Setidaknya Kita Bisa Berteman

Dengan semua penyangkalan yang terlihat seperti keharusan
menyurati kelemahan, memeluk ketakutan
hati yang meronta menolak firasat
luapan dari pengharapan
pernahkah namaku terselip di dalam doa?

Terasa hati dingin membeku, saat bagianmu kembali berhembus
karena ada yang tertunda, saat ada yang tidak terucap
kalimat terakhir yang berdiam dalam hening
saat aku juga berhenti bertanya:
siapa aku di hatimu?

Di sana aku terbayang, lukisan rindu yang menunggu kusam
saat kita menghabiskan malam, saat kita benci menemui pagi:
untuk bertahan, kita lelah
untuk berharap, kita sudah menyerah

Sungguh seakan kita akan bersama lagi
saat engkau mengatakan:
setidaknya kita bisa berteman

Iya, setidaknya kita bisa berteman...

Namun semakin hari berlalu
semakin kita menjadi asing.

2016

Puisi: Setidaknya Kita Bisa Berteman
Puisi: Setidaknya Kita Bisa Berteman
Oleh: Arief Munandar

Loading...

Post A Comment:

0 comments: