Agustus 2017
Ziarah

Kita berjingkat lewat
jalan kecil ini
dengan kaki telanjang; kita berziarah
ke kubur orang-orang yang telah melahirkan kita.
Jangan sampai terjaga mereka!
Kita tak membawa apa-apa. Kita
tak membawa kemenyan atau pun bunga
kecuali seberkas rencana-rencana kecil
(yang senantiasa tertunda-tunda) untuk
kita sombongkan kepada mereka.
Apakah akan kita jumpai wajah-wajah bengis,
atau tulang belulang, atau sisa-sisa jasad mereka
di sana? Tidak, mereka hanya kenangan.
hanya batang-batang cemara yang menusuk langit
yang akar-akarnya pada bumi keras.
Sebenarnya kita belum pernah mengenal mereka;
ibu-bapak kita yang mendongeng
tentang tokoh-tokoh itu, nenek moyang kita itu,
tanpa menyebut-nyebut nama.
Mereka hanyalah mimpi-mimpi kita,
kenangan yang membuat kita merasa
pernah ada.
Kita berziarah; berjingkatlah sesampai
di ujung jalan kecil ini:
sebuah lapangan terbuka
batang-batang cemara
angin.
Tak ada bau kemenyan tak ada bunga-bunga;
mereka telah tidur sejak abad pertama,
semenjak Hari Pertama itu.
Tak ada tulang-belulang tak ada sisa-sisa
jasad mereka.
Ibu-bapa kita sungguh bijaksana, terjebak
kita dalam dongengan nina-bobok.
Di tangan kita berkas-berkas rencana,
di atas kepala
sang Surya.
 
  
"Puisi: Ziarah (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Ziarah
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Krakatau

Di sana pulau di sini pulau
tengah-tengahnya laut memisah
di sana laut di sini laut
tengah-tengahnya gunung yang marah
di sana gunung di sini gunung
tengah-tengahnya rumpun sembilu
di sana Krakatau di sini Krakatau
tengah-tengahnya berdiri aku.
 
"Puisi: Krakatau (Karya Idrus Tintin)"
Puisi: Krakatau
Karya: Idrus Tintin
Buku: Burung Waktu
Tahun: 1990
Jalan

Dalam tidur terbentang sebuah jalan
di luar jendela yang kupandang
angin gagal mencapai puncak
lalu matahari luruh seperti gerimis.

Tak ada yang bisa datang
atau pergi malam ini
bangun lebih parah
dan awan yang bergantung pada daun
kemana bakal pulang?
 
Solo, 1983
"Puisi: Jalan (Karya Kriapur)"
Puisi: Jalan
Karya: Kriapur
Sonet: Hei! Jangan Kau Patahkan

Hei! Jangan kau patahkan kuntum bunga itu
Ia sedang mengembang; bergoyang dahan-dahannya yang tua
yang telah mengenal baik, kau tahu
segala perubahan cuaca

Bayangkan: akar-akar yang sabar menyusup dan menjalar
Hujan pun turun setiap Bumi hampir hangus terbakar
dan mekarlah bunga itu perlahan-lahan
dengan gaib dari rahim alam

Jangan; saksikan saja dengan teliti
bagaimana Matahari memulasnya warna-warni, sambil diam-diam
membunuhnya dengan hati-hati sekali
dalam Kasih sayang dalam rindu dendam alam

Lihat; ia pun terkulai perlahan-lahan
dengan indah sekali tanpa satu keluhan

"Puisi: Sonet: Hei! Jangan Kau Patahkan (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Sonet: Hei! Jangan Kau Patahkan
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Cuaca di Sorga

Cuaca di sorga saat ini buruk, katanya
kucatat bisik kemarau
daun berkelakar dengan hari gugurnya
jatuh dari mata bulan yang rapuh.

Aku turun mendengarkan sungai
mungkin kau tak ada
tapi bisa kulihat kau yang tak pernah
melihatnya
bisa kukatakan kau yang tak sanggup
mengatakan.

Cuaca di sorga seperti hatimu
saat ini
seribu mata yang sedih
melalaikan merintih.
 
Solo, 1981
"Puisi: Cuaca di Sorga (Karya Kriapur)"
Puisi: Cuaca di Sorga
Karya: Kriapur
Kota Kota Kota

Dari kerangka tanah
kerangka darah
ribuan jasad angin terdampar
di kota lapar
pengembara hanya bayang-bayang
ngambang
kerangka ombak berkejaran di dinding
lalu matahari terguling

Di bawah kuburan
bulan meringkik panjang
ringkikan kerangka kota kota kota
jelaga!

Anak-anak mata darah tak dapat lagi
bermain dengan langit
perempuan-perempuan berjalan
lewat suara yang tak jelas
lalu hilang
di sorga hitam.

Tapi kemerdekaan tanah
untuk siapa?

Dan kota bagai sebuah bola
yang disepaknya sendiri
lalu orang-orang pun kelelahan
merayapi luka
dan tak pulang.
 
