loading...
Malam Ini adalah Kulit Merut Nenek Tua


Malam ini adalah kulit merut nenek tua
langkah ini telah disepikan diri dari tuju
wajah bulan penuh takhayul yang dena.

Inginkan teman tapi kujauhi kedai-kedai malam
pada mata susu layu dan segala yang hitam
tiada kenangan tiada damba
langkah-langkah rusuh menapak di lantai hati.

Pemberontak yang lari tanpa tambatan tuju
kerna menampar kepercayaan tiada lagi tempat istirah
matinya konyol di gunung-gunung batu.
Jadi mengapa langkah ini sepikan diri dari tuju?

Segala telah pejam, lampu jalanan pingsan
dingin terali jembatan tiada bicara langsung dari tangan
wajah di air tiada terhanyutkan selain pandang mata.
Willy, wajah di air itu teramat ramah diajak omong!

 
 
"Puisi: Malam Ini adalah Kulit Merut Nenek Tua"
Puisi: Malam Ini adalah Kulit Merut Nenek Tua
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top