loading...
Buat L.Ch & A.B

Darahku mengalir hangat lagi
setelah puluhan jam sendi
sendi tulangku beku
kurang gerak

Badanku panas lagi
setelah nasi sepiring
sambel kecap dan telur goreng
tandas bersama tegukan air
dari bibir gelas keramik yang kau
ulurkan dengan senyum
manismu

Kebisuan berhari-hari
kita pecahkan pagi itu
dengan salam tangan
pertanyaan
dan kabar-kabar hangat

Pagi itu
budimu menjadi api

Tapi aku harus pergi lagi
mungkin tahun depan
atau entah kapan
akan kuketuk lagi
daun pintumu
bukan sebagai buron.
 
"Puisi: Buat L.Ch & A.B"
Puisi: Buat L.Ch & A.B
Karya: Wiji Thukul

Post a Comment

loading...
 
Top