Tangan itu meminta diri dihampiri, dan aku merasakan tanganku bergerak berusaha meraihnya. Namun sebelum aku berhasil mencapai tangan itu, aku selalu tersadar dari mimpiku. Dan begitulah mimpi yang hampir setiap hari menemani Januari-ku tahun 2015. Sangat beralasan, aku sangat menghafal senyuman itu.

Dan lalu aku bertemu wanita itu di dalam dunia nyata. Kami memulai pertemuan dengan sangat baik. Kami semakin dekat setiap harinya. Semakin terbuka setiap harinya. Hingga kami tidak lagi merasa malu menceritakan kebodohan-kebodohan kami.

Hanya sedikit disayangkan, mulai dari hari pertemuan itu, mimpi itu tidak pernah lagi datang menghampiri. Pernah sesekali aku menyesali pertemuan itu, karena ada sesuatu di dalam diriku yang mengatakan kalau mimpi itu lebih dari sekedar indah walau hanya berakhir disaat aku tidak pernah berhasil meraih tangan itu. Dan pun setidaknya, aku sangat ingin mengawali hari dengan senyuman indah itu. Dan sekarang, hanyalah mimpi kosong yang ada.

"Mimpi Yang Sama?"

Waktu-waktu terus berjalan, mengganti setiap coretan detik. Aku akhirnya menceritakan mimpi itu padanya. Aku tidak ingat bagaimana dia menanggapinya. Hanya aku sedikit merasa, dia tidak percaya, dan sama sekali tidak peduli.

Rasanya kejadian itu sudah lama berlalu. Dan kami sudah tidak lagi berkomunikasi sejak pertengahan tahun 2016. Kecuali beberapa hari yang lalu; saat dia mengirimku pesan melalui Akun Facebook milik adiknya.

Aku pikir itu adalah adiknya, hingga kemudian dia mengakui kalau itu adalah dirinya. Dan saat aku tau kalau itu adalah pesan darinya, aku tidak lagi memberi peduli.

Aku suka mengganggu adiknya di Facebook, karena aku cenderung suka anak kecil yang pemalu; dalam artian aku gemas. Sejak dulu kami memang sering membalas canda melalui Fitur Pesan di Facebook itu, juga terkadang saling mengomentari status. Kebanyakan isinya hanya gurauan, jadi itu bukan masalah besar untuk dipermasalahkan. Namun sekarang, aku mulai berpikir kalau semua yang terjadi antara aku dan adiknya, itu adalah dia; bukan adiknya.

Dan sekarang mimpi itu telah usai, semuanya telah usai. Aku bahkan tidak ingin tau apakah mimpi yang terulang itu memiliki arti besar untuk hidupku. Namun yang pasti, bagiku, mimpi itu tidak pernah mengartikan apa-apa (setidaknya; tidak saat ini).
Tahi Lalat

Pada usia lima tahun ia menemukan
tahi lalat di alis ibunya,
terlindung bulu-bulu hitam lembut,
seperti cinta yang betah berjaga
di tempat yang tak diketahui mata.

Kadang tahi lalat itu memancarkan cahaya
selagi ibu lelap tidurnya.
Dengan girang ia mengecupnya:
“Selamat malam, kunang-kunangku.”

Ketika ia beranjak remaja
dan beban hidup bertambah berat saja,
tahi lalat itu hijrah ke tengkuk ibunya,
tertutup rambut yang mulai layu,
seperti doa yang merapal diri
di tempat yang hanya diketahui hati.

Disingkapnya rambut si ibu,
diciumnya tahi lalat itu, “Maaf,
sering lupa kuucapkan amin untukmu.”

Akhirnya ia benar-benar sudah dewasa,
sudah siap meninggalkan rumah ibunya,
dan ia tak tahu tahi lalat itu pindah ke mana.

“Jika kau menemukannya,
masihkah kau akan mengecupnya,
akankah kau menciumnya?” si ibu bertanya.

Ah, tahi lalat itu telah hinggap
dan melekat di puting susu ibunya.

2011
"Puisi: Tahi Lalat (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Tahi Lalat
Karya: Joko Pinurbo
Liburan Sekolah

