Puisi || Simpang Kenangan || Oleh Arief Munandar || AriefSigli || Elegi || Puisi Kenangan || Puisi Cinta ||
Simpang Kenangan
Melambung angkuh menelusuri rindu, tempat bernaungnya, juga alasan berseminya. Hanya dua telaga benci, mata air cinta dari petang pedas kala itu. Begitu yang aku tahu, sedari melayang mimpi.

Ah mungkin hanya bongkahan fiksi, rangkaian panjang yang tak mudah diteliti. Sepanjang detik aku terpaku, padamu, manusia lain seakan tak nyata.

Sayang, sekarang tempatnya sudah jauh berubah, mejanya sudah tak lagi sama. Duduk aku di sana, derdua aku dengan diriku. Semacam bom waktu, siapa menyentuh, aku siap meledak.

Dunia terlalu luas untukku, sampai bahkan, aku tak bisa menemukanmu di sini.
 
"Puisi: Simpang Kenangan"
Puisi: Simpang Kenangan
Oleh: Arief Munandar
Loading...

Post A Comment:

0 comments: