April 2017
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Pulang

Di mana kau pohonku hijau
di sini aku sudah jadi batu
Hai perantau darimana kau
darimana saja aku mau melekat jadi debu
di karet, di karet katamu
Wahai chairil apa kau masih di situ
atau lenyap dipasok batu
atau senyap sebelum tahun 2000

Ya Banda mengena juga yang kau bilang
tak seorang berniat pulang
pulang? Kemana harus pulang
si burung samudera tanpa sarang
bangga aku teringat Sujoyono berani menuding
dan bilang untung aku bukan anjing
ini juga modernisasi globalisasi
kata-kata jadi kering kebudayaan baru
dari bawah sampai atas
tukang peras atau maling.

Puisi hanya kaulah lagi tempatku pulang
Puisi hanya kaulah pacarku terbang
Puisi generasi baru yang bijak bestari menerjang
keras bagai granit cintanya bagai laut menggelombang

Di mana kau pohonku hijau
dalam puisimu wahai perantau
dalam cintamu jauh di pulau.
1996
"Agam Wispi"
Puisi: Pulang
Karya: Agam Wispi
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Penyair Anwar

Aku mengaji, Anwar Anwar
Hidup dari pasar terbuka dalam tubuh
Orang tanah yang ditutup senja, Anwar Anwar
Berlari seperti kura tak henti membawa jagat
Irama abad, Anwar Anwar
Berdentang-dentang dalam dagingku
Minta perawan dalam sesaji langit yang jauh
Anwar membelah tubuh jadi kota mengalir
Menyimpan tanah dari hujan dan padi-padi
Anwar mengirim tubuh kaku ke daging-daging
Dihembus pasar ke pohon-pohon sunyi
Jadi penyair seribu tahun.

Makani Tuhan dalam kuburmu Anwar Anwar
Aku orang sunyi berlalu dalam cerita.

"Afrizal Malna"
Puisi: Penyair Anwar
Karya: Afrizal Malna
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Abad yang Berlari

Palu.
Waktu tak mau berhenti, palu.
Waktu tak mau berhenti.
Seibu jam menunjuk waktu yang beda berbeda.
Semua berjalan sendiri-sendiri, palu.
Orang-orang nonton televisi, palu.
Nonton kematian yang dibuka dijalan-jalan,
telah bernyanyi bangku-bangku sekolah,
telah bernyanyi di pasar-pasar,
anak-anak kematian yang mau merubah sorga.
Manusia sunyi yang disimpan waktu.

Palu.
Peta lari berlarian dari kota datang dari kota pergi,
Mengejar waktu, palu.
Dari tanah kerja dari laut kerja dari mesin kerja.
Kematian yang bekerja dijalan-jalan, palu.
Kematian yang bekerja dijalan-jalan.
Dada yang bekerja di dalam waktu.

Dunia berlari, dunia berlari
Seribu manusia dipacu tak habis mengejar.


"Afrizal Malna"
Puisi: Abad yang Berlari
Karya: Afrizal Malna
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kalung dari Teman

Hari ini saya sedang bahagia. Saya duduk di sebuah 
restoran dengan seorang teman lama. Kami berusaha 
saling membagi cerita. Tapi kemudian saling tahu, kami 
tetap berada dalam kereta berbeda. Dari jendela kami 
hanya saling melongok. Kenapa tidak bisa saling berbagi 
halaman? Ada nomor teleponnya dalam kantong baju 
saya, sebuah sungai di bawah bantal. Tiba-tiba waktu 
seperti binatang buas. Taring-taring bahasa mengintai 
kami dari balik jendela.

Makanan yang kami pesan telah datang. Ada kuburan 
waktu di sana, jam 12 malam dalam tubuh saya. Siapa 
yang telah mati dengan cara begini? Pelayan restoran 
meletakkan lembaran nota di meja makan kami, tak 
peduli dengan kuburan itu. Di luar saya lihat sebuah 
bangunan baru telah berdiri lagi. Saya menggapai-gapai 
dirimu, seperti bahasa yang mengubahmu terus-
menerus.

Saya genggam tangannya, teman saya seperti gerimis 
di luar jendela. Membasahi daun-daun di halaman, 
membuat pot untuk waktu. Di luar, kereta telah berlalu, 
meninggalkan kami di peron yang sama. Tetapi matanya 
seperti ingin memanggil seluruh orang, ingin 
membenarkan dirinya tumbuh bersama waktu. Ingin 
melihat air mata kata-kata. Ingin membuat puisi dari 
genggaman lengan bayi. Melihat taring-taring bahasa 
membuat untaian kalung permata di leher kami.

Lalu saya lihat asap putih keluar dari mulut saya. 
Menjadi api. Membakar apa saja di sekitar saya. Api itu 
ikut membakar kami berdua. Saya dan teman saya 
menjadi kalung api. Lalu pergi meninggalkan restoran 
itu. Restoran yang telah kami bakar. Api bahasa terus 
berkobar-kobar, seperti tanaman api, yang sepanjang 
masa ingin kau padamkan.

1997
"Afrizal Malna"
Puisi: Kalung dari Teman
Karya: Afrizal Malna
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kiiara adalah Seorang Penyanyi sekaligus merupakan Penulis Lagu yang berasal dari Wilmington, Illinois, Amerika Serikat. Kiiara lahir pada tanggal 24 Mei 1995 dengan nama Kiara Saulters. Jenis musik yang dia bawakan adalah Downcast Electronic Pop.

Pada tahun 2013 (dengan nama aslinya, Kiiara Saulters), Kiiara merilis sebuah Single Pop yang dibawakan secara Akustik, yang berjudul, "Bring Me Back". Lagu ini membawa berkah tersendiri untuk Kiiara sebagai langkah awal di belantika musik.

"Foto Kiiara"

Pada bulan Juni 2015, Kiiara menandatangani kontrak rekaman dengan Atlantic Records dan langsung mengubah nama panggung dari Kiara Saulters menjadi Kiiara. Single Debut Kiiara adalah lagu yang berjudul "Gold". Bisa dikatakan, lagu ini adalah lagu telah membuat Kiiara mulai diperhitungkan di Dunia Musik.

Pada tanggal 22 Maret 2016, Kiiara kemudian merilis Album Mini/Mini Album (Extended Play/EP) dengan lagu andalannya adalah "Gold". Video Klip lagu tersebut (di Youtube) pada pertengahan bulan Mei 2016, langsung mencapai lima juta kali tayang.

Pada tanggal 15 September 2016 (masih dengan lagu Gold), Kiiara tampil untuk pertama kalinya di Siaran Televisi, dalam acara The Tonight Show yang dibawakan oleh Jimmy Fallon.

Pada tanggal 16 Februari 2017, Kiiara tampil dalam single Linkin Park, yang berjudul "Heavy". Lagu tersebut ditulis oleh Julia Michaels dan rilis perdana di radio pada tanggal 21 Februari 2017.

Pada/dari tanggal 13 April 2017, Kiiara melakukan konser tur (Amerika Utara dan Kanada) bersama The Chainsmokers dan Emily Warren untuk memeriahkan rilis Album Studio Memories…Do Not Open (Album The Chainsmokers).


Daftar Lagu Kiiara


Daftar EP Kiiara
  • Low Kii Savage (2016)


Daftar Album Kiiara



Daftar Video Musik (Video Klip) Kiiara
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
The Fate of the Furious adalah film kedelapan dari Fast & Furious. Film ini rilis perdana di Berlin pada tanggal 4 April 2017. Selain atraksi para bintangnya yang sangat memukau para penikmat film, film ini juga sangat kental dengan lagu soundtracknya yang sangat aduhai di telinga pemirsa. Dan itulah yang akan kita bahas di sini kali ini.

"Lagu Soundtrack Film Fast and Furious 8"
Daftar Lagu Soundtrack Film Fast & Furious 8

1. Gang Up
Lagu ini bawakan oleh Young Thug, 2 Chainz, Wiz Khalifa & PnB Rock.

2. Go Off
Lagu ini bawakan oleh Lil Uzi Vert, Quavo & Travis Scott.

3. Good Life
Lagu ini bawakan oleh G-Eazy & Kehlani.

4. Horses
Lagu ini bawakan oleh PnB Rock, Kodak Black & A Boogie Wit da Hoodie.

5. Seize The Block
Lagu ini bawakan oleh Migos.

6. Murder (Remix)
Lagu ini bawakan oleh YoungBoy Never Broke Again & 21 Savage.

7. Speakerbox (F8 Remix)
Lagu ini bawakan oleh Bassnectar Feat. Ohana Bam & Lafa Taylor.

8. Candy Paint
Lagu ini bawakan oleh Post Malone.

9. 911
Lagu ini bawakan oleh Kevin Gates.

