loading...
Adat Istiadat Cinta

...saat aku meraih segalanya,
Saat aku terlepas dari satu-satunya pegangan.
Bahkan untuk berpikir seseorang saja akan mengerti,
Untuk berpikir, engkau akan merubah pikiranmu...
Aku lelah, aku lelah...

Aku menutup mataku,
Meratapi banyanganmu yang meraba lukaku.
Karena kenyataan selalu bertanya padaku,
Dimana dunia yang aku puja-puji itu?

Sentuhan lembut warisan leluhur kita,
Memaksa kita mengukur ketidakberdayaan ini...
Dari pengharapan yang sangat tertata,
Menyadari kebodohan yang sanggup kita pelihara...

Kita yang mengurung niat kita,
Kita yang terpaksa menghindari diri kita sendiri.

Hanya apa?
Hanya untuk membuka matamu yang tertutup adat istiadat bangsamu yang terlalu sombong...
Aku menangisi malam-malamku yang seharusnya berbingkai bintang.
Karena bahkan untuk semua pengorbanan yang pernah aku berikan,
'Tak ada satu pun yang terlihat pantas untuk engkau hargai.

Menyedihkan, dan kita selalu bertanya,
Sampai kita harus mengulang dari awal kalimat...
Saat...
...saat aku meraih segalanya.

=================================
Puisi: Adat Istiadat Cinta
Karya: Arief Munandar
=================================
"Puisi Adat Istiadat Cinta"

Post a Comment

loading...
 
Top