loading...
Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan?
Untuk Prof. Dr. W.F. Wertheim pada ulang tahun yg ke-90 (11-11-1997)
Waktu aku di geladak kapal
di tengah Laut Jawa
bersama para TKW dari Malaysia
pulang hendak berlebaran di kampungnya
ingin aku menulis puisi
dengan pembukaan: hidup ini seperti laut
dan aku ini penumpang yang...
tapi apakah hidupku ini masih butuh perumpamaan

Waktu aku hendak ke Yogya
lewat Ponorogo Jatisrono terus Wonogiri
dan di Pracimoloyo mampir mandi
di mata air bersama satu-satunya
untuk beberapa desa
waktu naik bis umum
bersama penduduk yang membawa ember
kain baju cucian
berkilo-kilo meter jarak rumah ke
mata air
akan bertanya-tanya
masihkah aku membutuhkan perumpamaan
untuk mengungkapkan ini?

Waktu mataku ditendang tentara
dalam pemogokan buruh
dalam hati aku bilang mereka lebih ganas dari serigala
tapi aku masih ragu apakah perumpamaan ini
kupahami

Waktu aku jadi buronan politik
karena bergabung dengan Partai Rakyat Demokratik
namaku diumumkan di koran-koran
rumahku digrebek - biniku diteror
dipanggil Koramil diinterogasi diintimidasi
(anakku - 4 th - melihatnya!)
masihkah kau membutuhkan perumpamaan
untuk mengatakan: AKU TIDAK MERDEKA
Jakarta, 1 Nopember 1997
"Puisi: Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan?"
Puisi: Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan?
Karya: Wiji Thukul

Post a Comment

loading...
 
Top