10. Mamacita
Lagu ini bawakan oleh Lil Yachty Feat. Rico Nasty.

11. Don't Get Much Better
Lagu ini bawakan oleh Jeremih, Ty Dolla $ign, & Sage The Gemini.

12. Hey Ma (Spanish Version)
Lagu ini bawakan oleh Pitbull & J Balvin Feat. Camila Cabello.

13. La Habana
Lagu ini bawakan oleh Pinto "Wahin" & DJ Ricky Luna Feat. El Taiger.

14. Hey Ma
Lagu ini bawakan oleh J Balvin & Pitbull Feat. Camila Cabello.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Toraja

Bayang-bayang berkelebat
Di antara hijau air dan rimbun kabut
Bulan pada permukaan sungai
Seperti nilam yang berkilauan
Di pelupuk mata. Langit merendah
Tanah mendedahkan kubur
Membuka jalan lempang
Ke sorga. Tahun-tahun datang
Abad-abad pergi
Mencari tengkorak
Dan botol arak

Daun-daun melambai
Jauh ke ceruk sunyi
Kunang-kunang di sekujur bukit
Seperti hamburan manik-manik
Dari sorga. Gambar-gambar binatang
Jejak-jejak kaki, tapak-tapak tangan
Ukiran-ukiran batu, patung-patung logam
Getah-getah damar serta wewangian
Hutan. Angin membentuk garis salib
Dingin merapalkan mantera gaib
Pada keranda dan pintu goa:
Kerbau-kerbau tegak
Babi-babi tiarap

Lalu keabadian tersimpan
Di atas bubungan
Kabut keemasan dan bayang-bayang
Saling berkejaran seperti asap
Dengan api. Betapa megah dan ganjil
Alangkah riuh namun hening
Tarian dan nyanyian
Detik-detik yang berjatuhan
Ke haribaan subuh. Angin kencang
Udara dipenuhi serbuk kopi
Bau daging bakar dan asap warna-warni
Dari sesaji demi sesaji

Fajar adalah hamburan manik-manik
Dari sorga.


"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Toraja
Karya: Acep Zamzam Noor
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Di Manila International Airport

Seorang gadis mengalungkan bunga padaku
Tapi mataku buta karena ruang penuh cahaya
Sedang jendela-jendelanya seperti buku
Yang minta dibaca. Inilah rumah sakit yang lain
Dan aku terus bernyanyi memanggil namamu

Datanglah bersama detak jam yang pedih
Telingaku telah kebal mendengar segala bunyi
Kerusuhan telah dinyanyikan orang untukku, dan teror
Serta semua jenis musik telah kurekam
Dalam hati. Tapi kesepian seakan abadi.


"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Di Manila International Airport
Karya: Acep Zamzam Noor
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Pasar Kumbasari, Denpasar

Mungkin bukan sinar bulan
Yang menyalakan permukaan sungai
Tapi di sepanjang jalan ke arah pasar
Bakul-bakul ikan, daging dan sayuran
Seperti mengekalkan malam. Pasar adalah gemuruh
Sekaligus semadi suara-suara
Kulihat yang berjualan itu mulai menari
Kuli-kuli itu mulai menyanyi
Semuanya perempuan -
Dingin menyerap keringat mereka
Menjadi berbotol-botol arak

Di sini setiap perempuan adalah lelaki
Bekerja adalah sembahyang dan menari
Bersama mereka kupanggul bakul-bakul itu
Sambil menyuling keringatku sendiri
Menjadi tenaga kata-kata
Kuminum arak bercampur dingin embun
Lalu kuminta sinar bulan
Melemparkan selendang kuningnya padaku
Di antara mereka aku menari-nari gila
Memuja sulur-sulur pohon dan tugu-tugu batu
Kasmaran menunggu fajar tiba

Upacara demi upacara telah kulalui
Sepanjang perjalananku melupakan diri sendiri
Bersama sayuran dan bunga-bunga sesaji
Daging babi, ikan laut, kemenyan dan pakaian warna-warni
Aku menjadi bagian dari gemuruhnya pasar
Sekaligus keheningan semadi -
Pelahan keringatku meneteskan kata-kata
Kata-kataku menjelma butiran garam
Membumbui tanah dan sungai
Tempat perempuan-perempuan perkasa itu
Menyelesaikan tarian dan kewajibannya
Sebagai manusia biasa.

