Juni 2017
Adalah Kamu

Adalah setidaknya cinta
yang masih tersisa
di tiap helaan nafas kita.

Adalah rindu
yang memburu inginku
bertemu wajahmu.

Adalah pilu
yang menusuk sunyi malam
tatkala rindu ini
hanya bersarang pada ragu.

Adalah kamu
yang membuat aku
masih terus bertahan
melawan waktu
aku tak ingin
engkau jadi sekadar bunga
yang mengharumi cinta.

"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Adalah Kamu
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Ruas Peristiwa

Jangan coba meringkas peristiwaku
engkau tak berhak atas itu
karena aku ingin menancapkan
ruas-ruasnya pada setiap kelokan jalan
yang pernah menggelincirkanku,
melinangkan air mataku,
di sedih-sukaku.

Kau hanya bagian terakhir
dari seluruh peristiwa
meski kini kaukuasai sepenuh hidupku
maka jangan kaurantai keinginanku
jika sewaktu-waktu
aku memetik senja yang sedih
dan masuk ke lorong sunyiku.

Tetap bertahtalah kau, di waktuku kini
sebab engkau, mahkota yang datang
saat aku sudah tak punya mimpi.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Ruas Peristiwa
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sayap Kerinduan

Sayap ini,
setiap bulunya adalah kerinduan
ketika aku terbang,
angin mengajakku ke tempat tak bernama
pohon-pohon menawarkan
kehangatan sarang
dan suasana indah
tapi aku, selalu ingin terbang
untuk pulang ke hatimu.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Sayap Kerinduan
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Serumpun Gelisah

Berikan saja gitarmu pada ombak
biarkan dia memainkan lagu
dari puisi yang diciptakan oleh angin
saat senja kemarin
tentang kapal dagang
yang membuang sampahnya ke laut
tentang kapal asing
yang mencuri ikan-ikan kita.

Kita hanya serumpun gelisah
yang terapung jauh dari dermaga.

2014
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Serumpun Gelisah
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Proklamasi Cinta

Di dadamu,
ingin kutulis teks proklamasi
atas nama hatiku,
aku cinta padamu
tanggal dan tanda tangan di kanan bawah,
dekat ulu hatimu

Di pahamu,
ingin kutulis resolusi
atas nama gairah yang membara
mari kita bercinta
tanggal dan tanda tangan
tepat di episentrum percintaan.

2011
"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Proklamasi Cinta
Karya: Joshua Igho

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Tentang Sebuah Ruang
(Di mana kita bercinta bersama puisi)

Senja ini, ada warna yang
Hilang dari pelangi yang berkibar
Di pelataran rumah kita.

Hujan tak lagi merintikkan cahaya
Yang apabila berjumpa dahan basah
Berkeliplah bola mata yang selama ini
Terpaut cinta

Saat cinta tak lagi dinadzhomkan
Puisi tak lagi barkata-kata
Sebab ruang ini kehilangan cahaya.

Pondok Pena
Februari, 2011
"Dimas Indiana Senja"
Puisi: Tentang Sebuah Ruang
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Burung dan Para Perahu Kecil


Menghadapi angin,
Menggantung di udara.
Di tepi barat pantai ini,
Sekelompok burung merasakan apa itu merdeka.

Terbang ke sana dan kemari,

Mendesak diri melawan yang tidak terlihat.
Terbang, dan tetap kembali...
Ke tepi pantai ini, tempat mereka merasa diterima.

Sebuah perahu kecil yang juga terlihat,

Kepalanya mengarah padaku...
Serta merta,
Dan aku tahu itu juga akan menghilang.


Sebuah titik yang tertelan cakrawala,

Mereka menyentuh lebih banyak isi peta.
Sebuah titik yang tertelan cakrawala,
Mereka merasakan lebih banyak isi dunia.

Lebih dariku...


"Puisi Burung dan Para Perahu Kecil..."
Puisi: Burung dan Para Perahu Kecil
Oleh: Arief Munandar

Setidaknya kita bisa berteman

Dengan semua penyangkalan yang terlihat seperti keharusan,
Hati yang meronta menolak firasat.
Menyurati kelemahan, memeluk ketakutan...
Luapan dari pengharapan,
Pernahkah namaku terselip dalam doa?

Terasa hati dingin membeku, saat bagianmu kembali berhembus.
Karena ada yang tertunda, saat ada yang tidak terucap...
Kalimat terakhir yang berdiam dalam hening,
Saat aku juga berhenti bertanya,
Siapa aku di hatimu?