 Solo, 1981
"Puisi: Kota Kota Kota (Karya Kriapur)"
Puisi: Kota Kota Kota
Karya: Kriapur
Gaun Burung Gagak

Akhirnya ku baca
Baris-baris sajak yang kau tulis
Pada sayap-sayap burung gagak
Hanya kehitaman dan kekeh kelaparan
Yang mengerikan, bukit-bukit, padang
Rumput, dan perkampungan tanpa penghuni
Tanah siapakah ini? Pada penantian
Yang tak pernah pasti (aku atau satwa liar itu)
Dan sajak-sajak, bagai sungai,
Terus mengalir
Tapi, lihatlah
Burung-burung gagak itu menggugurkan
Bulu-bulu sayapnya. Untuk mengganti
Gaunmu yang telah tua.
 
  2000
"Puisi: Gaun Burung Gagak"
Puisi: Gaun Burung Gagak
Karya: Dorothea Rosa Herliany
Burung Hitam

Burung hitam manis dari hatiku
Betapa cekatan dan rindu sepi syahdu
Burung hitam adalah buah pohonan
Burung hitam di dada adalah bebungaan
Ia minum pada kali yang disayang
Ia tidur di daunan bergoyang
Ia bukanlah dari duka meski si burung hitam
Burung hitam adalah cintaku yang terpendam
 
"Puisi W.S. Rendra: Burung Hitam"
Puisi: Burung Hitam
Karya: W.S. Rendra
Buku: Stanza dan Blues
Tahun: 2010
Dalam Sakit

Waktu lonceng berbunyi
percakapan merendah, kita kembali menanti-nanti
kau berbisik: siapa lagi akan tiba
siapa lagi menjemputmu berangkat berduka

di ruangan ini kita gaib dalam gema. di luar malam hari
mengendap, kekal dalam rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi.
 
 
"Puisi: Dalam Sakit (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Dalam Sakit
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Sajak Bagi Negaraku

Di tubuh semesta tercinta
buku-buku negeriku tersimpan
setiap gunung-gunung dan batunya
padang-padang dan hutan
semua punya suara
semua terhampar biru di bawah langitnya
tapi hujan selalu tertahan dalam topan
hingga binatang-binatang liar
mengembara dan terjaga di setiap tikungan
kota-kota.

Di antara gebalau dan keramaian tak bertuan
pada hari-hari sebelum catatan akhir
musim telah merontokkan daun-daun
semua akan menangis
semua akan menangis
laut akan berteriak dengan gemuruhnya
rumput akan mencambuk dengan desaunya
siang akan meledak dengan mataharinya
dan musim-musim dari kuburan
akan bangkit
semua akan bersujud
berhenti untuk keheningan.

Pada yang bernama keheningan
semua akan berlabuh
bangsaku, bangsa dari segala bangsa
rakyatku siap dengan tombaknya
siap dengan kapaknya
bayi-bayi memiliki pisau di mulut
tapi aku hanya siap dengan puisi
dengan puisi bulan terguncang
menetes darah hitam dari luka lama.
 
Solo, 1983
"Puisi: Sajak Bagi Negaraku (Karya Kriapur)"
Puisi: Sajak Bagi Negaraku
Karya: Kriapur
Kita Saksikan

Kita saksikan burung-burung lintas di udara
kita saksikan awan-awan kecil di langit utara
waktu cuaca pun senyap seketika
sudah sejak lama, sejak lama kita tak mengenalnya

di antara hari buruk dan dunia maya
kita pun kembali mengenalnya
kumandang kekal, percakapan tanpa kata-kata
saat-saat yang lama hilang dalam igauan manusia.
 
"Puisi: Kita Saksikan (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Kita Saksikan
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Hujan Turun Sepanjang Jalan

Hujan turun sepanjang jalan
hujan rinai waktu musim berdesik-desik pelan
kembali bernama sunyi
kita pandang: pohon-pohon di luar basah kembali.

Tak ada yang menolaknya. kita pun mengerti, tiba-tiba
atas pesan yang rahasia
tatkala angina basah tak ada bermuat debu
tatkala tak ada yang merasa diburu-buru.
  
"Puisi: Hujan Turun Sepanjang Jalan (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Hujan Turun Sepanjang Jalan
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Aku Ingin Menjadi Batu di Dasar Kali

Aku ingin menjadi batu di dasar kali
Bebas dari pukulan angin dan keruntuhan
Sementara biar orang-orang bersibuk diri
Dalam desau rumput dan pohonan.

Jangan aku memandang keluasan langit tiada tara
seperti padang-padang tengadah
Atau gunung-gunung menjulang
Tapi aku ingin menjadi sekedar bagian
dari kediaman.

Aku sudah tak tahan lagi melihat burung-burung pindahan
Yang kau bunuh dengan keangkuhanmu - yang mati terkapar
Di sangkar-sangkar putih waktu
O, aku ingin jadi batu di dasar kali.
 
Solo, 1982
"Puisi: Aku Ingin Menjadi Batu di Dasar Kali (Karya Kriapur)"
Puisi: Aku Ingin Menjadi Batu di Dasar Kali
Karya: Kriapur
Lanskap

Sepasang burung, jalur-jalur kawat, langit semakin tua
waktu hari hampir lengkap, menunggu senja
putih, kita pun putih memandangnya setia
sampai habis semua senja.
  
"Puisi Sapardi Djoko Damono: Lanskap"
Puisi: Lanskap
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Sehabis Mengantar Jenazah

Masih adakah yang akan kautanyakan
tentang hal itu? hujan pun sudah selesai
sewaktu tertimbun sebuah dunia yang tak habisnya bercakap
di bawah bunga-bunga menua, matahari yang senja

Pulanglah dengan payung di tangan, tertutup
anak-anak kembali bermain di jalanan basah
seperti dalam mimpi kuda-kuda meringkik di bukit-bukit jauh
barangkali kita tak perlu tua dalam tanda Tanya

Masih adakah? alangkah angkuhnya langit
alangkah angkuhnya pintu yang akan menerima kita
seluruhnya, seluruhnya kecuali kenangan
pada sebuah gua yang menjadi sepi tiba-tiba.
 
"Puisi Sapardi Djoko Damono: Sehabis Mengantar Jenazah"
Puisi: Sehabis Mengantar Jenazah
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Berjalan Di Belakang Jenazah

Berjalan di belakang jenazah angin pun reda
jam mengerdip
tak terduga betapa lekas
siang menepi, melapangkan jalan dunia
di samping: pohon demi pohon menundukkan kepala
di atas: matahari kita, matahari itu juga
jam mengambang di antaranya
tak terduga begitu kosong waktu menghirupnya.
  
"Puisi: Berjalan Di Belakang Jenazah (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Berjalan Di Belakang Jenazah
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Saat Sebelum Berangkat

Mengapa kita masih juga bercakap
hari hampir gelap
menyekap beribu kata diantara karangan bunga
di ruang semakin maya, dunia purnama
sampai tak ada yang sempat bertanya
mengapa musim tiba-tiba reda
kita di mana. waktu seorang bertahan di sini
di luar para pengiring jenazah menanti.
   
1967
"Puisi: Saat Sebelum Berangkat (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Saat Sebelum Berangkat
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
Tentang Seorang Penjaga Kubur Yang Mati

Bumi tak pernah membeda-bedakan, seperti ibu yang baik.
Diterimanya kembali anak-anaknya yang terkucil dan
membusuk, seperti halnya bangkai binatang, pada
suatu hari seorang raja, atau jenderal, atau pedagang,
atau klerek - sama saja.

Dan kalau hari ini si penjaga kubur, tak ada bedanya. Ia
seorang tua yang rajin membersihkan rumputan,
menyapu nisan, mengumpulkan bangkai bunga dan
daunan; dan bumi pun akan menerimanya seperti ia
telah menerima seorang laknat, atau pendeta, atau
seorang yang acuh-tak-acuh kepada bumi, dirinya.

Toh akhirnya semua membusuk dan lenyap, yang mati tanpa
genderang, si penjaga kubur ini, pernah berpikir:
apakah balasan bagi jasaku kepada bumi yang telah
kupelihara dengan baik; barangkali sebuah sorga atau
am punan bagi dusta-dusta masa mudanya. tapi sorga
belum pernah terkubur dalam tanah.

Dan bumi tak pernah membeda-bedakan, tak pernah
mencinta atau membenci; bumi adalah pelukan yang
dingin, tak pernah menolak atau menanti, tak akan
pernah membuat janji dengan langit.

Lelaki tua yang rajin itu mati hari ini; sayang bahwa ia tak
bisa menjaga kuburnya sendiri.
  
"Puisi: Tentang Seorang Penjaga Kubur Yang Mati (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Tentang Seorang Penjaga Kubur Yang Mati
Karya: Sapardi Djoko Damono
Pada Suatu Malam

Ia pun berjalan ke barat, selamat malam, Solo,
katanya sambil menunduk.
seperti didengarnya sendiri suara sepatunya
satu persatu.
barangkali lampu-lampu ini masih menyala buatku, pikirnya.
kemudian gambar-gambar yang kabur dalam cahaya,
hampir-hampir tak ia kenal lagi dirinya, menengadah
kemudian sambil menarik nafas panjang
ia sendiri saja, sahut menyahut dengan malam,
sedang dibayangkannya sebuah kapal di tengah lautan
yang memberontak terhadap kesunyian.

Sunyi adalah minuman keras, beberapa orang membawa perempuan
beberapa orang bergerombol, dan satu-dua orang
menyindir diri sendiri; kadang memang tak ada lelucon lain.
barangkali sejuta mata itu memandang ke arahku, pikirnya.
ia pun berjalan ke barat, merapat ke masa lampau.

Selamat malam, gereja, hei kaukah anak kecil
yang dahulu duduk menangis di depan pintuku itu?
Ia ingat kawan-kawannya pada suatu hari natal
dalam gereja itu, dengan pakaian serba baru,
bernyanyi; dan ia di luar pintu. ia pernah ingin sekali
bertemu yesus, tapi ayahnya bilang
yesus itu anak jadah.
Ia tak pernah tahu apakah ia pernah sungguh-sungguh mencintai ayahnya.

Barangkali malam ini yesus mencariku, pikirnya.
tapi ia belum pernah berjanji kepada siapa pun
untuk menemui atau ditemui;
ia benci kepada setiap kepercayaan yang dipermainkan.
Ia berjalan sendiri di antara orang ramai.
Seperti didengarnya seorang anak berdoa; ia tak pernah diajar berdoa.
Ia pun suatu saat ingin meloloskan dirinya ke dalam doa,
tapi tak pernah mengetahui
awal dan akhir sebuah doa; ia tak pernah tahu kenapa
barangkali seluruh hidupku adalah sebuah doa yang panjang.

