loading...
Perempuan-perempuan Kota I


Perempuan-perempuan kota
Bertopeng wajah bangsa
Jilbab itu pelangi rupa
Tapi harus bercelana.

Bentuk pinggulnya
Dibantu irama jalannya
Entah siapa ibunya
Jangan tanya aku
Aku orang baru di sini.

Perempuan-perempuan kota
Bertopeng tangis bangsa
Tidak boleh di rumah
Hanya wajib keluyuran

Cara bicaranya
Disokong tawa setannya
Entah siapa bapaknya
Aku tak tahu pasal
Aku pendatang di sini.

Modernisasi
Begitu katanya.
Kata siapa?
Tuhanmu?

Kata TELEVISI.


Perempuan-perempuan Kota II

Sudah dahulu aku tahu
Satu itu jadi dua
Dan lalu jadi tiga
Dan lalu ...

Dosa itu dijual dimana-mana
Karena pembeli sangat banyak
Seharusnya aku tidak terkejut
Tapi ...

Bicara aku dicap munafik
Diam aku dicap tak berguna.

Percuma juga aku bicara
Semua orang sudah mengetahui lebih
Mereka cuma diam
Tak mau berdebat dengan budaya

Kota ini sudah rusak
Hilang cara mendandani
Solusinya hanya bertahan rusak
Agar tidak semakin rusak

Parah...

Pulang aku ke kampung
Perempuan-perempuan kota
Juga sudah di kampung.

 
"Puisi: Perempuan-perempuan Kota"
Puisi: Perempuan-perempuan Kota
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top