loading...
Menunggu Diri di Reruntuhan


Menunggu diri di reruntuhan
Di jemari menyendiri.
Mengibah iri pada diri
Pada janji yang mencari.

Aku rapuh,
Ragaku terbang mengangkat sunyi.

Memaksa diri berbicara
Dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Menerbangkan inti
Pada peluk penata lelah.

Aku hilang,
Langkahku jera memeluk tepi.

Melihat manusia meneriaki cermin.
Cerminnya retak sebab suara.
Wajahnya runtuh disapa beling.

Merah.
Merah membimbing jalan.

Aku pikir hanya aku
Yang lelah dengan diri.
Dari semenjak hari kemarin itu.
Hari kemarau itu.

Hujan.
Hujan bukan hari ini.

Menarik diri
Dari duka yang menari,
Menjual hati
Pada kaki yang berlari.

Aku lelah.
Aku lelah.
 
"Puisi: Menunggu Diri di Reruntuhan"
Puisi: Menunggu Diri di Reruntuhan
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top