Pulang

Di mana kau pohonku hijau
di sini aku sudah jadi batu
Hai perantau darimana kau
darimana saja aku mau melekat jadi debu
di karet, di karet katamu
Wahai chairil apa kau masih di situ
atau lenyap dipasok batu
atau senyap sebelum tahun 2000

Ya Banda mengena juga yang kau bilang
tak seorang berniat pulang
pulang? Kemana harus pulang
si burung samudera tanpa sarang
bangga aku teringat Sujoyono berani menuding
dan bilang untung aku bukan anjing
ini juga modernisasi globalisasi
kata-kata jadi kering kebudayaan baru
dari bawah sampai atas
tukang peras atau maling.

Puisi hanya kaulah lagi tempatku pulang
Puisi hanya kaulah pacarku terbang
Puisi generasi baru yang bijak bestari menerjang
keras bagai granit cintanya bagai laut menggelombang

Di mana kau pohonku hijau
dalam puisimu wahai perantau
dalam cintamu jauh di pulau.
1996
"Agam Wispi"
Puisi: Pulang
Karya: Agam Wispi

Post a Comment

loading...
 
Top