Katanya sendiri; ia merasa seperti tenteram
dengan jawabannya sendiri:
ia adalah doa yang panjang.
Pagi tadi ia bertemu seseorang, ia sudah lupa namanya,
lupa wajahnya: berdoa sambil berjalan...
Ia ingin berdoa malam ini, tapi tak bisa mengakhiri,
tak bisa menemukan kata penghabisan.

Ia selalu merasa sakit dan malu setiap kali berpikir
tentang dosa; ia selalu akan pingsan
kalau berpikir tentang mati dan hidup abadi.
Barangkali Tuhan seperti kepala sekolah, pikirnya
ketika dulu ia masih di sekolah rendah. Barangkali Tuhan
akan mengeluarkan dan menghukum murid yang nakal,
membiarkannya bergelandangan dimakan iblis.
Barangkali Tuhan sedang mengawasi aku dengan curiga,
pikirnya malam ini, mengawasi seorang yang selalu gagal berdoa.

Apakah ia juga pernah berdosa, tanyanya ketika berpapasan
dengan seorang perempuan. Perempuan itu setangkai bunga;
apakah ia juga pernah bertemu yesus, atau barangkali
pernah juga dikeluarkan dari sekolahnya dulu.

Selamat malam, langit, apa kabar selama ini?
barangkali bintang-bintang masih berkedip buatku, pikirnya...
Ia pernah membenci langit dahulu,
ketika musim kapal terbang seperti burung
menukik: dan kemudian ledakan-ledakan
(saat itu pulalah terdengar olehnya ibunya berdoa
dan terbawa pula namanya sendiri)
kadang ia ingin ke langit, kadang ia ingin mengembara saja
ke tanah-tanah yang jauh; pada suatu saat yang dingin
ia ingin lekas kawin, membangun tempat tinggal.

Ia pernah merasa seperti si pandir menghadapi
angka-angka... Ia pun tak berani memandang dirinya sendiri
ketika pada akhirnya tak ditemukannya kuncinya.
Pada suatu saat seorang gadis adalah bunga,
tetapi di lain saat menjelma sejumlah angka
yang sulit. Ah, ia tak berani berkhayal tentang biara.

Ia takut membayangkan dirinya sendiri, ia pun ingin lolos
dari lampu-lampu dan suara-suara malam hari,
dan melepaskan genggamannya dari kenyataan;
tetapi disaksikannya: berjuta orang sedang berdoa,
para pengungsi yang bergerak ke Kerajaan Tuhan,
orang-orang sakit, orang-orang penjara,
dan barisan panjang orang gila.
Ia terkejut dan berhenti,
lonceng kota berguncang seperti sedia kala
rekaman senandung duka nestapa.

Seorang perempuan tertawa ngeri di depannya, menawarkan sesuatu.
ia menolaknya.
Ia tak tahu kenapa mesti menolaknya.
Barangkali karena wajah perempuan itu mengingatkannya
kepada sebuah selokan, penuh dengan cacing;
barangkali karena mulut perempuan itu
menyerupai penyakit lepra; barangkali karena matanya
seperti gula-gula yang dikerumuni beratus semut.
dan ia telah menolaknya, ia bersyukur untuk itu.
Kepada siapa gerangan tuhan berpihak, gerutunya.
Ia menyaksikan orang-orang berjalan, seperti dirinya, sendiri
atau membawa perempuan, atau bergerombol,
wajah-wajah yang belum ia kenal dan sudah ia kenal,
wajah-wajah yang ia lupakan dan ia ingat sepanjang zaman,
wajah-wajah yang ia cinta dan ia kutuk.
Semua sama saja.
Barangkali mereka mengangguk padaku, pikirnya;
barangkali mereka melambaikan tangan padaku setelah lama berpisah
atau setelah terlampau sering bertemu. ia berjalan ke barat.

Selamat malam. Ia mengangguk, entah kepada siapa;
barangkali kepada dirinya sendiri. Barangkali hidup adalah doa yang panjang,
dan sunyi adalah minuman keras.
Ia merasa tuhan sedang memandangnya dengan curiga;
ia pun bergegas.
Barangkali hidup adalah doa yang....
Barangkali sunyi adalah....
Barangkali Tuhan sedang menyaksikannya berjalan ke barat.


1964
"Puisi: Pada Suatu Malam (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Pada Suatu Malam
Karya: Sapardi Djoko Damono
Tahun: 1964
Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.
  
"Puisi: Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana"
Puisi: Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana
Karya: Sapardi Djoko Damono
Kepada Istriku

Pandanglah yang masih sempat ada
pandanglah aku: sebelum susut dari Suasana
sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara
terpantul di dinding-dinding gua.

Pandang dengan cinta. Meski segala pun sepi tandanya
waktu kau bertanya-tanya, bertahan setia
langit mengekalkan warna birunya
bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata
  
"Puisi: Kepada Istriku (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Kepada Istriku
Karya: Sapardi Djoko Damono
Prologue

Masih terdengar sampai di sini
duka-Mu Abadi. Malam pun sesaat terhenti
sewaktu dingin pun terdiam, di luar
langit yang membayang samar.

