loading...
Supar


Tersiar
di halaman kabar
supar dipecat
ya supar dipecat

Kabar tersebar lalu dari mulut ke
mulut
masuk dan meluas di bilik-bilik
sempit
rumah kontrakan buruh-buruh

Si lancang mulut bilang
"nah rasain lu
karena ngurus orang lain
diri sendiri kehilangan pekerjaan!"
sapar tak goyah
sapar tak gentar

Pihak majikan bilang
sapar suka bikin onar
kawan-kawannya membantah
"majikan cuma cari-cari alasan
mereka takut karena kita punya
kekuatan!"
nah, itulah yang benar

Supar dipecat
ya supar dipecat

Pada siapa yang tanya
supar menjelaskan
"kami dipecat karena pabrik
kewalahan
karena buruh sekarang melawan!"
majikan gentar
itulah yang benar

Supar dipecat
ya supar dipecat

Kerja lain aku bisa cari
tapi kebangkitan buruh
tak bisa kalian halangi lagi

Si lidah jahil
mungkin bilang
: sudahlah lebih baik kalian diam!
tapi siapa bisa membungkam supar
dan kaum buruh sadar
- lihatlah kapitalis terus cari akal!

Supar dipecat
ya supar dipecat
tapi apakah pabrik bisa berproduksi
kalau kita mogok sepuluh hari lagi?

Supar dipecat
ya supar dipecat
tapi apakah mesin-mesin sanggup
beputar
tanpa kami?

18 Mei 1993
"Puisi: Supar"
Puisi: Supar
Karya: Wiji Thukul

Post a Comment

loading...
 
Top