1995
"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Pasar Kumbasari, Denpasar
Karya: Acep Zamzam Noor
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Surat Amplop Putih untuk PBB
(kepada Sekjen Boutros Boutros-Ghali)
Dulu aku pada PBB percaya penuh sekali
Ketika Hadji Agoes Salim, Sjahrir, Soedjatmoko
Ke sana pergi berdiplomasi
Memperjuangkan RI di zaman revolusi
Lalu tentang PBB datanglah ke diriku keragu-raguan
Ketika perang Vietnam berlarut berkepanjangan
Berikut selusin invasi lainnya lagi
Kini pada PBB aku tidak percaya lagi
Menilik caramu mendistribusi veto dan memilih negeri
Melihat caramu mengurus masalah Palestina, Afghanistan,
Perang Teluk, Kashmir, Myanmar dan Bosnia-Herzegovina ini
Karena serakah pada uang dan minyak bumi,
Berbondong-bondong dulu kalian mengirim pasukan dan senjata
Ke negeri sebesar telapak kaki tapi kaya-raya
Dan memperagakan otot kalian dengan congkak di media
Lalu menggaruk dolar bermilyar yang jadi upahnya
Karena tak terbayang uang dan tiada minyak bumi
Kalian kirim pasukan asal-asalan saja kini
Padahal inilah negeri yang kecil dan tak berdaya
Si alit yang lemah Bosnia-Herzegovina
Telah dibantai di sana berpuluh ribu manusia tanpa senjata
Beribu perempuan digilas kehormatan utamanya
Beratus kanak-kanak dipotongi tangan dan kakinya
Beribu orang jadi kerangka berkulit di kamp konsentrasi
Beratus ribu diusir, mengungsi, terancam dingin dan mati
Tak kudengar kalian dengan penuh semangat melindungi mereka
Bersama surat ini kukirimkan ludahku padamu
Di pinggir amplop berwarna putih bersih
Yang kutulis dengan hati yang sangat pedih.


1992
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Surat Amplop Putih untuk PBB
Karya: Taufiq Ismail
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Bulu tangkis

Bulu tangkis telah lama menggetarkan hatiku,
Bulu tangkis telah lama menggetarkan hati jutaan anak-anak Indonesia,
anak-anak kecil, anak muda dan juga anak-anak tua,

Sejak sekolah menengah pertama dua puluh lebih tahun yang silam aku
sudah berlatih bekhen lewat pinggang belakang, kepingin
punya raket mahal dan pernah berambisi jadi juara
kampung kecamatan,

Sebagai kanak-kanak kota pedalaman, tatkala enam belas tahun
umurku aku tegak-tegak di depan etalase toko sport India
di Pasar Baru, tercengang dan kagum pada raket Dunlop
bergagang logam putih dan shuttle-cock berkepala merah muda,

Aku mengenal suaramu yang merdunya tersendiri, sejak tali-tali suaramu
masih pintalan usus kucing dan kini sudah nilon tanpa warna
dapat dibeli di mana-mana,

Secara lumayan aku bisa bicara tentang badminton kampung sampai
badminton dunia, juga menilai main net Tan Yoe Hok,
taktik Ferry Sonneville, tingkah Svend Pri, smes Rudy Hartono,
muslihat RRC dan dukun-dukun Muang Thai serta selusin lagi
analisa warung kopi di Taman Ismail Marzuki,

Dalam badminton kalah menang tidak jadi soal. Yang jadi soal adalah
bagaimana supaya selalu dapat angka 15 lebih dahulu,

Satu-satunya soal yang aku ngomong bisa agak sombong
dengan novelis Inggris, redaktur India, penyair Brazilia
dan dokter hewan Belanda adalah tentang badminton,

Badminton memang sudah membuatku sedikit fanatik,
Smes-smes kilat dan indah adalah saudara sepupu rentakan mengejut
tari kecak, pesona Bolshoi dan gemuruhnya teater Tokyo
Kid Brothers serta Kafe La Mama,

