loading...
Nurmala Pudar

Banyak yang bisa disalahkan,
Tapi hanya menyalahkan diri.
Dan hanya maksud yang sebaliknya,
Dimana aku yang selalu lebih tau cara membuatmu menangis.


Manusia yang penuh dengan mimpi,
Manusia yang sibuk ingin terlihat sempurna.
Hingga segala cara yang terjadi untuk bahagia itu,
Hanya semakin mampu membuatmu terluka.

Pernah aku menyesali banyak hal indah yang tidak pernah aku lakukan.
Seolah buta dengan janji yang pernah sangat ingin kita sempurnakan.
Lalu air matamu itu kembali menyadarkanku,
"Aku memang tidak pernah layak di sini".

Engkau bagaikan sebuah jalur,
Dalam lampau yang menyita ribuan tanya biru.
Dan jika aku memilihmu,
Aku akan tersesat sepanjang hayat sempitku.

Keindahanmu hanyalah pancaran Nurmala Pudar;
Bersantun bak pelangi tanpa warna.
Dan jika aku tetap memilihmu,
Aku akan terhukum atas apa yang tidak pernah aku lakukan.


Cintamu, cintamu adalah duri,
Membelai rasa, tapi tidak pernah menusuk.
Cintamu, cintamu adalah racun,
Obat penyembuh untuk jiwaku yang pernah rusak.

Namun aku tidak bisa memilihmu...

Kau adalah kembaran mimpi yang hidup dalam kenyataan;
Menghukum setiap ingin, menusuk setiap harap.
Dan aku, aku hanyalah satu dari sekian yang terhukum.
Dan aku, aku hanyalah satu dari sekian yang tertusuk.

Mungkin kita hanyalah salah dalam memilih,
Dan itu pun bukan kesalahan yang terlalu besar.
Karena buktinya,
Kita telah sampai sejauh ini.

Dan karena kita telah sampai sejauh ini,
Maka pergilah,
Karena kita sudah menitik.

================================= 
Puisi: Nurmala Pudar
Oleh: Arief Munandar
=================================
"Puisi Nurmala Pudar"

Post a Comment

loading...
 
Top