loading...
Elegi Nelayan Tua


Lelaki tua itu tersengguk-sengguk di emper gubuk
Bulan layu rendah di langit
Air mulai surut
dan terlena digerogoti mimpi
Sebentar lagi subuh tiba

Inikah impian penghabisan seorang nelayan
Kaki dan tangan kaku dibelasah encok
Dada seperti terbakar batuk batuk batuk
Berteman dengan bulan dan air surut air pasang
Kokok ayam dan cicit murai
Menyambut pagi
Yang bukan lagi miliknya?

Panorama masa lalu tergambar di layar langit
dengan kail memancing ikan ikan ikan
sembilang tenggiri selar dingkis tamban jahan
ikan ikan ikan
pancing bubu belat kelong jala jaring
Selamat tinggal?

Encok yang datang marilah kamu
Batuk yang masuk teruskan jalanmu
ikan-ikan masa lalu
ikan-ikanku besok
Dan pertarungan akan berlanjut
terus! 
 
"Idrus Tintin: Elegi Nelayan Tua"
Puisi: Elegi Nelayan Tua
Karya: Idrus Tintin
Buku: Burung Waktu
Tahun: 1990

Post a Comment

loading...
 
Top