Aku mesti mengatakan bahwa pemain bulu tangkis itu seniman
komposisi yang amat cantiknya dan secara otomatik mengatur
sendiri dengan amat seimbang proporsi di arena persegi
empat tanpa pretensi mau indah sama sekali,

Para penari dan pemain drama seharusnya iri pada kalian tapi
barangkali tidak mau mengaku karena memang mereka
ditakdirkan mesti angkuh ala kadarnya,

Bulu tangkis tinggi telah menyatu dengan seni,
Bulu tangkis telah lama menggetarkan hatiku,

Saat paling berbahaya adalah seperlima detik ketika bola melambung di
atas net, yang tingginya ditentukan gaya tarik bumi, jumlah
teriakan penonton dan psikologi pemain sendiri,

Saat paling dalam, penuh konsentrasi dan menyatukan seluruh aspirasi
nasional tanpa perbedaan ideologi adalah saat bola servis akan
dipukul pertama-tama, ketika angka dua sama pada jus tiga,

Seperti perang, politik dan cinta, persoalan bulu tangkis ternyata soal
pemilihan saat-saat yang tepat,

Bulu tangkis sudah lama menggetarkan hati jutaan anak-anak Indonesia,
anak kecil, anak muda dan juga anak-anak tua,

Bulu tangkis telah lama menggetarkan hatiku.

1973
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Bulu tangkis
Karya: Taufiq Ismail
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kita masih hidup dan melayang dengan semua kesombongan yang sama; berharap pada sesuatu yang baru, berharap pada sesuatu yang sangat ingin kita raih. Tidak terlalu buruk awalnya; karena terkadang beberapa hal memang lebih indah saat itu hanya berada di dalam perandaian.

Kita mencari tanpa mengetahui apa yang akan kita hadapi. Menetapkan yakin di dalamnya, dengan beberapa sisa yang kita serahkan pada kehendak-kehendak waktu. Terendam dalam semua ketidakpastian yang selalu menyertai; doa-doa yang bercucuran menggenapi semua keadilan yang kita harapkan. Dan kita tidak bisa selalu menyalahkan diri kita sendiri, karena kekuatan-kekuatan kita telah kita letakkan di sana. Namun akhirnya, selalu ada yang akan mengatakan padamu, "Kan, aku sudah bilang padamu!".

Terkadang kita mencari diri kita sendiri, hanya untuk menyadari betapa kita menyesali beberapa pilihan yang salah. Terkadang kita juga menertawai semua itu, hal yang karena beberapa hal memang pantas untuk ditertawakan. Kelemahan kita, ketidakberdayaan kita, keinginan-keinginan besar kita yang hancur.

Dan setelah beberapa hal benar-benar hancur, kita akan mulai lagi dengan kesombongan yang lain; berharap pada sesuatu yang baru, dan lalu pada sesuatu baru lagi, lagi, dan lagi. Dan lalu kita kembali hancur sebelum kita benar-benar meraih sesuatu yang memang diperuntukkan untuk kita. Tidak terlalu buruk sebenarnya, karena pada akhirnya kita akan meraih sesuatu. Tapi saat kita meraih sesuatu, orang-orang sangat jarang mengatakan, "Kan, aku sudah bilang padamu!".

Dan itulah yang terkadang membuatku sedih. Hal yang terkadang sedikit membuktikan beberapa hal untuk kita dibicarakan, semisal betapa kita tidak benar-benar memiliki seseorang yang percaya dengan kemampuan kita, juga keinginan kita. Tapi itu masih tidak begitu menyebalkan bagiku; selama orang-orang itu bukanlah golongan dari orang-orang yang kita anggap teman.

"Cerita: Keinginan yang Hancur"

Semua orang tau itu; setiap orang pasti akan meraih sesuatu, hanya waktunya yang tidak pernah bisa diprediksi, sama sekali. Namun akhirnya, kita pasti akan tertawa, dan entah kapan itu. Namun aku ingin mengatakan padamu hari ini, aku menitipkan harap dan percaya di dalam semua keinginan-keinginan itu, teman. Aku sangat menantikan hari-hari dimana aku akan mengatakan padamu, "Kan, aku sudah bilang padamu!".