Di sana aku terbayang, lukisan rindu yang telah kusam.
Saat kita menghabiskan malam, saat kita benci menemui pagi...
Untuk bertahan, kita telah lelah...
Untuk berharap, kita telah menyerah...

Dengan semua cinta yang kita serahkan kembali kepada takdir,
Dengan semua mimpi yang kita baringkan di dalam ketidakberdayaan...

Seakan kita akan bersama lagi,
Seakan kita akan mencintai lagi.
Saat engkau mengatakan,
Setidaknya kita bisa berteman...

Iya, setidaknya kita bisa berteman...


"Puisi Setidaknya kita bisa berteman"
Elegy: Setidaknya kita bisa berteman
Oleh: Arief Munandar

Kita Adalah Sama

Melihat dari kita,
Yang membentuk diri kita.
Membalut nama di balik kita,
Setelah lahir semua kita.

Tidakkah itu mengherankan;
Kita diperuntuk 'kan untuk saling mengenal...

Mata yang sama, hidung yang sama,
Telinga yang sama, mulut yang sama.
Tapi nama untuk membedakan diri;
Hal yang membuat kita lupa, bahwa kita adalah sama.

Palestina dan Rohingya, hanya bingkisan contoh kecil;
Kita berperang; membunuh diri kita sendiri,
Kita mencaci; meremehkan diri kita sendiri.
Kita lupa, bahwa kita adalah sama.

Kita hanya berbeda,
Karena kita lelaki,
Karena kita wanita.

Kita hanya berbeda,
Karena kita berkulit hitam,
Karena kita berkulit putih.

Hingga membuat kita lupa,
Bahwa kita adalah sama.


"Puisi: Kita Adalah Sama"
Puisi: Kita Adalah Sama
Oleh: Arief Munandar
Berhati-hatilah dengan Keinginan Anda!

Seorang pria masuk ke dalam sebuah restoran dengan seekor burung unta mengikuti di belakangnya, dan saat ia duduk, datanglah pelayan menanyakan pesanan mereka.

Pelayan: Mau pesan apa, tuan?
Pria: Saya pesan kentang goreng dan sprite.
Pelayan: Dan burung unta?
Burung Unta: Saya pesan yang sama.

Beberapa waktu kemudian pelayan tersebut kembali dengan pesanan, "semuanya adalah Rp 70.000, tuan". Pria itu memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan uang yang pas untuk pembayaran.

Keesokan harinya, pria dan burung unta itu datang lagi ke restoran tersebut.

Pelayan: Mau pesan apa, tuan?
Pria: Saya pesan mie rebus dan teh hangat.
Pelayan: Dan Burung Unta?
Burung Unta: Saya pesan yang sama.

Sekali lagi pria itu memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan uang yang pas untuk pembayaran.

Hal tersebut kemudian terlihat seperti menjadi rutinitas setiap hari, sampai tibalah pada hari minggu.

Pelayan: Mau pesan apa, tuan?
Pria: Saya pesan kentaki dan jus stroberi.
Pelayan: Dan Burung Unta?
Burung Unta: Saya pesan yang sama.

Beberapa waktu kemudian pelayan itu datang keluar dengan pesanan dan mengatakan, "semuanya adalah Rp 95.000, tuan"Sekali lagi pria itu memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan uang yang pas untuk di letakkan di atas meja.

Untuk sekarang, Pelayan tersebut tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya, "permisi tuan, bagaimana bisa anda selalu mengeluarkan uang dari saku anda dengan hitungan yang pas, padahal pesanan anda selalu berbeda-beda?".

Pria itu menjawab, "beberapa tahun yang lalu saya sedang membersihkan loteng dan saya menemukan sebuah lampu tua. Saat saya menggosok lampu tersebut muncullah seorang jin dan menawarkan dua keinginan... keinginan pertama saya adalah jika saya harus membayar apapun yang saya beli, saya bisa membayarnya dengan hanya memasukkan tangan saya ke dalam saku saya, dan jumlah uang yang benar akan selalu bisa saya keluarkan dari saku saya".

Pelayan itu sangat kagum, "sungguh permintaan yang sangat cerdas... padahal kebanyakan orang pasti akan berharap satu milyar atau sesuatu... dan permintaan anda sungguh di luar dugaan saya, permintaan anda itu akan membuat anda sekaya yang anda inginkan untuk seumur hidup anda!".

