loading...
Justru pada Akhir Tahun


Bermukimlah di peti mati dan jangan menangis lagi
aku terpaksa berkhianat dan cintamu jadi siksa
keengganan-kehilangan jadi ketakutan bangsawan
sangsi yang ini mendorong ingin punya segala
dan jadilah hatiku asing pada pangkalan dan persinggahan.

Berilah aku kenikmatan atau keedanan dan bukan cinta
cinta memang kudamba tapi jadi asing di dekatnya
begitu agung ia, mungkin tak kukenal bila singgah di dada
dan oleh luka-luka tak kupercaya lagi kehadirannya.

Terkutuklah saat-saat aku sadari diri begini
tampak tindakku seolah berbunga dosa
tindak yang di sisi hatiku sungguh bening.
(Percayalah! Matamu 'kan mengutuk segala dusta)

Tolonglah memupus lari sangsiku.
(demi cintamu yang tidak waras kepadaku!)
Pendamlah cintamu dalam perbuatan edan
atau sekali-sekali khianatilah aku
atau bermukimlah di peti mati dan jangan menangis lagi
atau bunuh aku dengan tikaman mesra duka cinta
dan segalanya akan putus begitu
bukankah itu mesra, Sayangku?
 
 
"Puisi: Justru pada Akhir Tahun"
Puisi: Justru pada Akhir Tahun
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top