loading...
Hari Setelah Esok
Saat aku masih kecil, aku selalu berpikir, tidak akan mengapa jika hari ini harus berakhir, karena masih ada esok yang akan selalu menunggu. Hari yang sama indahnya, hari yang akan seperti hari ini.
Aku jarang berpikir tentang hari setelah hari esok, karena aku pikir tidak akan ada bedanya, karena aku pikir aku akan selamanya menjadi anak kecil, karena aku pikir aku tidak akan pernah menua.
Lalu aku lulus Sekolah Dasar, membuat aku mulai berpikir dengan cara yang sedikit berbeda... ternyata aku tidak akan selamanya di sini, ternyata aku terlalu menghargai masa kecilku.
Untuk pertama kalinya aku terlihat bicara tentang hari setelah hari esok. Merancang keinginan, menangisi hari-hari yang telah memilih pergi... aku hanya ingin berada di sana, sekejap, hanya untuk berterima kasih.
Muhajir, dia adalah orang yang membuka mataku, dia yang menunjukkan padaku, "Itu masa depanmu, pergilah!".

Al-Furqan Bambi, aku ada di sana karena berpikir Muhajir sahabatku akan ada di sana. Ternyata aku salah, dia hanya menuliskan awal kisahku, dia menulis kisah lainnya untuk dirinya.
 
"Hari Setelah Esok"
Cerita: Hari Setelah Esok
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top