Kueja setia, semua pun yang sempat tiba
sehabis menempuh ladang Qain dan bukit Golgota
sehabis mencecap beribu kata, di sini
di rongga-rongga yang mengecil ini.

Kusapa duka-Mu jua, yang dahulu
yang meniupkan zarah ruang dan waktu
yang capai menyusun Huruf. Dan terbaca:
sepi manusia, jelaga.
  
"Puisi: Prologue (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Prologue
Karya: Sapardi Djoko Damono
Duka-Mu Abadi

Dukamu adalah dukaku.
Air matamu adalah air mataku
Kesedihan abadimu
Membuat bahagiamu sirna
Hingga ke akhir tirai hidupmu
Dukamu tetap abadi.
Bagaimana bisa aku terokai perjalanan hidup ini
Berbekalkan sejuta dukamu
Mengiringi setiap langkahku
Menguji semangat jituku
Karena dukamu adalah dukaku
Abadi dalam duniaku!
Namun dia datang
Meruntuhkan segala penjara rasa
Membebaskan aku dari derita ini
Dukamu menjadi sejarah silam
Dasarnya 'ku jadikan asas
Membangunkan semangat baru
Biar dukamu itu adalah dukaku
Tidakanku biarkan ia menjadi pemusnahku!
  
1969
"Puisi: Duka-Mu Abadi (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Duka-Mu Abadi
Karya: Sapardi Djoko Damono
Uang Bukanlah Segalanya

Bisa membeli sebuah rumah,
Tapi tidak keluarga.

Bisa membeli sebuah tempat,
Tapi tidak ketenangan.

Bisa membeli sebuah jam,
Tapi tidak kesempatan.

Bisa membeli sebuah buku,
Tapi tidak pengetahuan.

Bisa membeli sebuah posisi,
Tapi tidak kehormatan.

Bisa membeli sebuah obat,
Tapi tidak kesehatan.

Bisa membeli tetesan darah,
Tapi tidak kehidupan.

Lihatlah teman, uang bukanlah segalanya...
Yang bahkan sering menyebabkan rasa sakit; juga penderitaan.

Aku menceritakan ini,
Karena kamu adalah temanku.
Dan selayaknya seorang teman,
Aku sangat ingin membuang rasa sakit dan penderitaan itu darimu.

Maka hari ini, kirimkanlah semua uangmu padaku,
Dan aku akan menanggung rasa sakit itu untukmu...
Aku akan menanggung penderitaan itu untukmu,
Dan selalu ingatlah teman, teman sejati itu sangat sulit ditemukan.

================================= 
Puisi: Uang Bukanlah Segalanya
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi: Uang Bukanlah Segalanya"

Marshmello adalah Produser Musik Dansa Elektronik dan sekaligus DJ (Disjoki). Pertama kali dia mendapat pengakuan internasional adalah setelah dia me-remix lagu milik Jack Ü dan Zedd, yang hingga kemudian berkolaborasi dengan artis lainnya termasuk Omar LinX, Ookay, Jauz dan Slushii. Puncaknya adalah pada bulan Januari 2017, lagu "Alone" miliknya muncul di dalam tangga lagu Billboard Hot 100. Lagu tersebut memang merupakan lagu Marshmello yang enak didengar, terutama di telinga Penikmat Musik di Indonesia.

"Daftar Kumpulan Lagu Marshmello"

Marshmello selalu memakai helm saat tampil di depan publik. Identitasnya tidak diketahui dengan pasti. Sangat sering dikemukakan kalau Marshmello adalah DJ asal Amerika yang beridentitas Chris Comstock, yang juga dikenal dengan nama Dotcom. Tidak begitu jelas.

Dan namun, kali ini kita tidak akan membahas panjang lebar tentang identitas Marshmello. Karena kali ini, kita akan membahas tentang daftar lagu yang pernah dibawakan oleh Marshmello. Baik, mari menyimak.

loading...

Daftar Kumpulan Lagu Marshmello

Daftar Album Marshmello
  • Joytime (2016)
Daftar Lagu Marshmello di dalam Album Joytime
  1. Know Me
  2. Summer
  3. Find Me
  4. Take It Back
  5. Bounce
  6. Blocks
  7. Show You
  8. Want U 2
  9. Home
  10. Keep It Mello (Feat. Omar Linx)

Beberapa lagu (single) yang pernah dibawakan Marshmello

Daftar lagu yang diremix Marshmello

Marshmello 2015
Calvin Harris Feat. Ellie Goulding - Outside (Marshmello Remix)
Zedd Feat. Selena Gomez - I Want You to Know (Marshmello Remix)
Zedd Feat. Jon Bellion - Beautiful Now (Marshmello Remix)
Ariana Grande - One Last Time (Marshmello Remix)
Avicii - Waiting For Love (Marshmello Remix)
Jack Ü & Justin Bieber - Where Are U Now (Marshmello Remix)
Adele - Hello (Marshmello Remix)
Duke Dumont - Need U (100%) (Marshmello Remix)

Marshmello 2016
Warsongs - Flash Funk (Marshmello Remix)
Era Istrefi - Bonbon (Marshmello Remix)
Anne Marie - Alarm (Marshmello Remix)
Alan Walker - Sing Me to Sleep (Marshmello Remix)
Galantis - No Money (Marshmello Remix)
Martin Garrix - Oops (Marshmello Remix)
DJ Snake Feat. Justin Bieber - Let Me Love You (Marshmello Remix)