I
Liburan sekolah sudah tiba. Sepeda merahku melonjak gembira.
Sambil ngebut di jalan pulang ia meminta, “Besok ajak aku piknik ya,
bang. Aku jenuh tiap hari mengantarmu pergi pulang sekolah. Aku
ingin jalan-jalan ke bukit dan lembah.”
           Kuremas gagang stangnya yang kusam, kuberi ia sepotong janji:
“Tentu aku akan mengantarmu tamasya ke tempat yang seindah
mimpi. Tapi kau tak boleh nakal. Tak boleh menabrak pantat orang.
Tak boleh nyelonong ke jurang. Dan kalau belok harus pelan-pelan,
jangan malah menambah kecepatan.”
           Ah sepeda merahku. Rodanya yang tak pernah baru kadang
menggelinding ke halaman tidurku.
           Kutepati janji. Di sebuah sore yang hangat dan menggemaskan,
di bawah matahari yang gondrong rambutnya, aku dan sepedaku
pergi melancong ke hutan. Sepedaku dan aku menyusuri lembah dan
bebukitan seperti dua petualang yang tak peduli pada tujuan.
           Memasuki senja, kami tersesat di sebuah lorong cahaya yang
menuju ke cakrawala. Di ujung lorong cahaya muncul sebuah tangga
cahaya. Di atas tangga cahaya tampak seorang lelaki tua sedang
bermain sulap. Oh, ia sedang menyulap segumpal awan menjadi
selembar sapu tangan. Ia melambai dan memanggil, “Ayo, lekaslah
ke sini. Mari kusulap sepeda bututmu menjadi sepeda baru.” Aku
mendekat. Ya ampun, wajah tukang sulap itu mirip wajah kakekku
yang hanya pernah kulihat fotonya. Aku ingin sekali naik ke tangga
itu, tapi sededaku buru-buru mencegahku: “Ayo pulang, bang. Aku
sudah capek dan kedinginan.”
           Sampai di rumah, kulihat nenekku sedang menggigil di depan
tungku, ditemani kucingku yang montok dan lucu. Kuhampiri ia
dan kuraba keningnya: “Nenek sedang demam ya?” Dengan lirih dan
agak gemetar ia menimpal, “Aku rindu kakekmu.”

II
Rencanaku menjenguk teman yang lagi sakit tertunda lagi. Hujan
mengamuk tak henti-henti, wabah flu menyebar ke seluruh penjuru
kampung. Di mana-mana kutemukan orang berkerudung sarung,
seakan-akan negara sedang berkabung.
           Sampah hujan menumpuk di sudut halaman, berangsur-angsur
mengeras menjadi es batu. Aku membantu Ayah memecah-mecah
bongkahan es hujan. Ayah memasukkan beberapa bongkah ke dalam
kulkas, katanya, “Es batu ini sangat bagus untuk bikin minuman.
Bagus pula untuk obat. Nanti kubikinkan ya? Ayah jamin kamu tak
akan mudah pusing, pilek dan demam bila kehujanan.”
           Malam itu kulihat Ayah banyak minum es hujan. Setelah puas,
Ayah mengepalkan tangan dan mengacungkannya, serunya,
“Tubuhku sehat, badanku kuat, walau nasibku semakin gawat.”
Lalu Ayah sempoyongan seperti orang mabuk. Sejurus kemudian
Ayah menggelosor dan tertidur di depan televisi. Dari dalam televisi
penyiar mengucapkan salam, “Selamat tidur, penyair. Selamat
mabuk es hujan.

III
Malam-malam aku disuruh Ibu membeli kerupuk di warung
seberang. Kerupuk, kata Ibu, bisa membuat meja makan yang dingin
dan nestapa jadi cerah ceria. Ibu suka kerupuk yang renyah dan seru
bunyinya.
           Di jalan remang-remang menuju warung aku berpapasan dengan
seorang adik kelasku yang parasnya lebih dari lumayan. Kami beradu
mata dan saling mengucapkan hai. Tatapannya telah mengobrak-
abrik kesunyian mataku. Sejenak kami berbasa-basi. Lalu malam
membimbing kami ke sebuah bangku di bawah pohon rambutan di
dekat warung.
           Kami berbincang hangat tentang seluk-beluk sekolah. Tentang
pelajaran matematika yang membosankan. Tentang awalah ber-
yang membingungkan. Juga tentang bu guru yang selalu bilang
astaga bila ada muridnya yang pecicilan.
           Aku pulang sambil bersiul sepanjang jalan. Tidak dengan
kerupuk, tapi dengan beberapa biji buah rambutan yang dipetik
adik kelasku itu dan diberikannya kepadaku, katanya untuk kenang-
kenangan.
           Malam berikutnya aku pura-pura mau beli kerupuk lagi, siapa
tahu bisa bertemu kembali dengannya. Ah, terlambat. Kulihat ia
keluar dari warung bersama entah siapa. Mereka jalan bersama
dengan mesra sambil ketawa-ketawa. Aku bengong, terpana. Ia
menolah ke aku, matanya melirik dengan cemerlang, tapi tatapannya
tak sanggup lagi menembus mataku, bahkan senyum manisnya telah
mengubah hatiku menjadi sebongkah bara. Lelaki sepantaran aku
di sampingnya juga menoleh, tersenyum, menganggukkan kepala,
tapi aku keburu balik kanan, pulang. Pulang dalam bimbang. Aku tak
tahu apakah itu yang namanya cinta monyet. Sedikit cintanya, lebih
banyak nyometnya, dan akhirnya hanya tinggal nyemotnya.
           Menjelang tiba di rumah, kutemukan sajak Chairil berceceran di
pinggir jalan. Kungungut dan kumasukkan ke saku celana.
           Di atas meja belajarku ada gambar Chairil sedang merokok
dengan mata disipit-sipitkan. Gayanya tampak agak dibuat-buat,
tapi cukup keren juga. Aku segera mengambil kepingan-kepingan
merangkainya menjadi sebuah kalimat: Ah hatiku yang tak mau
memberi, mampus kau dikoyak-koyak sepi.

