loading...
Berjalan Di Belakang Jenazah
berjalan di belakang jenazah angin pun reda
jam mengerdip
tak terduga betapa lekas
siang menepi, melapangkan jalan dunia
di samping: pohon demi pohon menundukkan kepala
di atas: matahari kita, matahari itu juga
jam mengambang di antaranya
tak terduga begitu kosong waktu menghirupnya
 

Puisi: Berjalan Di Belakang Jenazah
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
"Puisi Sapardi Djoko Damono: Berjalan Di Belakang Jenazah"

Post a Comment

loading...
 
Top