loading...

Kenangan Yang Berhembus

Engkau yang berkilah seperti angin
bertempat kemana pun engkau ingin bertempat.
Dan saat engkau lelah
selalu ada yang engkau tinggalkan.

Semisal apa yang tertinggal di sini;
sebingkis bayang yang dipeluk hati sendu
sepintas harap yang ditata riang
sebuah gelombang janji yang berteriak terkadang keras.

Hanya berpura peduli, aku tidak menoleh,
semampu aku berpaling, mencari sisi untuk berpegang...
dimana langit tidak akan jatuh,
dimana mimpi tidak pernah menunggu.

Engkau berhembus, menunggu raga menua.
Sifat dasar sebuah nyawa, dan akan selamanya membagian.
Begitulah dirimu, kenangan.

Aku akan mengisi hatiku,
dengan khayal yang masih aku timang-timang,
dengan mimpi yang sanggup aku terawang,
dengan ambisi yang akan 'ku paksa berkibar.

Huft...

Di sana ada ruang,
tempat yang masih milikmu;
semakin sempit setiap harinya,
karena engkau kian berhembus.

Mengenang kasih,
engkau pernah memanggilku kasih!
Mengenang sayang,
engkau pernah memanggilku sayang!

Dan selama engkau berhembus
azali selalu menguatkan langkah;
selama itu pula aku akan memeluk tanya kosong,
dimana kasih, dimana sayang itu?

Dan lalu aku tertawa...

Ada daun yang jatuh, ada ranting yang patah.
Ada warna yang kelam, ada waktu yang terus berjalan.
Untuk apa aku peduli?

Engkau yang berhembus,
seolah engkau bukan penyebab.
Begitulah dirimu; dengan semua keistimewaan.
Dirimu; dengan semua keindahan.

================================= 
Puisi: Kenangan Yang Berhembus
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Kenangan Yang Berhembus"

Post a Comment

loading...
 
Top