I
V
Bu guru memberiku tugas membuat laporan kegiatan seni. Sore itu
kuminta Ibu menemaniku melihat-lihat pameran lukisan di sebuah
galeri di sudut alun-alun kota. Lukisan-lukisan besar berbaris di
dinding dan dengan hormat menyambut kedatangan aku dan Ibu.
           Aku dan Ibu terpikat pada sebuah lukisan yang tak jelas siapa
pelukisnya. Lukisan itu sepenuhnya berlatar hitam. Di tengah hitam
hanya ada sebuah rumah tua berpintu merah dengan cahaya lampu
redup remang. Lama aku terpesona sampai terlambat sadar bahwa
aku telah kehilangan Ibu. Ibu tak ada lagi di sampingku. Pastilah Ibu
sedang ke toilet sebab tadi beberapa kali Ibu menanyakan di mana
toilet.
           Tanpa Ibu aku terus terpana memandangi lukisan itu. Aku
terkesiap ketika cahaya lampu di rumah itu makin lama makin
terang. Mungkin karena kupandangi terus, lambat laun meremang
kembali. Tiba-tiba aku merinding dan merasa kesepian. Aku
terhenyak ketika seseorang menepuk bahuku, katanya, “Sedang
melamun ya?” Ah, ternyata ibu.
           “Ke toilet kok lama sekali sih, Bu?”
           “Ibu tidak ke toilet, anakku. Ibu habis memasuki rumah tua
dalam lukisan itu. Ternyata itu perpustakaan. Ibu sempat membuka-
buka sekilas beberapa buku tua. Ibu senang bisa menemukan sebuah
kitab puisi yang Ibu cari-cari. Judulnya lucu, Celana.”
           “Celana, Ibu? Bukankah itu buku yang baru akan saya tulis dua
puluh tahun yang akan datang?”
           Ibu segera menggandeng tanganku dan mengajakku makan
bakso.

V
Malam Minggu. Aku duduk saja di ruang tamu sambil
menjahit baju seragamku yang koyak di bagian ketiak. Aku
menjahitnya dengan benang hitam yang lembut dan liar. Tengah
suntuk-suntuknya aku menjahit, adikku tersayang tiba-tiba
nyelonong dari belakang: “Pantesan Ibu merasa kepalanya berdenyit-
denyit. Ternyata kamu menjahit dengan rambut Ibu.”

VI
Ini malam terakhir liburanku. Rasanya sekolah sudah merindukanku.
Kusempatkan membongkar tas sekolahku yang penuh dengan ribuan
kata-kata pemberian ibu dan bapak guru. Kupilih dan kupilah mana
yang harus kupersembahkan kepada tempat sampah, mana yang
mesti kuawetkan dalam ingatan.

Di ruang tengah Ibu lagi bersendiri bersama televisi. Aku mencoba
melongok lewat celah pintu kamarku. Oh, Ibu sedang minum es
hujan. Ibu tersenyum riang sehabis meneguk es hujan. Teguk lagi,
senyum lagi. Teguk lagi, senyum lagi. Tapi mengapa gelas Ibu seperti
tak berkurang isinya, malah terisi penuh kembali? Rupanya ada air
mata tak kelihatan yang mengucur ke gelas Ibu.

Aku tahu Ibu diam-diam sedang menangis terharu. Aku tak tahu
apakah Ibu terharu karena nilai ujianku bagus semua atau karena
belum bisa membelikanku sepatu. Kututup rapat pintu kamarku,
kukemasi buku-buku pelajaranku.

VII
Pagi-pagi, berbekal kecupan hangat Ibu, aku dan sepeda merahku
berangkat berjuang kembali ke sekolah. Di perjalanan aku dicegat
oleh adik kelasku yang satu itu.
“Hai, ada titipan salam dari kakakku.”
“Siapa kakakmu?”
“Itu, yang ke warung bersamaku malam itu.”
Aku terdiam dan ia lanjut jalan. Senyum hebatnya tak dapat lagi
kulawan.

2009/2010
"Puisi: Liburan Sekolah (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Liburan Sekolah
Karya: Joko Pinurbo
Keringat

Tiap hari ayah memasukkan
butiran keringat ke dalam botol
dan menyimpannya dalam kulkas.

Bila saya dilanda demam yang ganas,
ayah menuang keringat dinginnya
ke dalam gelas, saya minum hingga tandas.

Cenguk. Cenguk. Asunya amblas.

2012
"Puisi: Keringat (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Keringat
Karya: Joko Pinurbo