loading...
Dia mengenali kesalahannya dengan baik, dia juga tau cara mencegahnya. Tapi terkadang, dia malah memilih membiarkannya. Dia hanya khawatir, kalau-kalau dia tidak pernah melakukannya, dia akan menyesali sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.

Dia menghabiskan masa kecilnya sebagai anak kecil yang sangat seperti pemalu, juga sebagai anak kecil yang sering lari dari hal-hal yang dia sukai. Dia juga sering menangisi dirinya sendiri, hanya karena dia tidak ingin selamanya seperti itu.

Dia mengubahnya sedikit demi sedikit, menguji dirinya dari sesuatu yang paling mendasar. Saat kelas 5 SD dia mengacungkan jari telunjuk tangannya untuk menjawab sebuah soal matematika yang ada di papan tulis, padahal dia tidak tau pertanyaan apa yang harus dia hadapi.

Itu adalah hari pertama dia merasa menjadi seperti pemberani. Syukur, Tuhan tidak mempermalukan dia hari itu. Karena itu, dia juga merasa bangga, dan dia adalah aku, Arief Munandar.

"Arief Munandar"

Post a Comment

loading...
 
Top