Kemudian Pelayan itu bertanya lagi, "satu hal lagi, tuan... ada apa dengan burung unta itu?".

Pria itu menghela nafasnya, berhenti sejenak, dan lalu menjawab, "keinginan kedua saya adalah seorang wanita tinggi... dengan kaki yang panjang... yang setuju dengan semua yang saya katakan!".

"Cerita Lucu"
CeritaBerhati-hatilah dengan Keinginan Anda!
Rangkuman Sebuah Foto


Hembusan senyum seadanya,
Wajah nan terbiasa berlamunan.
Hati yang berderu,
Dihanyut riak penyesalan.

Wajah senang menawar senyum,
Hati meratap tiada ia berdaya.
Di sini, mengharap bahagia sanubarinya.
Di sini, meneriakkan kamu di labirin hidup.

Aku benci mengenangmu,
Aku benci memikirkanmu.

Karena semua tentangmu,
Membuatku benci dengan hidupku,
Membuatku benci dengan ketidakmampuanku,
Membuatku benci dengan diriku.

Aku benci cintamu,
Aku benci keyakinanmu,
Aku benci semuamu,
Aku benci menatap fotomu yang enggan aku bakar.

"Elegy Rangkuman Sebuah Foto"
Elegy: Rangkuman Sebuah Foto
Oleh: Arief Munandar
Duka Sang Bulan


Saat GELAP menertawai BUMI, tiba aku berteman bintang.
Namun engkau telah pulang, diharuskan batas kerjamu yang habis.
Dan aku, aku harus kembali merindu.

Kadang aku berpura, mengeja bingkai urutan palsu,
Menghibur diri dengan pujian ala bintang,
Dengan hati yang masih mengingat engkau telah pulang.

Kau tidak pernah, dan tidak akan pernah menyinggahi,
Itulah alasan sesekali aku berdiri di ufuk barat,
Menunjukkan padamu, bahwa aku menyita waktu demimu.

Namun di sana terangku meredup,
Dihina angkuhnya merahmu.
Dari berdiri...
Lelah 'ku mengatakan...

"Hatiku mencintaimu;
Dengan segenap ikhlas yang aku bawa.
Maka jika engkau memiliki sempat,
Lihatlah aku walau sekejap.
Karena aku telah bertahun mencintai...
Dan akan bertahun lagi mencintaimu".

Lalu aku pulang darimu, membawa harap yang melebur.
Berteman lagi dengan bintang yang siap menyambut.
Berpura lagi...
Bahwa aku bisa hidup tanpamu.

Hanya kenyataan yang begitu buruk,
Karena bahkan...
Aku bersinar dengan cahayamu.

Walau kau terlalu damai dengan siangmu,
Aku terlalu sendu dengan malamku.
'Tak pun 'ku pungkiri...
Aku selalu mencintaimu.

Ulah kesombongamu; yang aku salahkan pada ikhlasku.
Bertahun-tahun aku menunggumu...
Bertahun-tahun...
Matahari.
"puisi duka sang bulan"
Puisi: Duka Sang Bulan
Oleh: Arief Munandar
Aku Tau (Maafkan aku)


Aku tau...
Kesalahan terbesarku, aku terlalu sibuk dengan diriku...
Dan kau selalu berpura terbiasa.

Aku tau...
Kau ciptakan banyak alasan untukku,
Kau relakan banyak hal demiku,
Dan aku masih seperti diriku.

Aku tau...
Suatu saat kita akan berjalan saling membelakangi.
Dan itu hanya aku yang akan menyesali.
Dan itu pun sudah terlalu sering aku maklumi.

Maka maafkan aku yang 'tak cukup mampu merubah diri,
Maafkan aku...

"Puisi: Aku Tau (Maafkan aku)"
Puisi: Aku tau (maafkan aku)
Oleh: Arief Munandar

Kerinduan Ini

Rindu...
Yang membawa langkah kakiku
Menelusuri jejak-jejak yang ditinggalkan waktu

Rindu...

Yang membawa diriku
Termangu di ujung jalan rumahmu
Yang telah ditinggalkan bertahun lalu.

Rindu...

Yang membuat jemariku
Menuliskan rangkaian kata untukmu
Yang entah di mana keberadaanmu.