Marshmello 2017
Noah Cyrus Feat. Labrinth - Make Me (Cry) (Marshmello Remix)
Future - Mask Off (Marshmello Remix)

Daftar Video Musik (Video Klip) Marshmello
Daftar Situs Resmi Marshmello
Akun Youtube Marshmello (Marshmello)
Akun Google+ Marshmello (Marshmello)
Akun Spotify Marshmello (Marshmello)
Akun Soundcloud Marshmello (Marshmello)
Akun Instagram Marshmello (Marshmello)
Akun Twitter Marshmello (Marshmello)

Dalam hal menghargai karya musik, ada baiknya kita untuk menikmati karya mereka dari situs resmi atau situs yang mendukung karya mereka. Dan untuk pembahasan Marshmello, saya menyarankan anda untuk menemukan informasi atau mendownload kumpulan lagu Marshmello mp3 atau full album langsung di situs milik Marshmello yang asli yang sudah saya sediakan di atas.

Dan bagi anda yang ingin membaca semua lirik lagu Marshmello yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, anda bisa mengunjungi halaman ini: Lirik Lagu Marshmello.

Seiring berjalanya waktu, halaman ini akan diupdate kembali; tentunya untuk menyediakan daftar lagu Marshmello terbaru.
Nyanyian Akar Rumput

Jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang

Kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!


Juli 1988 
"Puisi: Nyanyian Akar Rumput"
Puisi: Nyanyian Akar Rumput
Karya: Wiji Thukul
Bebas Bayar (bebasbayar.com) adalah aplikasi layanan pembayaran yang bisa anda gunakan untuk memudahkan diri anda dalam hal membayar berbagai macam jenis tagihan atau pembayaran (contoh: membeli pulsa, membayar tagihan listrik, PDAM, dan masih banyak lainnya).

"Apa itu Bebas Bayar?"

Itu artinya, dengan menggunakan Bebas Bayar, anda tidak perlu lagi membayar tagihan PLN atau PDAM di Loket Fastpay. Anda hanya perlu mengisi saldo Aplikasi Bebas Bayar anda dan melakukan setiap pembayaran tersebut di tempat anda duduk; tanpa harus menghidupkan mesin kendaraan. Hal ini juga berlaku untuk anda yang ingin mengisi pulsa. Anda hanya perlu membuka Aplikasi Bebas Bayar dan melakukan transaksi di sana.

Untuk cara mengisi saldo (deposit) di Bebas Bayar, silahkan baca klik di sini.

Tidak hanya tagihan PLN atau PDAM, masih banyak layanan lain yang tersedia di Bebas Bayar. Berikut beberapa di antaranya:

Daftar Paket Pembayaran atau Tagihan di BebasBayar
  1. Pembayaran tagihan PLN (Pra Bayar, Pasca Bayar, Non Taglis)
  2. Pembelian pulsa HP
  3. Pembayaran tagihan Telepon
  4. Pembayaran tagihan Internet
  5. Pembelian kuota internet
  6. Pembayaran tagihan PDAM
  7. Pembayaran tagihan HP Pasca Bayar
  8. Pembayaran tagihan TV Kabel
  9. Pembayaran tagihan BPJS
  10. Pembayaran tagihan Kartu Kredit
  11. Pembayaran tagihan cicilan
  12. Pembayaran tagihan Voucher Game Online
  13. Pembayaran tagihan Asuransi
  14. Pembayaran tagihan Zakat, Infaq dan Shodaqoh
  15. Pembayaran tagihan Belanja Online
  16. Pembelian Tiket Pesawat
  17. Reservasi Hotel
  18. Selengkapnya silahkan klik di sini.

Bebas bayar adalah aplikasi, keuntungan utama anda menggunakan aplikasi tentu saja akan menghemat waktu. Dan selain itu, ada satu keuntungan lagi yang akan anda dapat jika melakukan segala transaksi melalui Bebas Bayar, yaitu langsung mendapat Bonus & Cashback di setiap transaksi yang anda lakukan.

Dalam hal Bonus & Cashback yang anda dapat di Bebas Bayar, itu berbeda-beda, tergantung transaksi pembayaran yang anda lakukan. Dan juga dibedakan berdasarkan paket keanggotaan anda (Paket Personal & Paket Premium).

Berikut daftar Bonus & Cashback di Bebas Bayar.

1. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan PLN
Jika Paket Personal: Hingga Rp 900,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 2.400,-

2. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan TELKOM
Jika Paket Personal: Hingga Rp 700,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 1.000,-

3. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan ASURANSI
Jika Paket Personal: Hingga Rp 1.000,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 2.000,-

4. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan TV BERBAYAR
Jika Paket Personal: Hingga Rp 1.000,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 1.800,-

5. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan KARTU KREDIT
Jika Paket Personal: Hingga Rp 700,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 1.100,-

6. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan CICILAN
Jika Paket Personal: Hingga Rp 800,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 1.100,-

7. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan HP PASCA
Jika Paket Personal: Hingga Rp 500,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 700,-

8. Bonus & Cashback untuk Pembayaran Tagihan PDAM
Jika Paket Personal: Hingga Rp 400,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 700,-

9. Bonus & Cashback untuk Pembelian Tiket Pesawat
Jika Paket Personal: Hingga Rp 37.237,-
Jika Paket Premium: Hingga Rp 74.475,-

Bonus & Cashback di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu (bisa meningkat dan atau bisa menurun). Selain Bonus & Cashback, di Bebas Bayar anda juga akan mendapat keuntungan lebih jika mengikuti Fitur Afiliasi (mengajak teman untuk menjadi anggota berdasarkan link rujukan anda).

