Bisnis

header ads

Cerita: Keinginan yang Hancur

Kita masih hidup dan melayang dengan semua kesombongan yang sama; berharap pada sesuatu yang baru, berharap pada sesuatu yang sangat ingin kita raih. Tidak terlalu buruk awalnya; karena terkadang beberapa hal memang lebih indah saat itu hanya berada di dalam perandaian.

Kita mencari tanpa mengetahui apa yang akan kita hadapi. Menetapkan yakin di dalamnya, dengan beberapa sisa yang kita serahkan pada kehendak-kehendak waktu. Terendam dalam semua ketidakpastian yang selalu menyertai; doa-doa yang bercucuran menggenapi semua keadilan yang kita harapkan. Dan kita tidak bisa selalu menyalahkan diri kita sendiri, karena kekuatan-kekuatan kita telah kita letakkan di sana. Namun akhirnya, selalu ada yang akan mengatakan padamu, "Kan, aku sudah bilang padamu!".

Terkadang kita mencari diri kita sendiri, hanya untuk menyadari betapa kita menyesali beberapa pilihan yang salah. Terkadang kita juga menertawai semua itu, hal yang karena beberapa hal memang pantas untuk ditertawakan. Kelemahan kita, ketidakberdayaan kita, keinginan-keinginan besar kita yang hancur.

Dan setelah beberapa hal benar-benar hancur, kita akan mulai lagi dengan kesombongan yang lain; berharap pada sesuatu yang baru, dan lalu pada sesuatu baru lagi, lagi, dan lagi. Dan lalu kita kembali hancur sebelum kita benar-benar meraih sesuatu yang memang diperuntukkan untuk kita. Tidak terlalu buruk sebenarnya, karena pada akhirnya kita akan meraih sesuatu. Tapi saat kita meraih sesuatu, orang-orang sangat jarang mengatakan, "Kan, aku sudah bilang padamu!".

Dan itulah yang terkadang membuatku sedih. Hal yang terkadang sedikit membuktikan beberapa hal untuk kita dibicarakan, semisal betapa kita tidak benar-benar memiliki seseorang yang percaya dengan kemampuan kita, juga keinginan kita. Tapi itu masih tidak begitu menyebalkan bagiku; selama orang-orang itu bukanlah golongan dari orang-orang yang kita anggap teman.

"Cerita: Keinginan yang Hancur"

Semua orang tau itu; setiap orang pasti akan meraih sesuatu, hanya waktunya yang tidak pernah bisa diprediksi, sama sekali. Namun akhirnya, kita pasti akan tertawa, dan entah kapan itu. Namun aku ingin mengatakan padamu hari ini, aku menitipkan harap dan percaya di dalam semua keinginan-keinginan itu, teman. Aku sangat menantikan hari-hari dimana aku akan mengatakan padamu, "Kan, aku sudah bilang padamu!".

Dan aku harap semua itu bisa membuatmu lupa dengan semua keinginan-keinginanmu yang telah hancur. Dan aku tidak ingin kau lupa, bahwa ada seseorang di sini yang akan menjadi temanmu, selamanya. Jadi datanglah sesekali, kapan pun, karena aku mungkin sedang merindukanmu.

Posting Komentar

0 Komentar