Sungguh kerinduan ini selalu datang dan pergi, tiba tiba menyerbu

Menguatkan segala kenangan-kenangan masa kecil dulu
Betapa polosnya pikiran kanak-kanak aku dan kamu
Bahkan tanpa 'ku sadari bahwa kamu telah tertanam dalam benakku yang paling dalam
Membuatku selalu kembali padamu, pada kerinduanku akan kamu, memutar balik memory aku dan kamu

Biarlah, akupun tak keberatan karena ketika aku lelah dengan kenyataan

Masih ada satu tempat yang bisa melerai, yakni kenangan tentangmu!
================================= 
Puisi: Kerinduan Ini
Oleh: Thiara Olla
=================================
"Puisi Kerinduan Ini"
Seorang anak perempuan mengeluh pada ayahnya, tentang hidupnya yang sengsara dan dia tidak tahu bagaimana cara untuk menjalaninya. Dia lelah harus berjuang dan terus berjuang sepanjang waktu. Seakan satu masalah selesai, satu masalah lainnya telah menunggu.

Ayahnya seorang koki, dibawalah gadis itu ke dapur. Sang Ayah mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api (kompor). Setelah air mulai mendidih, ia menempatkan kentang di panci pertama, telur di panci kedua, dan biji kopi di panci ketiga.

Dia kemudian membiarkan panci berdiam beberapa saat, dan dia tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada putrinya. Putrinya terlihat mulai tidak sabar, bertanya dalam hati apa yang ayahnya lakukan.

Setelah dua puluh menit berlalu, ayahnya kemudian mematikan kompor. Dia mengambil kentang dari panci dan meletakkan itu di dalam mangkuk. Dia mengangkat telur dan meletakkan itu di dalam mangkuk. Dia kemudian menyendok kopi dan meletakkan itu di dalam cangkir.

Ayah: Putriku, apa yang kamu lihat?
Putri: Kentang, telur, dan kopi.
Ayah: Lihatlah lebih dekat, dan sentuhlah kentang tersebut.

Dia melakukannya dan menyadari bahwa kentang tersebut lembut.

Ayahnya kemudian memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia menyadari bahwa itu adalah telur rebus.

Pada akhirnya, ayahnya meminta dia untuk mencicipi kopi. Aroma yang kaya rasa membawa senyum ke wajahnya. Dan dia bertanya, "Ayah, apa artinya ini?".

Ayahnya kemudian menjelaskan kalau kentang, telur, dan biji kopi memiliki masing-masing cara dalam menghadapi air yang sama-sama mendidih. Namun, masing-masingnya menunjukkan reaksi yang berbeda.
  1. Kentang itu memiliki unsur yang sedikit keras, namun dalam air yang mendidih, akan menjadi lunak dan lemah.
  2. Telur itu rapuh, dengan kulit luar yang melindungi inti cair yang ada di dalamnya, namun saat dimasukkan ke dalam air yang mendidih, bagian dalam telur tersebut akan menjadi keras.
  3. Biji kopi... setelah terkena air yang mendidih, akan mengubah air tersebut menjadi sesuatu yang baru.
Ayah: Kamu yang mana? Saat kesulitan mendatangimu, bagaimana kamu menghadapinya? Apakah kamu kentang, telur, atau biji kopi?

Dalam hidup ini, banyak hal terjadi di sekitar kita, banyak hal terjadi pada diri kita, tapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita. Kamu yang mana? Saat masalah datang, bagaimana dirimu akan bereaksi? Apakah itu akan membuatmu lemah, atau akan membuatmu mengeraskan hati, atau membuatmu berubah menjadi sesuatu yang berharga?

Motivasi: Kebahagiaan itu bukan ditemukan, tapi diciptakan.

"cerita Kamu yang mana?"

Mendaki

Kalanya aku bertempat di ketinggian, berharap agar aku bisa terus semakin tinggi. Mendaki dan terus mendaki, berharap agar aku selalu menemukan tempat yang bisa aku banggakan. Segala hal di sini membuatku harus selalu melihat ke atas, hal yang terkadang juga membuatku lupa melihat ke bawah. Dan hal yang semakin menghimpit batin adalah, tidak ada yang tersisa lagi untuk aku kembali ke bawah.

Sesekali jalan terasa kosong, aku menundukkan kepalaku seakan aku telah berada di batas ketinggian. Diperantarakan untuk terjatuh, merasa tidak berguna namun masih berharap memiliki tempat untuk bertujuan. Seakan pertama kalinya aku melihat ke bawah, hanya untuk mencari tau seberapa jauh aku akan terjatuh. Bergantung, aku bergantungan.

