Bisnis

header ads

Cerita: Hari Setelah Esok

Hari Setelah Esok

Saat aku kecil, aku selalu berpikir, tidak akan mengapa jika hari ini harus berakhir, karena masih ada hari esok yang akan selalu menunggu; hari yang akan sama indahnya, hari yang akan seperti hari ini.

Aku jarang berpikir tentang hari setelah hari esok, karena aku pikir tidak akan ada bedanya, karena aku pikir aku akan selamanya menjadi anak kecil, karena aku pikir aku tidak akan pernah menjadi tua.

Lalu aku lulus Sekolah Dasar, membuat aku mulai berpikir dengan cara yang sedikit berbeda; ternyata aku tidak akan selamanya di sini, ternyata aku terlalu menghargai masa kecilku.

Untuk pertama kalinya aku terlihat bicara tentang hari setelah hari esok. Merancang keinginan, menangisi hari-hari yang telah pergi dengan sendirinya. Terkadang aku ingin berada di sana, sekejap, hanya untuk berterima kasih.

Muhajir, dia adalah orang yang membuka mataku, dia yang menunjukkan padaku, "Itu masa depanmu, pergilah! Hadapilah!".

Al-Furqan Bambi, aku ada di sana karena berpikir Muhajir sahabatku akan ada di sana. Ternyata aku salah, dia hanya menuliskan awal kisahku, dia menulis kisah lainnya untuk dirinya.
 
"Cerita: Hari Setelah Esok"
Cerita: Hari Setelah Esok
Oleh: Arief Munandar

Posting Komentar

0 Komentar