Cara kerja Sistem Afiliasi Bebas Bayar adalah, setiap pembayaran atau transaksi yang dilakukan oleh anggota yang mendaftar berdasarkan rujukan anda. Maka anda akan mendapatkan komisi. Komisi yang akan anda dapatkan dibedakan berdasarkan Paket Keanggotaan anda.

Sampai di sini dulu pembahasan tentang Apa itu Bebas Bayar? Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Bebas Bayar, anda bisa membaca di halaman ini (Bebas Bayar). Untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Bebas Bayar silakan klik di sini. Dan untuk mendownload aplikasi bebas Bayar, silahkan klik di sini. Terima kasih sudah memilih membaca di tempat kami!
Cover mobil merupakan aksesoris mobil yang tentunya bermanfaat bagi pengguna untuk melindungi mobil mereka dari gesekan yang dapat merusak mobil. Salah satu cara untuk merawat body mobil agar tetap terlindungi adalah dengan cara memilih cover mobil yang berkualitas, walaupun sudah memilih bahan yang berkualitas pengguna juga harus menjaga cover mobil agar tetap awet atau tahan lama.

"Cover Mobil Penutup Mobil"

Salah satunya adalah merawat cover mobil dengan membersihkannya dengan benar dan baik, serta berbagai cara pemakaian atau pemasangan cover mobil yang baik dan benar. Terkadang pengguna mobil lupa untuk merawat cover mobil karena lebih terfokus untuk merawat mobil itu sendiri, padahal cover mobil yang berkualitas tentu bukan barang yang murah dan bahan yang rentan daya tahan yang tidak sampai lebih dari dua tahun.

Jika anda ingin merawat cover mobil agar awet, berikut tips yang ampuh untuk merawat cover mobil anda:

1. Bersihkan dengan bahan lembut
Setelah dipakai tentu cover mobil harus dibersihkan, untuk membersihkannya perlu bahan yang lembut seperti spon dan kanebo untuk cover mobil yang basah, kemoceng untuk membersihkan debu akibat dari terpaan sinar matahari. Hal ini bertujuan agar cover mobil tidak cepat sobek. Hindari membersihkan cover mobil dengan bahan detergen karena dapat merusak daya tahan air atau coating anti air di cover mobil tersebut. 

2. Tidak perlu dicuci
Mencuci cover mobil dapat menurunkan daya tahan coating anti air, sehingga hindari mencuci cover mobil dengan air dan sabun karena dapat mengurangi daya tahan waterproof dan akibatnya air tidak cepat turun ketika terkena hujan. Saat hujan, cover mobil tentu tidak perlu dicuci kembali. 

3. Jangan lupa untuk dikeringkan
Salah satu untuk mengeringkan cover mobil adalah dengan menjemurnya dan terkadang pengguna melupakan bagian penting ini untuk merawat cover mobil mereka. Jika anda tidak memperhatikan ini maka cover mobil anda akan cepat berjamur dan berembun. Cara yang baik adalah dengan cepat memisahkan cover mobil setelah hujan selesai, lalu di jemur hingga benar benar kering.

4. Melipat cover mobil
Ketika mobil digunakan tentu pengguna juga harus memperhatikan bagaimana cara melipat cover mobil dengan benar, yaitu tarik cover mobil dari depan dan dari belakang sehingga bisa ditarik, lalu kumpulkan cover mobil dari berbagai sisi ke atas mobil dan hindari sebisa mungkin gesekan yang dapat merusak body mobil, setelah itu lipat menjadi satu dan digulung dengan rapih.

5. Pilih bahan berkualitas
Tentu bahan berkualitas menjadi hal penentu awetnya cover mobil anda, pilihlah bahan yang tebal dan tidak mudah sobek serta tidak kasar yang dapat merusak body mobil anda. Daya tahan cover mobil bisa bertahan hingga 2 tahun jika dipakai di indoor dan hanya bertahan 1 tahun jika dipakai di outdoor.

Jika ingin membeli cover mobil yang berkualitas carilah di MatahariMall.com yang menjual cover mobil dengan ragam pilihan bahan dan harga yang berkualitas. Anda pun tidak perlu repot karena Anda tinggal memilih merk apa yang anda inginkan. MatahariMall menjual semua merk cover mobil berkualitas, salah satu merek yang bagus dan dijamiin mutunya adalah Krisbow.

Itulah tips-tips yang ampuh dalam merawat cover mobil anda, dan perlu di ingat bahwa hal ini harus rutin dilakukan mengingat daya tahan dari bahan cover mobil yang tidak lebih dari dua tahun. Selamat mencoba!
Ban merupakan salah satu komponen penting untuk mobil. Kalau ingin performa mobil kesayangan senantiasa prima, sudah pasti kita sangat harus memperhatikan kualitas ban mobil. Jangan sampai keamanan berkendara jadi berkurang hanya karena ban mobil mulai rusak.