Aku telah merelakan banyak hal yang ada di bawah, agar aku tidak memiliki alasan untuk kembali. Maka bagaimana jika aku terjatuh, siapa yang akan menunggu di sana? Aku tau tidak ada apa pun lagi di sana untukku, jadi aku tidak boleh terjatuh. Tidak ada siapa pun di sana, jadi aku harus kembali melihat ke atas.

Aku selalu merasa terpanggil oleh sesuatu yang menunggu di atasku, sesuatu yang mungkin begitu sangat aku inginkan. Atau mungkin dengan berada di sana, aku bisa mengayomi beberapa orang yang setia berada di bawah. Dan iya, aku selalu berharap, walau sebenarnya aku sangat benci menggunakan kata mungkin. Dan iya, aku selalu ingin menjadi bijaksana, dengan kenyataan, aku sangat benci menjadi hakim.

Karena aku harus selamat, aku terus mencari ranting. Mengilah daya demi upaya, dan lalu hari ini tiba, aku terjatuh. Tersingkir dari tempat yang sangat aku harapkan, terasingkan dari satu-satunya hal yang sangat aku inginkan. Aku tidak percaya, segala hal yang penuh pertimbangan juga ternyata mampu membuatku terjatuh.

Berdiri lagi di tempat yang tidak memberi ruang untuk aku merasa merdeka, menyesali ketidakpedulianku pada hal-hal yang membuatku terjatuh. Atau kutukan dari penasaran, mimpi-mimpi yang patah karena ketidakmampuanku. Menyedihkan rasanya berada di sini, bersama segala hal yang ingin aku tinggalkan.

Beberapa yang aku pikir akan menertawakanku, nyatanya mereka yang menghapus air mataku. Beberapa yang aku pikir sebaliknya, malah menjadi yang sebaliknya. Setidaknya itulah hal pertama yang aku sadari, dan setidaknya sekarang aku mengetahui siapa teman-temanku. Aku terdiam, dengan segala hal yang semakin terlihat lebih jelas... di saat aku menyesalinya.

Karena aku telah bersama orang-orang yang pantas aku cintai, aku rasa aku telah berada di tempat yang benar. Tidak ada lagi yang harus aku benci, tidak ada lagi yang harus membenciku. Dan karena aku pernah sedikit mengenal ketinggian, aku rasa aku bisa merakit tempat ini menjadi sebuah ketinggian. Dengan begitu aku bisa berhenti mendaki, dengan begitu tidak ada lagi tempat untuk aku terjatuh.

Dan terlebih, aku telah bangkit dari hal-hal yang tidak mampu meruntuhkan ambisi, dari hal-hal yang membuatku semakin kuat. Dan aku akan kembali mendaki...
"Cerita Mendaki"
Cerita Fantasi: Mendaki...
Oleh: Arief Munandar
Fifth Harmony adalah Sebuah Grup Musik yang menggebrak di The X-Factor (season kedua). Mereka semakin populer berkat lagu hit mereka seperti "Sledgehammer" dan "Worth It". Kita mungkin merasa tahu banyak tentang kelompok ini, tapi pertanyaannya adalah, seberapa banyak yang anda tahu tentang Camila Cabello?

"Fakta Tentang Camila Cabello"

Baiklah! Sebelum anda menjawab pertanyaan tersebut, silahkan anda membaca terlebih dahulu 10 Fakta tentang Camila Cabello yang menurut kami harus anda ketahui. Dan lalu silahkan menjawab pertanyaan itu di kolom komentar.


10 Fakta Tentang Camila Cabello

1. Camila Cabello lahir di Cojimar, Kuba (pada tanggal 3 Maret 1997). Dia dan keluarganya sering berpindah-pindah tempat tinggal. Pada usianya lima tahun, dia tinggal di Meksiko, kemudian selanjutnya ke Miami, Florida.

