loading...

Sekarang atau Tidak Selamanya?

Terikat dengan mimpi yang tidak ingin kita perjuangkan, bersujud dalam nurani insani. Setiap hari kita menyalahkan takdir, seakan kita telah berjuang mati-matian, untuk apapun itu. Sampai aku menikah dengan seseorang, dan engkau menikah dengan seseorang, atau mungkin sampai seterusnya.

Dan di sinilah bagian terbaik dari cinta, dimana selamanya kita akan saling mencintai dalam diam. Karena mungkin jika kita yang menikah, kita akan menghabiskan hari dengan saling menyalahkan, lalu cinta terbunuh pelan-pelan. Dan satu-satunya yang membuat kita bertahan adalah, anak-anak kita.

Dan sekarang di sinilah kita berdiri, di tempat orang-orang yang merasa kecewa. Iya, seorang lelaki yang tidak peka dan seorang wanita yang memelihara gengsi. Terdiam di dalam sirat yang seharusnya tersurat, terhenti dalam kutukan seorang penakut. Setiap harinya kita berpura, seakan kita tidak pernah lebih buruk. Sampai aku menjadi diriku dengan yang lain, dan engkau menjadi dirimu dengan yang lain, atau mungkin sampai kita mati menyendiri.

Dan beginilah sudut pandang cinta, dimana selamanya kita akan saling mengharapkan. Karena mungkin jika kita yang bicara, kita akan mengucapkan kata yang tidak seharusnya terdengar, lalu semuanya akan semakin memburuk. Dan satu-satunya tempat yang tersisa untuk sembunyi adalah, di sekitar orang-orang yang merasa kita lebih baik jika kita tidak pernah bicara. Begitu menyedihkan, hingga kita menjalani hidup dengan air mata yang sama setiap harinya.

Iya, lalu kita mati, menyesali hal-hal indah yang tidak pernah kita lakukan. Iya, lalu kita mati, dalam keadaan tidak pernah memilih!


"sia-sia"
loading...


EmoticonEmoticon