loading...
Sonet: Hei! Jangan Kau Patahkan



Hei! Jangan kaupatahkan kuntum bunga itu
ia sedang mengembang; bergoyang-goyang dahan-dahannya yang tua
yang telah mengenal baik, kau tahu,
segala perubahan cuaca.

Bayangkan: akar-akar yang sabar menyusup dan menjalar
hujan pun turun setiap bumi hampir hangus terbakar
dan mekarlah bunga itu perlahan-lahan
dengan gaib, dari rahim Alam.

Jangan; saksikan saja dengan teliti
bagaimana matahari memulasnya warna-warni, sambil diam-diam
membunuhnya dengan hati-hati sekali
dalam Kasih-sayang, dalam rindu-dendam Alam;
lihat: ia pun terkulai perlahan-lahan
dengan indah sekali, tanpa satu keluhan
 
 

Puisi: Sonet: Hei! Jangan Kau Patahkan
Karya: Sapardi Djoko Damono
Buku: Hujan Bulan Juni
Tahun: 1967
"Puisi Sapardi Djoko Damono: Sonet: Hei! Jangan Kau Patahkan"

Post a Comment

loading...
 
Top