2. Camila Cabello belajar bahasa Inggris dari Televisi. Ketika dia tinggal ke Miami, dia tidak berbicara dengan Bahasa Inggris (melainkan Bahasa Spanyol). Di sana dia mulai belajar berbicara Bahasa Inggris melalui siaran-siaran Televisi.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Camila Cabello (@camila_cabello) pada


3. Camila Cabello mengikuti audisi The X-Factor karena ingin merayakan ulang tahunnya yang ke-15. Dan alih-alih merayakan hari ulang tahunnya tersebut, dia malah memutuskan untuk ikut audisi The X-Factor. Pada tahun 2012, dia mengikuti audisi tersebut di Greensboro, North Carolina. Awalnya dia mengikuti audisi ini sebagai Penyanyi Solo, namun kemudian dia ditempatkan di dalam sebuah kelompok gadis-gadis (yang sekarang kita kenal dengan nama Fifth Harmony).

4. Camila Cabello harus memilih sekolah rumah (homeschooling). Pada tahun ajaran 2012-2013, Camila Cabello meninggalkan Sekolah Menengah Atas (High School) dan beralih ke HomeSchooling. Sekarang dia telah lulus.

5. Ed Sheeran adalah salah satu inspirasinya. Dalam sebuah wawancara dengan The Palmetto Panther, Camila Cabello ditanya tentang inspirasinya. Dia mengungkapkan, "I love Emma Watson, Jennifer Lawrence, Taylor Swift, Ed Sheeran, my family, my sister and our fans! They all make me excited about things."

"Saya menyukai Emma Watson, Jennifer Lawrence, Taylor Swift, Ed Sheeran, keluarga saya, saudara saya, dan para penggemar kami! Mereka semua membuat saya merasa gembira dengan banyak hal".

6. Camila Cabello memiliki mantan pacar yang terkenal. Pada tahun 2014, dikonfirmasikan bahwa dia berkencan dengan Austin Mahone (pasangan ini berpisah pada November 2014). Dia juga mengungkapkan bahwa Austin Mahone adalah ciuman pertamanya dan cinta pertamanya.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Camila Cabello (@camila_cabello) pada


7. Camila Cabello juga punya banyak teman yang terkenal. Pada bulan Maret 2015, Camila Cabello tidak berencana merayakan hari ulang tahunnya, hal itu diungkapnya kepada temannya, Taylor Swift. Akhirnya Taylor Swift memutuskan mengadakan sebuah pesta, lalu mengundang Camila Cabello. Pesta tersebut juga dihadiri oleh banyak artis ternama lainnya, seperti Selena Gomez dan Hailee Steinfeld.




8. Camila Cabello bisa bermain gitar. Lihat saja Video Camila Cabello yang sedang menyanyikan lagu "Riptide" (diiringi gitarnya).


9. Camila Cabello tidak pernah bernyanyi di depan umum (sebelum dia berada di The X-Factor). Untuk hal ini, dia pernah mengungkapkan bahwa dia biasa bernyanyi di dalam kamar mandi, dan bahkan, dia tidak pernah membiarkan ibunya mendengar saat dia bernyanyi!

10. Camila Cabello selalu merasa senang saat lagunya diputarkan di radio. Ketika dia sedang makan malam bersama sahabat terbaiknya, Taylor Swift, dan mereka mendengar lagu "Worth It" di radio. Lihat saja apa yang terjadi:

Sebuah kiriman dibagikan oleh Camila Cabello (@camila_cabello) pada
Noor adalah film yang menceritakan tentang seorang jurnalis yang menyulap pekerjaan, cinta, dan kehidupan pribadinya sehari-hari. Namun suatu hari, kehidupan Noor berubah drastis saat dia membuka mata pada berita-berita investigatif. Panjang untuk dibahas, namun bukan film tersebut yang akan kita bahas kali ini, melainkan soundtrack yang ada di dalam film ini.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Noor (2017)"

Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Noor

Penyanyi: Armaan Malik, Tulsi Kumar dan Yash Narvekar
Lirik: Anand Bakshi dan Kumaar
Musik: Rahul Dev Burman dan Amal Mallik

Penyanyi: Diljit Dosanjh, Badshah & Sonakshi Sinha
Lirik: Badshah
Musik: Badshah

Penyanyi: Sukriti Kakkar
Lirik: Kumaar
Musik: Amal Mallik

Penyanyi: Prakriti Kakkar
Lirik: Manoj Muntashir
Musik: Amal Mallik

Penyanyi: Armaan Malik, Tulsi Kumar dan Yash Narvekar
Lirik: Anand Bakshi dan Kumaar
Musik: Rahul Dev Burman dan Amal Mallik

Penyanyi: Armaan Malik
Lirik: Manoj Muntashir
Musik: Amal Mallik