Dan aku harap semua itu bisa membuatmu lupa dengan semua keinginan-keinginanmu yang telah hancur. Dan aku tidak ingin kau lupa, bahwa ada seseorang di sini yang akan menjadi temanmu, selamanya. Jadi datanglah sesekali, kapan pun, karena aku mungkin sedang merindukanmu.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Pepatah Petitih Baru

Mata
Gajah di seberang lautan tak tampak
Kuman di pelupuk mata juga tak tampak

Humas
Menepuk air di dulang
Terpercik ke muka sendiri
Kemudian dilap dengan press release

Ekonomi
Sesal dahulu pendapatan
Sesal kemudian pengeluaran

Pendidikan
Guru kencing berdiri
Murid mengencingi guru

Hujan
Air hujan turunnya ke cucuran atap
Kalau banjir atapnya yang turun ke air

Nasionalisme
Hujan batu di negeri orang
Hujan emas di negeri sendiri
Lebih enak di negeri sendiri

Penderitaan
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersakit-sakit berkepanjangan

PBB
Duduk sama rendah
Berdiri lain-lain tingginya

Gunung Api
Maksud hati memeluk gunung
Apa daya gunungnya meletus

Pers
Buruk muka pers dibelah.

1972
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Pepatah Petitih Baru
Karya: Taufiq Ismail
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Semak-Semak Antena

Siapa itu mengacungkan tangan ke luar jendela
Tingkat teratas
Atmosfer penuh gelombang
Awan di antara antena
Gelombang elektronik, pita-pita magnetik
Mimpi yang bising
Siapa itu melambaikan tangan di sana
Di antara jarum-jarum antena
Sebuah getaran, baiklah ...

Sia-siakah?
Getaran lalu-lintas di bawah
Di sana. Di antara aturan-aturan kepolisian
Di antara gasing karbulator
Udara daerah industri yang kotor
Dalam kerucut asap

Dan perumahan kotak-kotak
Lelaki setengah usia di beranda
Membaca koran sore yang mekanis
Penyiar dengan berita otomatis
Hai! Yang melambaikan tangan itu!
Hai!

1967
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Semak-Semak Antena
Karya: Taufiq Ismail
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Arithmetik Sederhana

Selama ini kita selalu
Ragu-ragu

Dan berkata:
Dua tambah dua
Mudah-mudahan sama dengan empat.

1966
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Arithmetik Sederhana
Karya: Taufiq Ismail
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Rpcnetp.exe adalah salah satu perangkat lunak yang terkadang berjalan di dalam laptop (tanpa kita menjalankannya). Proses ini bisa kita lihat melalui Task Manager. Rpcnetp.exe adalah perangkat lunak yang tidak penting, dan sangat sering menimbulkan masalah. Filenya terletak di dalam folder C:\Windows\System32.

"Apa itu rpcnetp.exe ?"
Sumber Link Gambar: http://www.file.net/process/rpcnetp.exe.html

Perangkat lunak rpcnetp.exe tidak memiliki deskripsi sama sekali, dan bahkan program ini tidak terlihat berguna sama sekali. Namun betapa anehnya mengapa file rpcnetp.exe terletak di dalam folder Windows? Karena kenyataannya adalah, rpcnetp.exe bukan merupakan file inti dari Windows.

File rpcnetp.exe memang bukan merupakan file inti dari Windows. Namun perangkat ini mampu memanipulasi program lain yang ada di dalam laptop. Dan oleh karena itulah peringkat keamanan untuk file ini adalah 71% berbahaya. Dan jika file rpcnetp.exe ini terletak di dalam subfolder C:\Windows, maka peringkat keamanannya adalah 86% berbahaya.

Rpcnetp.exe bisa mendengar dan juga mengirim data di port yang terbuka ke LAN atau Internet. Ini adalah hal yang berbahaya untuk beberapa pembahasan. Dan berdasarkan beberapa referensi, beberapa malware juga terkadang bisa menyamarkan diri sebagai rpcnetp.exe. Dan oleh karena itu, saya menyarankan, anda harus memeriksa proses dari rpcnetp.exe di PC anda untuk mengetahui apakah itu adalah ancaman atau bukan.

Untuk menghentikan program ini agar tidak berjalan, anda bisa memulainya (mematikannya) di Task Manager. Lalu menghapus file tersebut dari sumber lokasi (biasanya) di C:\Windows\System32.