loading...
Sinarku, Bintangku, Warnaku


Saat mentari mencari sinar, aku lelap di sini. Karena lelah mencarimu, karena lelah menunggu. Mereka mengatakan, aku mencari sesuatu yang tidak pernah menunggu. Aku menunggu sesuatu yang tidak akan pernah kembali.

Aku mengerti, mereka tidak akan pernah mengerti; ini bukan tentang sia-sia, ini tentang hati yang tak pernah terbiasa tanpamu... sinarku...

Saat bulan mencari bintang, aku terbangun sendiri. Di tempat kita merajut mimpi, di tempat kita tertawa dulu. Mereka mengatakan, mimpi itu sudah tidak lagi bertempat. Tawa itu sudah tiba saatnya terganti.

Aku mengerti, mereka mengharap bahagiaku. Tapi ini bukan tentang kenangan yang tidak meminta diri, ini tentang hati yang tak pernah sanggup berdetak tanpamu... bintangku...

Saat pelangi mencari warna, aku menangis di sini. Terpaku dengan foto, dan segudang cerita cinta. Mereka tidak di sini, mereka di sana. Bersama ribuan foto, dan cerita yang mungkin tidak akan pernah mereka ceritakan.

Aku mengerti, mereka membuat iri dunia...

Mereka tidak harus mencintaimu, karena senyummu tidak pernah menyentuh hati mereka. Mereka tidak harus merindukanmu, karena bahkan mereka tidak pernah bertemu denganmu... warnaku...

Sekali lagi hatiku. Ini bukan mereka, bukan foto mereka, bukan cerita mereka, bukan mimpi-mimpi mereka. Ini hatiku, sinarku, bintangku, warnaku...
 

"Puisi: Sinarku, Bintangku, Warnaku"
Puisi: Sinarku, Bintangku, Warnaku
Oleh: Arief Munandar
Teruntuk: Sukma

Post a Comment

loading...
 
Top