"Inilah Kelebihan Nitrogen untuk Mengisi Ban Mobil Kesayangan"

Kita bisa mengisi ban mobil dengan nitrogen yang punya banyak kelebihan dibandingkan angin biasa. Setelah mengetahui beberapa keunggulan nitrogen berikut ini, kita pasti tidak akan ragu lagi menggunakannya:

Menjaga Kestabilan Tekanan Ban
Tekanan ban mobil menjadi lebih stabil dengan isian berupa nitrogen. Karena nitrogen tidak mudah mengalami perubahan tekanan meski temperatur sedang tidak stabil. Hal ini berbeda jauh dengan oksigen yang tekanannya lebih mudah berubah dan mengakibatkan gangguan performa ban.

Nitrogen Jauh Lebih Tahan Lama
Karena kondisi tekanannya senantiasa stabil, sudah pasti nitrogen pun jadi lebih tahan lama. Kita tidak perlu sering melakukan pengisian nitrogen pada ban. Sebab jumlah nitrogen di dalamnya tidak mudah menurun meski motor sering digunakan.

Lebih Efektif Menjaga Bentuk Ban
Manfaat lain yang bisa didapat dari tekanan ban yang stabil adalah bentuk ban yang tidak mudah berubah. Ban tetap bulat sempurna walaupun kita melewati jalanan yang rusak atau tidak rata. Hal ini tentu membuat kualitas ban mobil lebih awet dan hanya perlu diganti bila sudah digunakan dalam waktu lama.

Tak Menimbulkan Uap Air
Nitrogen bukanlah unsur pembentuk air yang dapat menimbulkan embun. Lain halnya bila kita menggunakan oksigen untuk mengisi ban. Oksigen dapat memicu uap air yang bersifat korosif bagi velg ban. Akibatnya, velg ban mobil bisa lekas berkarat dan rusak. Gunakan saja nitrogen yang lebih aman dan baik untuk ketahanan ban mobil.

Daya Cengkram Ban yang Lebih Baik
Karakteristik gas yang lebih stabil pada nitrogen turut mempengaruhi daya cengkram ban mobil. Sehingga daya cengkram tersebut membuat aktivitas berkendara jadi lebih mantap dan aman. Kita dapat melakukan akselarasi secara lebih maksimal ketika melewati medan jalanan yang sulit.

Selain memperhatikan penggunaan nitrogen pada ban mobil, jangan lupa pula mengurus asuransi mobil yang kita butuhkan. Asuransi mobil itu penting untuk melindungi mobil kesayangan kita dari risiko tidak terduga. Sehingga kita tidak perlu mengkhawatirkan mobil kesayangan saat berkendara. Sekarang, mari lindungi mobil kita dengan asuransi terbaik sesuai kebutuhan!
Sinarku, Bintangku, Warnaku
Saat mentari mencari sinar, aku lelap di sini. Karena lelah mencari, karena lelah menunggu. Mereka mengatakan, aku mencari sesuatu yang tidak pernah menunggu. Aku menunggu sesuatu yang tidak akan pernah kembali.

Aku mengerti, mereka tidak akan pernah mengerti; ini bukan tentang sia-sia, ini tentang hati yang tak pernah terbiasa tanpamu... sinarku...

Saat bulan mencari bintang, aku terbangun sendiri. Di tempat kita merajut mimpi, di tempat kita tertawa dulu. Mereka mengatakan, mimpi itu sudah tidak lagi bertempat. Tawa itu sudah tiba saatnya terganti.

Aku mengerti, mereka mengharap bahagiaku. Tapi ini bukan tentang kenangan yang tidak meminta diri, ini tentang hati yang tak pernah sanggup berdetak tanpamu... bintangku...

Saat pelangi mencari warna, aku menangis di sini. Terpaku dengan foto, dan segudang cerita cinta. Mereka tidak di sini, mereka di sana. Bersama ribuan foto, dan cerita yang mungkin tidak akan pernah mereka ceritakan.

Aku mengerti, mereka membuat iri dunia...

Mereka tidak harus mencintai, karena senyummu tidak pernah menyentuh hati mereka. Mereka tidak harus merindukan, karena bahkan mereka tidak pernah bertemu denganmu... warnaku...

Sekali lagi hatiku. Ini bukan mereka, bukan foto-foto mereka, bukan cerita mereka, bukan mimpi-mimpi mereka. Ini hatiku, sinarku, bintangku, warnaku...
  
"Puisi: Sinarku, Bintangku, Warnaku"
Puisi: Sinarku, Bintangku, Warnaku
Oleh: Arief Munandar
Teruntuk: Sukma
Panggil Aku


Menegur hati
Mimpi telah buta
Dan warna hanya satu
Pelangi tidak bermuka.

Setan
Panggil aku
Aku akan jadi setan.

Mencari langkah
Kaki kian layu
Dan jarak hanya batas
Tujuan tidak menunggu.

Cinta
Panggil aku
Aku akan jadi cinta.

Menenun janji
Lidah memang halus
Dan kata hanya mati
Waktu tidak kembali.

Panggil
Panggil aku
Panggil aku lagi.

 
================================= 
Puisi: Panggil Aku
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi: Panggil Aku"