Di Manila International Airport

Seorang gadis mengalungkan bunga padaku
Tapi mataku buta karena ruang penuh cahaya
Sedang jendela-jendelanya seperti buku
Yang minta dibaca. Inilah rumah sakit yang lain
Dan aku terus bernyanyi memanggil namamu

Datanglah bersama detak jam yang pedih
Telingaku telah kebal mendengar segala bunyi
Kerusuhan telah dinyanyikan orang untukku, dan teror
Serta semua jenis musik telah kurekam
Dalam hati. Tapi kesepian seakan abadi.


"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Di Manila International Airport
Karya: Acep Zamzam Noor

Post a Comment

loading...
 
Top