loading...
Di Kelenteng Senggarang
Mak-nyah tua tersenyum menyapa
hendak ke mane?
ucapannya mengalun
seperti dalam pantun
Di gerbang depan
singa batu
sudah ratusan tahun membisu
tak hiraukan bangunan yang ia jaga
dililit benalu ara dan angsana
tumbuhan nestapa dan putus-asa;
singa bisu
tak-acuhkan asap hio yang telah selekehkan
jelaga pada surai dan jambulnya;
sekawan kelelawar
mainkan musik tentang
sepasang kekasih yang bertengkar
dalam wayang cina
Di depan altar
seorang apek berkuda-kunda kuntauw
mata terpejam merenung di balik tembok nasib
menggenggam harapan erat-ketat
anggukkan hio, mulut komat-kamit,
Jangan-jangan yang ia baca
sepotong sajak Li-Tai-Pe 
 
"Puisi Idrus Tintin: Di Kelenteng Senggarang"
Puisi: Di Kelenteng Senggarang
Karya: Idrus Tintin
Buku: Nyanyian di Lautan, Tarian di Tengah Hutan
Tahun: 1996

Post a Comment

loading...
 
Top