loading...

Rindu Tak Terkuburkan

Gelisah menyasar lambung, bagai
sedang menghaluskan permukaan
rindu, dengan amplas nomor 12 -
miang baja mengkilaskan suasana hati

Aku tidak lagi jenak mengenangkanmu
- siksa berulang, ramadan memanjang 
tanpa ada lebaran dan takbiran; sedang
mercon bersidentam menyerukan kangen

Seperti perempuan hamil, dengan si
janin mati sebelum melahirkan: aku
menanggung cinta selamanya - melampaui
penguburan bawah kanopi bambu rimbun

Nun. Tapi aku kembali setia menjemput
kembali ke pintu halaman - meski kaki
tidak jejak seperti selama itu. Mengambang.

2015
"Puisi Beni Setia"
Puisi: Rindu Tak Terkuburkan
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top