Asrama Dai-To-A

Inilah gedungnya
tiga puluh langkah dari tembok penghadang gelombang
tepat menghadap barat
berliku melingkar mengikuti garis pantai
sekarang jadi kantor kehutanan kabupaten kepulauan riau
Di sinilah dulu
pagi-pagi aku menyanyikan Mi-oto-o-kai-no
dan mengiris tais: ichi-ni-san-si
-go-roku-sici-hatsu
berbaris menghadap arah matahari terbit
Cemara memagar pantai
desahnya merisau-risau
masih seperti dulu
tapi di manakah kau
kini
mat ali
nomeng
syarifah dara, dan semua teman-teman seasrama
di mana
engku haji muhammad yunus (samurai meleret di pinggang)
encik khatijah, sensei hayakawa (muka garang hati baik)
mak minah (selalu diam-diam sembunyikan lauk tambahan
di timbunan nasiku)
tanya
dijawab
oleh
deru risau cemara
yang dulu juga
masih yang dulu juga
bisik sepoi laut
hanyut-alunkan
Umi yuka-ba
seperti yang dulu kami nyanyikan bersama
sambil menghadap laut dan matahari terbenam
kalau ke laut aku pergi
mayatku akan ditimbus air
kalau ke gunung aku pergi
mayatku akan diselimut rumput ...
rupanya
apa saja yang sudah hanyut
tercecer
di masa lalu
sepahit sepedih apa
pun
yang tinggal
hanyalah indahnya
saja
tolehan terakhir
ke bekas gedung asrama Dai-To-A
aku pun melangkah
menjauh
dari masa lalu
dekat dermaga
dari tape-recorder penjual rokok
di bawah flamboyan lebat semarak
mengalun lagu
Kokoro no Tomo ... 
 
"Puisi: Asrama Dai-To-A (Karya Idrus Tintin)"
Puisi: Asrama Dai-To-A
Karya: Idrus Tintin
Buku: Nyanyian di Lautan, Tarian di Tengah Hutan
Tahun: 1996

Post a Comment

loading...
 
Top